4 Hal Terkait Penghentian Penyaluran BST Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penyaluran bantuan sosial tunai atau BST Covid-19 sudah dihentikan oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma.

Risma menjelaskan, BST Covid-19 hanya diberikan pada kondisi kedaruratan saja.

"BST cuma dua bulan. Jadi kan kemarin awal 2021 cuma empat bulan Januari sampai April, ditambah dua bulan karena PPKM darurat, Mei dan Juni," ujar Risma seperti dilansir Antara, Selasa 21 September 2021.

Meski begitu, Risma mengaku akan mendorong program bansos untuk lanjut usia (lansia) yang membutuhkan bantuan.

"Mereka (lansia) dapat bansos, tapi kan Rp 200 ribu, nah cuma Rp 200-300 ribu. Mereka pasti masih kurang lah dalam satu bulan, oleh karena itu, kita bantu mereka," papar dia.

Berikut 4 hal terkait Mensos Risma hentikan penyaluran BST Covid-19 dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Hanya Diberikan Total Enam Bulan

Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Ist)
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Ist)

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini alias Risma menghentikan penyaluran bantuan sosial tunai (BST) Covid-19. Sebab, menurut Risma, BST Covid-19 hanya diberikan pada kondisi kedaruratan saja.

"BST cuma dua bulan. Jadi kan kemarin awal 2021 cuma empat bulan Januari sampai April, ditambah dua bulan karena PPKM darurat, Mei dan Juni," ujar Risma seperti dilansir Antara, Selasa 21 September 2021.

2. Tegas Penyaluran BST Hanya untuk Kegawatdaruratan

Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma. (dok Kemensos)
Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma. (dok Kemensos)

Risma menegaskan, penyaluran BST hanya dilakukan jika terjadi kegawatdaruratan di masa pandemi Covid-19.

"Sudah, saya enggak berani. Itu emang BST penyalurannya disebabkan untuk pandemi," ujar dia.

3. Akan Koordinasi dengan Kementerian Keuangan

Menteri Sosial Tri Rismaharini saat rapat pendistribusian bansos bersama Pemprov Kalimantan Selatan, Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), pendamping Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai di BBPPKS Banjarmasin, Rabu (15/9/2021). (Ist)
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat rapat pendistribusian bansos bersama Pemprov Kalimantan Selatan, Bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), pendamping Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai di BBPPKS Banjarmasin, Rabu (15/9/2021). (Ist)

Risma mengatakan adapun untuk rencana penyaluran bansos ke depannya akan mengkomunikasikan dengan Kementerian Keuangan terkait mengembalikan ke kondisi normal.

Dia mengatakan juga akan mendorong program bansos untuk lanjut usia yang membutuhkan bantuan.

4. Akan Dorong Bantuan untuk Lansia

Mensos Risma blusukan ke kampung-kampung di Kota Gudeg menemui sejumlah warga dan berdialog, Senin (19/7)
Mensos Risma blusukan ke kampung-kampung di Kota Gudeg menemui sejumlah warga dan berdialog, Senin (19/7)

Risma juga akan mendorong program bansos untuk lanjut usia (lansia) yang membutuhkan bantuan.

"Mereka (lansia) dapat bansos, tapi kan Rp 200 ribu, nah cuma Rp 200-300 ribu. Mereka pasti masih kurang lah dalam satu bulan, oleh karena itu, kita bantu mereka," ejlas Risma.

Lansia yang terbantu ditargetkan untuk seluruh Indonesia, termasuk di Papua.

Daftar Bansos 2021, Dari Kartu Sembako Hingga Prakerja

INFOGRAFIS: Daftar Bansos 2021, Dari Kartu Sembako Hingga Prakerja (Liputan6.com / Abdillah)
INFOGRAFIS: Daftar Bansos 2021, Dari Kartu Sembako Hingga Prakerja (Liputan6.com / Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel