4 Ibu Negara RI dengan Jasa yang Tak Usang oleh Waktu

Lia Hutasoit

Jakarta, IDN Times - Ibu Negara Republik Indonesia tidak hanya menjadi simbol perempuan Indonesia dan pendamping suami saat bertugas. Banyak jejak yang telah mereka tinggalkan untuk pembangunan dan kemajuan bangsa Indonesia, hingga bahkan membuat salah satu di antara mereka menjadi pahlawan nasional.  

Berikut para mantan Ibu Negara Indonesia yang telah kembali ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa, namun jejak dan jasa-jasa mereka masih bisa dinikmati bangsa hingga saat ini.

1. Fatmawati Soekarno

4 Ibu Negara RI dengan Jasa yang Tak Usang oleh Waktu

Lahir dengan nama Fatimah, Fatmawati merupakan Ibu Negara pertama Indonesia. Dia merupakan istri ketiga Presiden pertama RI Sukarno.

Fatmawati menjadi ibu negara sejak 1945 hingga 1967. Selain mendampingi Sukarno dalam perjuangan kemerdekaan, dan menjadi orang yang menjahit bendera Merah Putih untuk dikibarkan usai pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, Fatmawati juga banyak berjasa di bidang kesehatan.

Pada 30 Oktober 1952, Fatmawati menggalang dana untuk modal membangun Yayasan Ibu Soekarno. Hasil dana tersebut digunakan untuk membangun Rumah Sakit Tuberkulose bagi anak. Kini rumah sakit tersebut telah menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.

Fatmawati Soekarno wafat pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia, dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Karet, Jakarta. Berkat jasa-jasanya, Fatmawati dianugerahi gelar pahlawan nasional berdasarkan SK. Presiden RI No. 118/TK/2000, tanggal 4 November 2000.

2. Tien Soeharto

4 Ibu Negara RI dengan Jasa yang Tak Usang oleh Waktu

Istri dari Presiden kedua RI Soeharto yang bernama Raden Ayu Siti Hartinah atau Tien Soeharto, juga meninggalkan banyak hal bagi Indonesia. Salah satu peninggalannya yang masih ramai dikunjungi hingga saat ini adalah Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ide pembangunan miniatur Indonesia ini digagas oleh Tien Soeharto. Proyek ini dahulu disebut dengan Proyek Miniatur "Indonesia Indah". TMII mulai dikerjakan pada 1972 dan rampung serta diresmikan 20 April 1975.

Selain itu, Tien Soeharto juga memprakarsai berdirinya Perpustakaan Nasional, melalui Yayasan Harapan Kita yang ia pimpin. Pembangunan perpustakaan menerima sumbangan luas tanah seluas 16,000 meter persegi, dan gedung baru berlantai sembilan bekas Koning Willem II School, sekolah zaman Hindia Belanda, serta sebuah bangunan yang telah direnovasi.

Ada pun di bidang kesehatan, melalui Yayasan Harapan Kita, Tien Soeharto membangun RS Anak dan Bersalin Harapan Kita dan RS Jantung Harapan Kita. Selain itu, dia juga menginisiasi pembangunan Museum Iptek, Museum Listrik, dan Taman Anggrek Indonesia Permai.

Tien Soeharto wafat pada 28 April 1996 di Jakarta, dan dimakamkan di  Astana Giribangun, Jawa Tengah.

3. Hasri Ainun Besari Habibie

4 Ibu Negara RI dengan Jasa yang Tak Usang oleh Waktu

Siapa tak kenal dengan Hasri Ainun Besari, istri dari Presiden ketiga RI BJ Habibie. Dia biasa dipanggil Hasri Ainun Habibie. Ainun dulu sempat menjadi dokter anak di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Ainun juga menjadi ketua dari Perkumpulan Penyantun Mata Tunanetra Indonesia mulai dari 2001 hingga 2010. Dia juga menjadi Wakil Ketua Dewan Pendiri Yayasan SDM IPTEK.

Ainun Habibie juga banyak terlibat di Yayasan Beasiswa Orbit, dan Bank Mata yang memberikan santunan para tunanetra.

Ainun Habibie wafat pada 22 Mei 2010 di Jerman dan dimakamkan di makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.

4. Ani Yudhoyono

4 Ibu Negara RI dengan Jasa yang Tak Usang oleh Waktu

Istri Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono yakni Ani Yudhoyono juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial Indonesia. Ani aktif dalam Persit Kartika Chandra Kirana (Persatuan Istri Tentara), Dharma Pertiwi yang merupakan organisasi istri TNI, dan Dharma Wanita, organisasi istri Pegawai Negeri Sipil.

Semasa hidup, Ani juga mendirikan Rumah Pintar. Ani menginisiasi dan memotori pendirian rumah-rumah pintar di Indonesia guna menyasar pendidikan anak-anak. Selain itu, Ani juga membuat Perahu Pintar dan Motor Pintar sebagai perluasan dari program Rumah Pintar.

Ani Yudhoyono wafat pada 1 Juni 2019 di Singapura, dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.