4 Kabar Terkini Gunung Merapi yang Kembali Erupsi Jumat 25 Juni Pagi

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kembali erupsi pada Jumat (25/6/2021) pagi.

Gunung yang paling aktif di Indonesia ini mengeluarkan awan panas guguran pada pukul pada pukul 04.43 WIB dengan jarak luncur sejauh 3.000 meter ke arah tenggara.

Ada pun sejumlah wilayah yang terdampak antara lain dilaporkan, Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Dusun Srunen di Kelurahan Glagaharjo.

Meski diguyur hujan abu dari puncak Merapi, menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan, tidak sampai membuat warga yang ikut terdampak menjadi panik.

"Warga di wilayah-wilayah tersebut tetap tenang dan terus bersiaga. Kondisi tetap aman terkendali dan warga tetap beraktivitas seperti biasa," kata Makwan, Jumat dilansir Antara.

Meski kembali erupsi, hingga saat ini pihak Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

Berikut kabar terbaru Gunung Merapi yang kembali erupsi pada Jumat pagi dihimpun Liputan6.com:

1. 3 Kali Luncurkan Awan Panas

Gunung Merapi dilaporkan tiga kali meluncurkan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum sejauh 3.000 meter ke arah tenggara.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, mengatakan awan panas guguran Gunung Merapi itu terjadi pada pukul 04.43 WIB dengan amplitudo 75 mm serta durasi 61, 132, dan 245 detik.

"Jarak luncur maksimum 3 kilometer ke arah tenggara. Teramati kolom asap setinggi lebih kurang 1.000 meter di atas puncak," ujar Hanik dikutip dari Antara.

2. Didominasi Gempa Guguran

Pasca-luncuran awan panas guguran itu, menurut Hanik, kegempaan di Gunung Merapi didominasi oleh gempa guguran. Selain itu, hujan abu juga dilaporkan terjadi di beberapa tempat.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mematuhi rekomendasi BPPTKG dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik, seperti menggunakan masker dan menutup penyimpanan air," katanya.

3. Hujan Abu Tipis Melanda Klaten

Akibat awan panas itu hujan abu tipis melanda beberapa daerah di lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Klaten, Jumat pagi (25/6/2021). Meski seperti itu, warga di lereng Gunung Merapi tetap beraktivitas seperti biasa.

"Di Kemalang, daerah terdampak hujan abu berada di Balerante dan Deles Sidorej. Kalau arah letusannya sendiri mengarah ke Magelang. Warga tetap beraktivitas seperti biasa," kata Kapolsek Kemalang, AKP Suharto dikutip Solopos.

Hal senada dijelaskan Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jainu. Menurut dia, hujan tipis sempat melanda di seluruh wilayah kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi, Jumat pagi.

4. Guguran Awan Panas Hujani Sejumlah Wilayah Sleman

Sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dilanda hujan abu akibat guguran awan panas Gunung Merapi.

"Pagi ini abu vulkanis tipis terpantau turun di permukiman warga lereng Merapi, yakni di Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Dusun Srunen di Kelurahan Glagaharjo, Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sleman Makwan seperti dilansir Antara.

Menurut dia, hujan abu juga terjadi di lereng Merapi sisi tengah, yakni di Dusun Ngrangkah dan Dusun Plosokerep, Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan.

"Sedangkan di wilayah lereng barat Merapi, hujan abu terpantau di Dusun Turgo, Kelurahan Purwobinangun, Kecamatan Pakem," katanya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel