4 Macam Vapor Paling Populer, Beserta Harga dan Dampaknya pada Kesehatan

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Ada macam vapor yang diperjual berikan dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk penikmat rokok elektrik. Vapor dibagi menjadi beberapa jenis yang tentunya bisa kamu pilih sesuai kebutuhan. Apalagi bagi kamu yang baru mencoba, pasti membutuhkan referensi dan penjelasan mengenai vapor yang paling populer.

Vapor atau rokok elektronik, merupakan sebuah benda yang belakangan populer jadi barang substitusi rokok. Sebagian masyarakat bahkan menganggapnya sebagai solusi untuk orang yang ingin berhenti merokok. Macam vapor yang terkenal di pasaran adalah VAPE dan IQOS.

Macam vapor dan harga yang terbaru perlu kamu kenali agar mendapatkan yang sesuai dengan keinginan. Vapor menawarkan berbagai rasa dan memiliki berbagai jenis alat pemanas untuk memanaskan cairan vapor yang juga dikenal dengan vaporizer. Namun perlu diingat bahwa rokok elektrik ini juga dapat membahayakan kesehatan.

Berikut ini penjelasan mengenai macam vapor yang paling populer beserta harganya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (14/9/2021).

Macam Vapor Paling Populer

Ilustrasi Rokok Elektrik atau Vape (iStockphoto)
Ilustrasi Rokok Elektrik atau Vape (iStockphoto)

1. Vapor Disposable

Vapor disposable adalah jenis rokok elektronik generasi pertama. kamu hanya dapat menggunakan macam vapor ini satu kali dalam satu waktu. Artinya, macam vapor disposable tidak dapat diisi ulang. Macam vapor disposable tidak lagi berguna jika liquidnya sudah habis. Bentuknya pun sengaja dibuat mirip dengan rokok konvensional.

2. Vaporizer Pen

Macam vapor dan harga yang selanjutnya adalah macam pen. Macam vapor ini memiliki bentuk seperti pulpen berukuran kecil sehingga cocok untuk dibawa ke mana-mana. Vape ini dapat menghasilkan uap dengan cara memanaskan cairan vapor. Ada dua jenis elemen pemanas yang bisa dipilih untuk memanaskan cairan vapor, yaitu:

a. Atomizer

Atomizer merupakan elemen pemanas untuk memanaskan cairan vapor yang mengandung nikotin. Atomizer biasanya harus diganti jika panas yang dihasilkan sudah berkurang kualitasnya, membuat rasa vapor menjadi tidak enak lagi. Dekat dengan atomizer, terdapat tank sebagai tempat bahan yang akan dipanaskan.

b. Cartomizer

Sedangkan elemen pemasan yang kedua adalah Cartomizer. Cartomizer merupakan kombinasi dari cartridge dan atomizer. Pada pengaturannya ini, komponen yang dipanaskan bersentuhan langsung dengan elemen pemanas. Untuk memanaskan elemen pemanas tersebut, vaporizer pen membutuhkan baterai sebagai energi. Baterai ini bisa diisi ulang dan biasanya mempunyai tegangan sebesar 3,7 volt.

Untuk harga, vaporizer pen ini biasanya dibanderol dengan harga sekitar Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Kamu bisa memilih macam vapor satu ini jika menginginkan vape yang kecil dan mudah dibawa. Kamu harus mengingat pyla bahwa baterai vapor bisa meledak, sehingga kamu perlu berhati-hati ketika menggunakannya agar tidak membahayakan. Simpan di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak.

3. Vaporizer Portable

Macam vapor berikutnya adalah vaporizer portable. Macam vapor ini bentuknya lebih besar dibandingkan dengan vaporizer pen. Namun, macam vapor dan harga yang satu ini juga bisa dibawa kemanapun, sama seperti vape pen. Walaupun memiliki ukuran yang lebih besar, vape portable masih bisa dimasukkan ke dalam kantong pakaian.

Pada vape portable cairan vape tidak berkontak langsung dengan elemen pemanasnya. Hal inilah yang membuat hasil rasa dari vape portable lebih baik dan asap yang lebih sedikit. Untuk baterai pada vape portable biasanya bisa bertahan 2 hingga 3 jam atau bahkan lebih.Untuk hasil uap yang dihasilkan oleh vape sebenarnya tergantung dari daya baterai. Seberapa banyak elemen pemanas atau kawat yang ada di atomizer (biasanya 0,5 Ohm sudah cukup optimal untuk menghasilkan panas), dan komposisi dalam cairan vape. Apabila semakin tinggi kadar vegetable glycerin, maka akan semakin banyak uap yang bisa dihasilkan. Namun, panas tinggi yang bisa dihasilkan dari alat vape bisa meningkatkan risiko vape untuk meledak.

Selain mengandung nikotin, vape juga mengandung dasar perasa dari propylene glycol dan vegetable glycerin dengan kadar yang bervariasi dengan kekentalan yang berbeda-beda. Propylene glycol memiliki tingkat kekentalan yang rendah cenderung berair, sedangkan vegetable glycerin lebih kental dan rasanya juga lebih manis. Keduanya berpotensi menimbulkan reaksi alergi. Untuk harga dari vaporizer portable ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 200.000 hingga Rp 1.000.000. Kamu juga bisa memilih macam vapor yang satu ini.

4. Vaporizer Desktop

Macam vapor yang terakhir adalah berbentuk desktop. Macam vapor ini memiliki ukuran yang lebih besar dari bentuk pen dan portable. Bentuk desktop ini tidak bisa dibawa kemana-mana. Vapor desktop ini hanya bisa digunakan di rumah atau di satu tempat saja. Vapor desktop juga membutuhkan permukaan yang datar untuk meletakkannya, serta memerlukan pasokan energi yang stabil agar dapat berfungsi dengan baik. Karena membutuhkan pasokan energi yang stabil agar vape ini bisa bekerja, menjadikan vape desktop ini bisa menghasilkan panas yang lebih maksimal, rasa yang lebih tajam, dan uap yang lebih banyak daripada vape lainnya.

Namun kamu tetap perlu berhati-hati ketika menggunakan macam vapor ini, karena semakin banyak uap yang dihasilkan, maka semakin tinggi juga risiko kesehatan yang bisa dialami. Untuk harga dari vape desktop ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000. Kamu bisa memilih macam vapor satu ini jika tidak perlu membawanya ke mana-mana, atau hanya menggunakannya di satu tempat saja.

Kandungan dalam Uap Vapor dan Dampaknya pada Kesehatan

Ilustrasi Vape Credit: pexels.com/Chiara
Ilustrasi Vape Credit: pexels.com/Chiara

Risiko menghirup Vapor atau vape atau rokok elektrik tidak jauh berbeda dengan rokok biasa. Kandungan nanopartikel beracun dalam Vapor dapat menumpuk dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan. Menghirup uap vapor telah dikaitkan dengan penyakit asma, stroke, penyakit jantung, dan diabetes. Penelitian lain juga menemukan bahwa uap yang dihasilkan rokok elektrik mengandung pelarut, di mana terkandung nikotin dan perasa. Pelarut ini dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru.

Pelarut dalam vapor tersebut dapat berubah menjadi senyawa yang lebih berbahaya, yaitu karbonil. Senyawa karbonil ini, contohnya adalah formaldehida dan asetaldehida yang dapat menyebabkan kanker. Semakin tinggi daya vaporizer bahkan bisa menghasilkan formaldehida yang sama seperti yang ditemukan dalam asap tembakau. Selain nikotin dan pelarut, uap vape juga mengandung perasa dan pengawet. Walaupun keduanya mungkin aman, uap vape ini bisa juga membahayakan kesehatan ketika dihirup dan masuk ke saluran pernapasan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel