4 Mafia Tanah di Kubu Raya Jadi Tersangka, Satu Orang Ditahan

Hardani Triyoga, Ngadri (Kalimantan Barat)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Satuan Tugas (Satgas) mafia tanah Polda Kalimantan Barat telah menetapkan 4 orang tersangka berinisial A, UF, H, dan T. Keempat tersangka tersebut di duga terlibat dalam kasus sindikat pembuatan sertifikat palsu di Desa Durian, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Empat pelaku pembuat sertifikat palsu tersebut di antaranya A mantan pegawai Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya. Tersangka A juga ketua tim ajudikasi di Desa Durian, Kabupaten Kubu Raya pada 2008. Lalu, UF mantan kepala Desa Durian pada 2008, H pemegang Surat Hak Milik dan T juga pemegang surat hak milik.

Terkait kasus ini, VIVA coba melakukan penelusuran di Desa Durian yang kemudian bertemu dengan salah seorang tersangka berinisial UF. Status UF pada Kamis kemarin diumumkan sebagai tersangka dengan menggunakan baju tahanan serta celana panjang.

UF menyebut meski statusnya tersangka, ia tak ditahan bersama dua orang lainnya. Kata dia, hanya satu tersangka yang ditahan.

"Kemarin selesai kegiatan di Polda saya tidak ditahan. Tapi, katanya saya sebagai tersangka. Padahal, saya tidak tahu sama sekali tentang kasus mafia tanah ini, karena pada tahun 2008 yang membuat Surat Pernyataan Tanah (SPT) adalah sekretaris saya yang sudah saya pecat," ujar UF kepada VIVA pada Minggu, 25 April 2021.

Ia mengatakan, kasus mafia tanah yang diungkap Polda Kalbar merupakan program ajudikasi pada 2008 sebanyak 147 persil. Pun, untuk memenuhi syarat pembuatan sertifikat itu salah satunya adalah surat pernyataan tanah (SPT).

Namun, kata dia, SPT yang diterbitkan waktu itu hanya 100 lembar. Sementara, sisanya sebanyak 47 lembar dibuat sendiri oleh A yang merupakan ketua tim ajudikasi.

"Saya hanya menerbitkan SPT 100 lembar, dan sisanya saya tidak tahu karena saat sertifikat. Jadi, yang diserahkan kepada masyarakat hanya 100 buku tanah. Kemudian, yang 47 oleh A diberikan kepada orang yang merupakan keluarga A," tutur UF.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go membenarkan, yang ditahan cuma 1 orang dari 4 tersangka tersebut.

"Iya, benar bang yang ditahan hanya tersangka utama mantan BPN, dan yang lain tidak ditahan karena sangat kooperatif saat diperiksa," ujarnya.