4 Keadaan Manusia di Padang Mahsyar Setelah Kiamat

Dian Lestari Ningsih, QieyRomdani
·Bacaan 1 menit

VIVA – Di Padang Mahsyar, manusia dituntut untuk memperhitungkan semua perbuatannya yang kemudian disebut Hari Perhitungan. Diketahui, di Padang Mahsyar inilah seluruh manusia sejak Nabi Isa, hingga orang terakhir dikumpulkan oleh Allah.

Semua makhluk-Nya dibangkitkan, dan diadili di tempat tersebut. Disebutkan pula bahwa di Padang Mahsyar setiap jiwa merasakan pembalasan dari apa yang dulu pernah dilakukan dan mengembalikannya kepada Allah. Namun, yang selalu menjadi pertanyaan, bagaimana keadaan yang dinamakan Padang Mahsyar.

Disebutkan alam Mahsyar atau Padang Mahsyar adalah tempat berkumpulnya manusia setelah hari kiamat. Alam Mahsyar berada di atas tanah putih kemerah-merahan seperti tepung roti yang bersih dan tidak ada kehidupan, yang disebutkan pula tanah ini belum pernah ditempati seorang pun. Keadaan hamparan Tanah Putih tersebut, tidak ada gunung, lembah ataupun bangunan satu pun.

Pada hari perhitungan semua akan datang kepada Allah sendiri-sendiri, dan mereka tidak memiliki siapa-siapa, berjalan sendiri-sendiri, selanjutnya Allah hitung satu persatu dikumpulkan dalam Keadaan Mengharap, takut, dan tak berpakaian.

Selain itu manusia yang dikumpulkan di Padang Arafah dalam keadaan mengharap dan takut, kemudian mereka juga dalam keadaan tidak berpakaian, tanpa alas kaki, tanpa disunat. Manusia pertama yang akan diberi pakaian pada hari kiamat menurut riwayat Bukhari-Muslim, yaitu Nabi Ibrahim.

SUMBER ASLI