4 Kritikan Keras Giring PSI Kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha melontarkan kritik pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Dirinya menilai Anies telah menipu rakyat sebab menggelontorkan uang Rp 1 triliun untuk ajang balap Formula-E.

"Kasus Formula E adalah contoh paling lugas dan jelas kebohongan Gubernur Anies memimpin. Pada saat rakyat DKI Jakarta kehilangan pekerjaan, ada anggota keluarga meninggal atau bahkan terkena Covid-19, uang pajak mereka justru dipakai untuk acara balapan Mobil Formula E," tegasnya, Selasa (21/9/2021).

Bagi Giring dan PSI, langkah Anies dengan tetap menggelar Formula E adalah bentuk pengkhianatan terbesar terhadap rakyat yang sedang kesusahan terhadap pandemi.

Meski lontaran kritik pedas ditujukan kepada Anies, Giring menyatakan bahwa kritikan yang disampaikan bukan upaya untuk menjatuhkan Gubernur DKI Jakarta tersebut dari jabatannya.

Berikut empat pernyataan Giring PSI soal kritikan keras yang dilontarkan dirinya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dihimpun Liputan6.com:

1. Pembohong dan Rugikan Rakyat

Untuk menggelar Formula E, setidaknya Pemprov DKI Jakarta telah menggelontorkan uang sebesar Rp 1 triliun. Giring meyakini, uang itu adalah milik rakyat yang dihamburkan Anies ketimbang menyelamatkan kondisi rakyat akibat pandemi.

"Gubernur Anies malah memakai uang mereka untuk bermewah mewahan untuk acara balap mobil. Sementara di media dan publik Pak Gubernur pura-pura peduli diam atas penderitaan rakyat," tandasnya.

Menurut Giring, Anies adalah seorang pembohong yang telah menggunakan uang rakyat demi ego pribadi.

"APBD Jakarta yang begitu besar dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi untuk maju sebagai calon presiden 2024. Dia mengabaikan tekanan rakyat yang meminta dia membatalkan rencana balap mobil Formula E dan menggunakan Rp1 triliun uang rakyat untuk acara tidak berguna itu," kata Giring.

2. Imbau Rakyat Tak Pilih Anies Di Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) menyapa orang-orang saat tiba di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies akan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada tahun 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) menyapa orang-orang saat tiba di halaman Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies akan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada tahun 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Plt PSI ini juga meminta kepada khalayak untuk tidak memilih Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai calon presiden Indonesia berikutnya.

"Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai jatuh ke Anies Baswedan," kata Giring seperti dikutip dari akun resmi Twitter PSI, Selasa (21/9/2021).

Giring menegaskan, seorang pemimpin sejati akan berupaya sekeras mungkin untuk menyelamatkan rakyat dan seorang pembohong tidak demikian.

"Pemimpin selamatkan uang rakyat untuk kepentingan yang lebih besar," tegas Giring.

3. Optimistis Interpelasi Formula E Lancar

Sebagai perwakilan PSI yang merupakan inisiator dari Interpelasi Formula E, Giring yakin sebagian besar DPRD DKI Jakarta masih memiliki niat baik memperjuangkan hak masyarakat.

“Dan saya percaya masih ada niat baik dari partai partai lain di DPRD DKI Jakarta yang ingin mendukung hak interpelasi, karena ini mewakili pertanyaan masyarakat DKI Jakarta untuk apa uang rakyat triliunan dipakai untuk acara balap mobil," pungkasnya.

"Bersama PSI jaga uang rakyat," tandas Giring Ganesha.

4. Tak Bermaksud Menjatuhkan

Giring Ganesha menegaskan kritik kerasnya terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan upaya menjatuhkan.

Giring pun menekankan langkah interpelasi yang diinisiasi PSI bukan sebagai langkah menurunkan Anies dari jabatannya.

"PSI tidak ingin menjatuhkan Gubernur Anies lewat hak Interpelasi, karena bertanya adalah hak yang konstitusional," ujar Giring kepada merdeka.com, Selasa (21/9/2021).

Cindy Violeta Layan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel