4 Kalimat yang Disukai Allah SWT

Syahdan Nurdin, santrikreatif1-340

VIVA – Manusia diciptakan dengan bentuk sempurna. Bentuk Manusia sebenarnya sama dengan hewan-hewan yang lainnya, hanya saja antara manusia dan hewan laninya mempunyai perbedaan bentuk dan fungsi.

Seperti halnya akal dan lisan. Hewan diciptakan tanpa akal, dan mulutnya pun tidak bisa buat bicara. Sedangkan manusia, diciptakan dengan hiasan akal untuk berpikir, dan mulut untuk berbicara.

Akan tetapi perlu diketahui, meskipun manusia dihiasi akal dan mulut yang bisa digunakan untuk berbicara, suatu saat nanti akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, agar mulut kita terbebas dari perkataan-perkataan kotor, perlu kita biasakan berbicara yang baik.

Nah, empat kalimat di bawah ini, bisa dijadikan sebagai bahan pembiasaan berbicara baik.

1.      Subhanallah ( Maha Suci Allah )

Kalimat “Subhanallah” sangat baik diucapkan pada saat kita melihat sesuatu yang menakjubkan. Pasalnya orang yang mengucapkan kalimat itu pada saat melihat sesuatu yang menakjubkan minimal hatinya terdorong untuk mengingat Allah SWT.

2.      Alhamdulillah ( Segala puji bagi Allah )

Kalimat “Alhamdulillah” diucapkan pada saat kita mendapatkan sesuatu. Kalimat ini berfungsi untuk melatih hati kita agar senantiasa memuji Allah SWT. Sudah kita ketahui bersama bahwa segala nikmat yang kita terima asalnya dari Allah SWT.

3.      La ila haillallahu ( tiada Tuhan selain Allah )

Kalimat tauhid ini dibaca untuk mengingatkan hati kita agar senantiasa mengingat Allah SWT. Karena hati kita mudah lupa dan lalai. Oleh karena itu, perlu kita bantu hati kita dengan mengucapkan kalimat “La ila haillallahu”.

4.      Allahu Akbar ( Allah Maha Besar )

Kalimat yang keempat ini hampir sama dengan kalimat yang pertama. Sama dalam kondisi menakjubkan hati. Jadi setiap saat kita melihat sesuatu yang menakjubkan alangkah baiknya kita ucapkan kalimat “Allahu Akbar”.

Itulah empat macam kalimat yang disukai Allah SWT. Empat kalimat tersebut dapat kita jadikan bahan pembiasaan berbicara baik. Insyaallah kalau mulut kita sudah terbiasa mengucapkan kalimat-kalimat itu, mulut kita akan terbebas dari berbicara yang kotor. Barakallahu fi lisanika ( semoga Allah SWT senantiasa memberkahi mulutmu).