4 Imbauan Kapolda Metro Jaya pada Jajaran, soal Hedonis hingga Sunmori

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyampaikan sejumlah imbauan kepada jajarannya.

Salah satunya, Fadil mengingatkan jajaran pimpinan struktur satuan lalu lintas agar tidak bersikap hedonis.

Hal tersebut dikarenakan menurut Fadil, masih didapati beberapa anggota polisi bagian lalu lintas bersikap tidak empati cenderung hedonis terhadap sesama anggota Polri di luar satuan kerja.

Selain itu, ia pun memerintahkan jajarannya untuk menindak setiap pengendara motor yang menggunakan knalpot bising. Termasuk perilaku berkendara yang berisiko.

"Jangan pernah berhenti untuk melakukan upaya-upaya preventif, upaya-upaya edukatif, upaya-upaya penyelesaian akar masalah di hulu. Sehingga kemudian tercipta lalu lintas yang ramah lingkungan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Demikian juga dengan perilaku berkendara yang penuh dengan risiko," kata Fadil.

Berikut sejumlah imbauan yang disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran kepada jajarannya dihimpun Liputan6.com:

Hindari Gaya Hidup Hedonis

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meluncurkan program Kampung Tangguh Jaya di Cengkareng, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat meluncurkan program Kampung Tangguh Jaya di Cengkareng, Jakarta Barat. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengingatkan jajaran pimpinan struktur satuan lalu lintas agar tidak bersikap hedonis.

Menurutnya masih didapati beberapa anggota polisi bagian lalu lintas bersikap tidak empati cenderung hedonis terhadap sesama anggota Polri di luar satuan kerja.

"Anda menjadi etalase anggota, berikan contoh, gaya hidup yang sederhana, hindari gaya hidup hedonis sebagai wujud empati kepada rekan-rekan mitra yang bertugas di Satker lain," ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Sabtu, 20 Maret 2021.

Dia menambahkan, tampilan anggota polisi dengan tingkah laku hedonis menjadi satu di antara beberapa faktor pemicu kepercayaan masyarakat terhadap korps Bhayangkara menurun.

Terlebih lagi menurutnya, di era serba digital yang meniadakan batasan mendapat informasi, masyarakat dinilai sangat kritis menanggapi sikap anggota Polri berlaku hedonis.

"Pedomani Perkap Nomor 4 Tahun 2017 Tentang penugasan anggota di luar struktur. Masyarakat sangat kritis pada zaman ini," ucap Fadil.

Tak Ada Lagi Anggota Kawal Pesepeda dan Moge

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menunjukkan salah satu pohon ganja saat rilis pengungkapan ladang ganja di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021). Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menemukan ladang ganja seluas 12 hektare di Sumatera Utara (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menunjukkan salah satu pohon ganja saat rilis pengungkapan ladang ganja di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (9/3/2021). Sat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil menemukan ladang ganja seluas 12 hektare di Sumatera Utara (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Kemudian, Fadil mengingatkan kembali kepada seluruh anggota agar tidak ada lagi yang memberikan pengawalan ke kelompok atau komunitas tertentu. Termasuk rombongan pengendara mobil mewah, motor gede atau moge, hingga pesepeda.

"Mari kita membangun tradisi baru, di mana Polri betul-betul berdiri, ada untuk semua masyarakat, bukan untuk golongan tertentu," tutur dia.

Menurut Fadil, perlakuan tersebut menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Silakan para pemilik hobi berkendara dapat menyalurkan minatnya sesuai aturan yang berlaku di jalan.

"Saya tidak ingin Kasubdit, Pamwal, ada anggotanya mengawal pesepeda-pesepeda di jalan raya sehingga menjadikan prioritas dan menghambat pengguna jalan lainnya. Saya ini juga hobi bersepeda, tapi saya bersepeda di tempat yang benar-benar untuk bersepeda," terang dia.

Tentukan Titik Jalur Pesepeda

Sebuah sepeda diparkir di area Stasiun MRT Istora, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (13/11/2019). PT MRT Jakarta memarkiran sepeda untuk merangsang minat warga untuk menitipkan sepeda di stasiun MRT. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Sebuah sepeda diparkir di area Stasiun MRT Istora, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (13/11/2019). PT MRT Jakarta memarkiran sepeda untuk merangsang minat warga untuk menitipkan sepeda di stasiun MRT. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Fadil kemudian meminta Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menentukan titik lokasi jalan yang tepat untuk para pesepeda menyalurkan hobinya.

Dia mengingatkan, tidak semua jalur dapat dapat digunakan untuk bersepeda massal.

"Mungkin bisa dipilih di Kemayoran, atau di beberapa tempat, atau tempat-tempat yang sudah ada untuk bisa bersepeda dengan sehat dan nyaman tanpa menganggu kamtibselcarlantas lainnya. Sehingga kita menghindari terjadinya kecelakaan seperti di Bundaran HI kemarin," papar Fadil.

Hilangkan Night Ride dan Sunmori Tak Tertib Aturan

Ratusan bikers mengikuti Sunday morning ride (Sunmori) sembari mengkampanyekan road safety. (Istimewa)
Ratusan bikers mengikuti Sunday morning ride (Sunmori) sembari mengkampanyekan road safety. (Istimewa)

Terakhir, Fadil memerintahkan jajarannya untuk menindak setiap pengendara motor yang menggunakan knalpot bising. Termasuk perilaku berkendara yang berisiko.

"Jangan pernah berhenti untuk melakukan upaya-upaya preventif, upaya-upaya edukatif, upaya-upaya penyelesaian akar masalah di hulu. Sehingga kemudian tercipta lalu lintas yang ramah lingkungan di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Demikian juga dengan perilaku berkendara yang penuh dengan risiko," kata dia.

Fadil mengingatkan, masyarakat dapat menyalurkan hobi berkendara dan otomotif sesuai dengan aturan yang berlaku. Utamakan juga kenyamanan orang lain sebagai bentuk menghormati hak sesama warga negara.

"Ada night ride, ada sunmori atau sunday morning ride, hilangkan (perilaku berkendara berisiko), lakukan edukasi, sosialisasi, agar perilaku ini tidak dinodai dengan perilaku-perilaku berkendara yang penuh dengan risiko," terang Fadil.

Menurut Fadil, menikmati suasana pagi dan malam di Jakarta dapat dilakukan dengan cara yang tepat dan ramah masyarakat sekitar. Hal tersebut juga akan membangun perilaku beretika dan tertib aturan di Ibu Kota.

"Silakan menikmati indahnya Jakarta di malam hari, tapi tentunya dengan perilaku berkendara yang sopan, yang tidak melanggar, yang membahayakan jiwa orang lain. Silakan berkeliling Jakarta di pagi hari, tentunya dengan perilaku berkendara yang sopan, perilaku berkendara yang tdk membahayakan diri sendiri dan jiwa orang lain," Fadil menandaskan.

(Syauyiid Alamsyah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: