4 Hal Terkait Peringatan Hari Kesehatan Nasional 2020

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Setiap 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN). Pada 2020 ini, peringatan HKN diperingati saat pandemi Corona Covid-19 sedang melanda dunia, termasuk Indonesia.

Tema Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang diusung pada 2020 ini adalah Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat.

"Tema ini merupakan seruan kepada seluruh tenaga kesehatan dan segenap komponen masyarakat untuk terus bertekad dan berjuang keras menyelamatkan bangsa di masa pandemi Covid-19," disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Kirana Pritasari, M.QIH selaku Ketua Umum HKN ke-56 dalam Buku Panduan HKN ke-56.

Guna mengenang seluruh pejuang Covid-19 pada Hari Kesehatan Nasional tahun ini, Kemenkes RI melalui akun Instagram mengajak masyarakat meluangkan waktu pada hari ini, Kamis, 12 November 2020 pukul 12.00 WIB untuk bertepuk tangan bersama secara serentak selama 56 detik.

"Kini saatnya kita satukan tekad dan semangat untuk Indonesia sehat, berikan tepuk tangan kita untuk seluruh pejuang Covid-19, untuk kita semua," demikian keterangan unggahan terbaru akun Instagram @kemenkes_ri.

Berikut deretan hal terkait peringatan Hari Kesehatan Nasional 2020 yang berlangsung di tengah pandemi Corona Covid-19 dihimpun Liputan6.com:

Sejarah Peringatan Hari Kesehatan Nasional

Tenaga kesehatan bertepuk tangan selama 56 detik pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang berjuang menghadapi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Tenaga kesehatan bertepuk tangan selama 56 detik pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang berjuang menghadapi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sejarah adanya peringatan HKN kembali pada era 1950-an ketika malaria mewabah di Indonesia. Kala itu, ratusan ribu jiwa terenggut akibat malaria.

Mengutip laman Kemkes.go.id, guna memberantas penyakit tersebut di seluruh penjuru Tanah Air, Pemerintah membentuk Dinas Pembasmian Malaria pada 1959 yang kemudian berganti nama menjadi Komando Operasi Pemberantasan Malaria (KOPEM) pada Januari 1963.

Eradikasi malaria menggunakan insektisida Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT) yang disemprotkan massal ke rumah-rumah di Jawa, Bali, dan Lampung. Penyemprotan DDT ini dibarengi juga dengan kegiatan pendidikan kesehatan atau penyuluhan kepada masyarakat.

Lima tahun kemudian, lebih kurang 63 juta penduduk telah mendapat perlindungan dari penyakit malaria.

Karenanya pada 12 November 1964, keberhasilan pemberantasan malaria trsebut diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) pertama.

Inilah yang menjadi titik awal kebersamaan seluruh komponen bangsa dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Tema HKN di Tengah Pandemi

Tenaga kesehatan dan nonkesehatan bertepuk tangan selama 56 detik pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang berjuang menghadapi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Tenaga kesehatan dan nonkesehatan bertepuk tangan selama 56 detik pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang berjuang menghadapi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap 12 November. Tahun ini, tema HKN yang diusung adalah Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat.

"Tema ini merupakan seruan kepada seluruh tenaga kesehatan dan segenap komponen masyarakat untuk terus bertekad dan berjuang keras menyelamatkan bangsa di masa pandemi Covid-19," disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat dr Kirana Pritasari, M.QIH selaku Ketua Umum HKN ke-56 dalam Buku Panduan HKN ke-56.

Ia mengatakan, peringatakan Hari Kesehatan Nasional ke-56 tahun 2020 dilaksanakan di tengah bencana kesehatan yang telah merenggut ribuan jiwa masyarakat termasuk tenaga kesehatan. Memprihatinkan, namun menurutnya kondisi ini dapat dijadikan momentum untuk mengubah perilaku masyarakat dan mendorong penguatan upaya kesehatan promotif dan preventif.

"Implementasinya harus melibatkan peran aktif lintas sektor, perguruan tinggi, ormas, swasta, termasuk media massa. Sehingga dapat membangun masyarakat yang produktif dan aman Covid-19 di era adaptasi kebiasaan baru," kata Kirana.

Jaga Diri, Keluarga dan Masyarakat, Selamatkan Bangsa dari Pandemi Covid-19 menjadi sub tema HKN ke-56.

Slogan tersebut dipilih untuk mengajak masyarakat agar tidak putus asa, tidak menyerah, dan tidak kendor dalam menjaga kesehatan diri demi mewujudkan Indonesia Sehat.

Menurut Kirana, slogan ini harus terus digaungkan sehingga masyarakat bisa mandiri menjaga kesehatan dengan perilaku hidup sehat dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Kemenkes Ajak Tepuk Tangan Serentak 56 Detik

Tenaga kesehatan dan nonkesehatan bertepuk tangan selama 56 detik pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang berjuang menghadapi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Tenaga kesehatan dan nonkesehatan bertepuk tangan selama 56 detik pada peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-56 di RSD Wisma Atlet, Jakarta, Kamis (12/11/2020). Aksi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada tenaga kesehatan yang berjuang menghadapi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 ini berbeda dari tahun sebelumnya, dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang telah merenggut ribuan jiwa masyarakat termasuk para tenaga kesehatan.

Guna mengenang seluruh pejuang Covid-19 pada Hari Kesehatan Nasional tahun ini, Kemenkes RI melalui akun Instagram mengajak masyarakat meluangkan waktu pada hari ini, Kamis, 12 November 2020 pukul 12.00 WIB untuk bertepuk tangan bersama secara serentak selama 56 detik.

"Kini saatnya kita satukan tekad dan semangat untuk Indonesia sehat, berikan tepuk tangan kita untuk seluruh pejuang Covid-19, untuk kita semua," demikian keterangan unggahan terbaru akun Instagram @kemenkes_ri.

Pesan Satgas Penanganan Covid-19

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito sampaikan penanganan COVID-19 harus dilakukan secara bergotong-royong saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (10/11/2020). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19/Marji)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito sampaikan penanganan COVID-19 harus dilakukan secara bergotong-royong saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (10/11/2020). (Tim Komunikasi Satgas COVID-19/Marji)

Juru Bicara dan Koordinator Tim Pakar Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa Hari Kesehatan Nasional harus menjadi momentum untuk mensyukuri kesehatan yang masih diberikan Tuhan pada kita saat ini.

"Hari ini bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-56, hari yang perlu kita jadikan momentum agar senantiasa bersyukur terhadap nikmat sehat yang masih Tuhan anugerahkan kepada kita," kata Wiku dari Graha BNPB, Jakarta pada Kamis, 12 November 2020.

Wiku mengatakan, atmosfer peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya mengingat situasi masih di dalam pandemi Covid-19.

"Kita perlu jadikan perayaan tahun ini, sebagai bentuk refleksi kita mengenai betapa pentingnya kesehatan bagi manusia, sebagai modal untuk tetap bisa produktif," kata Wiku.

Wiku pun mengajak agar peringatan Hari Kesehatan Nasional tahun ini disemarakkan dengan cara menjaga diri, keluarga, dan masyarakat dengan terus disiplin menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19, dalam setiap kegiatan dan aktivitas.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: