4 Hal Terkait Pertikaian Antara Ryan Jombang Vs Bahar Bin Smith yang Berakhir Damai

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dua warga binaan Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Ryan Jombang dan Bahar bin Smith sempat menjadi sorotan. Pasalnya, belum lama terjadi perselisihan antara keduanya.

Pertikaian tersebut bahkan dilaporkan sampai terjadi pemukulan yang diduga dilakukan Bahar bin Smith. Hal ini diungkap Benny Daga, kuasa hukum Ryan Jombang.

"Bukan perkelahian, tetapi itu peristiwa pemukulan diduga penganiayaan oleh Bahar kepada klien kami, Ryan Jombang," ujar Benny, Kamis, 19 Agustus 2021.

Menurut Benny, pertikaian tersebut berawal dari peminjaman uang oleh Bahar bin Smith kepada kliennya sebesar Rp 10 juta. Saat Ryan meminta uang tersebut dikembalikan, Bahar tidak juga mengembalikannya.

Belakangan, perselisihan yang terjadi antara Ryan dan Bahar Smith berakhir damai.

"Sudah damai, cuman memang ramainya di media baru-baru ini. Mereka sudah damai, sudah bareng," ujar Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti kepada Liputan6.com, Jumat, 20 Agustus 2021.

Penampakan sebuah foto yang memperlihatkan keduanya tak lagi berselisih dan mau berdampingan menjadi bukti bahwa antara Bahar bin Smith dan Ryan Jombang telah bersepakat untuk mengambil jalan damai.

Berikut sederat hal terkait perselisihan yang terjadi antara Bahar dan Ryan yang berujung perdamaian dihimpun Liputan6.com:

1. Bukti Foto yang Memperlihatkan Keduanya Kembali Rukun

Dua warga binaan Lapas Gunung Sindur, Bogor, yakni Ryan Jombang dan Bahar bin Smith berdamai. (foto: Ditjen PAS)
Dua warga binaan Lapas Gunung Sindur, Bogor, yakni Ryan Jombang dan Bahar bin Smith berdamai. (foto: Ditjen PAS)

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen Pas Kemenkumham) memastikan, dua warga binaan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, yakni Ryan Jombang dan Bahar bin Smith sudah berdamai.

Seperti diketahui, keduanya sempat terlibat perseteruan hingga terjadi aksi pemukulan.

Pihak Ditjen Pas pun menunjukkan foto kebersamaan keduanya sebagai kepastian mereka telah kembali rukun.

Ada dua buah foto yang dibagikan oleh Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti kepada Liputan6.com pada Jumat, 20 Agustus 2021. Pada foto pertama terlihat Bahar bin Smith berdiri bersama Ryan dan pria yang diketahui sebagai Petugas Pemasyarakatan atau Polsuspas.

Bahar bin Smith berada di sebelah kanan dan mengenakan gamis serba hitam dan mengenakan sorban serta kopiah coklat. Sementara di tengah ada Polsuspas yang diketahui bernama Muji. Ryan ada di sisi kiri dan mengenakan gamis, sorban, dan kopiah serba putih.

Sedangkan di foto kedua, hanya ada Ryan dan Bahar bin Smith. Masih mengenakan pakaian yang sama, keduanya berdiri berdampingan. Ryan terlihat tersenyum ke arah kamera dan memperlihatkan salam jempolnya.

2. Masalah Sudah Diselesaikan

Sebelumnya, penceramah Bahar bin Smith dikabarkan terlibat perselisihan oleh Very Idham H alias Ryan Jombang, hingga terjadi pemukulan di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Kemenkumham Rika Aprianti menyampaikan, masalah antara keduanya sudah diselesaikan.

"Itu sudah selesai. Sudah tidak ada masalah. Namanya ada sedikit konflik. Itu sudah terselesaikan," tutur Rika saat dikonfirmasi, Rabu, 18 Agustus 2021.

3. Perdamaian Dibantu Pihak Lapas

Menurut Rika perselisaihan bukan hanya terjadi di Lapas, di tengah masyarakat pun bisa terajadi. Namun yang terpenting adalah konflik itu dapat teratasi.

Terlebih lagi keduanya datang dari latar belakang berbeda. Rika memaklumi potensi konflik yang terjadi di antara keduanya. Apalagi mereka, para warga binaan di Lapas berada di dalam ruang terbatas.

Dijelaskan Rika, mereka sejak 2020 juga tak bisa dibesuk dengan tatap muka. "Itu yang terpenting selesai," katanya.

Apa pun konfilk yang terjadi di Lapas, menurut Rika, yang terpenting adalah pihaknya berusaha mendamaikan kembali dan hal itu yang diterapkan pada kasus Ryan dan Habib Bahar.

"Mereka sama-sama menyadari kesalahannya dan kembali menjalani pembinaan yang diberikan oleh Lapas," ujarnya.

4. Kronologi Awal Perselisihan

Benny Daga, kuasa hukum Ryan Jombang mengatakan apa yang menimpa kliennya bukanlah perkelahian tetapi penganiayaan. Dia ingin meluruskan informasi simpang siur yang beredar terkait kliennya, termasuk pernyataan yang disampaikan Kalapas Gunung Sindur dan Humas Ditjen PAS Kemenkumham.

"Bukan perkelahian, tetapi itu peristiwa pemukulan diduga penganiayaan oleh Bahar kepada klien kami, Ryan Jombang," ujar Benny, Kamis (19/8/2021).

Menurut Benny, informasi yang diterimanya dari Ryan, dugaan penganiayaan itu terjadi karena uang kliennya dipinjam oleh Bahar bin Smith secara bertahap, beberapa kali dengan jumlah tertentu.

Nominal uang yang dipinjamkan sebesar Rp 10 juta. Benny membantah jika kliennya mencuri uang, keterangan yang ada bahwa uang kliennya dipinjam oleh Bahar bin Smith.

"Lalu ketika hendak diminta kembali uangnya, enggak pernah dikembalikan uang itu. Yang ada klien kami dianiaya," beber Benny.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu, kata Benny, terjadi Senin, 16 Agustus sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu kliennya sedang berangkat shalat, lalu dipanggil oleh petugas lapas untuk datang ke depan.

Ternyata, lanjut Benny, ketika kliennya ke depan, sudah ada massa dalam jumlah banyak. Massa itu diduga dari luar lapas, bukan massa di dalam lapas.

"Yang jadi pertanyaan saya, aneh di dalam lapas, lalu bisa masuk orang dari luar. Masuk di dalam lapas lalu mengobrak-abrik di dalam lapas untuk mencoba menyerang klien kami. Nah, pengawasan lapas bagaimana," Benny menandaskan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel