4 Makanan Kucing Terbaik, Simak Juga Cara Membuatnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Ada beragam jenis makanan kucing yang dijual di pasaran dengan berbagai bentuk. Namun, memilih makanan kucing yang tepat memang menjadi hal yang tidak bisa sembarangan. Sebab pemilihan makanan kucing yang tepat menjadi penentu tumbuh kembang kucing kesayangan. Bahkan tidak semua jenis makanan kucing cocok diberikan dan bisa saja menimbulkan masalah kesehatan.

Makanan kucing hendaknya memenuhi kriteria umum. Adapun beberapa kriteria umum dari makanan kucing tersebut yaitu tinggi protein, rendah karbohidrat, serta memiliki kandungan mineral serta vitamin.

Beragam jenis makanan kucing bisa dengan mudah didapatkan di pet shop atau dibuat sendiri di rumah. Berikut Liputan6.com telah merangkum beragam makanan kucing dari sumber, Kamis (26/11/2020).

1. Dry food

Makanan kucing  (sumber: Pixabay)
Makanan kucing (sumber: Pixabay)

Dry food atau makanan kucing tipe kering ini, merupakan jenis makanan kucing yang paling populer dan banyak digunakan. Sebab, makanan ini lebih ekonomis dan relatif mampu bertahan lebih lama. Bahkan jenis makanan kucing ini memiliki umur simpan yang relatif lama.

Proses pembuatan makanan ini dengan cara ekstrusi daging menggunakan tekanan serta suhu yang tinggi.

2. Wet Food

Wet Food (makanan basah)  (sumber: Pixabay)
Wet Food (makanan basah) (sumber: Pixabay)

Wet food atau makanan jenis basah lebih disukai sebagian besar kucing, terutama dibanding dry food. Selain itu, wet foot juga mengandung air tambahan yang sangat bermanfaat untuk ginjal dan seluruh sistem saluran kemih. Makanan kucing ini juga mudah dimakan dan sangat lezat.

3. Makanan protein rendah

Makanan Kucing Murah Berkualitas (Photo by Laura Chouette on Unsplash)
Makanan Kucing Murah Berkualitas (Photo by Laura Chouette on Unsplash)

Sebenarnya, banyak yang merekomendasikan makanan kucing dengan kandungan protein tinggi di dalamnya. Namun, dengan kondisi medis tertentu, beberapa kucing memerlukan asupan makanan dengan kandungan rendah protein.

Makanan kucing jenis ini memang umum diberikan pada kucing yang bertahan hidup dengan menderita penyakit ginjal kronis. Dengan mengurangi asupan protein dari makanan, maka bisa perlambat perkembangan penyakit serta mengurangi beban kerja ginjal dalam mengeluarkan beragam limbah protein.

Selain itu, dengan semakin sedikitnya protein juga artinya akan lebih sedikit kebutuhan untuk ekskresi protein melalui yang melalui mekanisme penyaringan ginjal, serta turut membantu menjaga fungsi ginjal.

4. Makanan mentah

Makanan kucing  (sumber: Pixabay)
Makanan kucing (sumber: Pixabay)

Kemudian, jenis makanan ini sering diberikan banyak pecinta kucing dengan alasan makanan mentah dapat meniru mangsa yang kucing konsumsi di alam liar. Sumber makanan kucing mentah berasal dari otot hewan mentah, daging organ, dan tulang.

Banyak para pemilik kucing yang menyiapkan makanan jenis ini secara mandiri. Nnamun ada juga para penjual makanan kucing mentah. Sebenarnya, manfaat dari pemberian makanan jenis mentah ini berasal dari kandungan asam amino seperti taurin, asam lemak, dan vitamin dan mineral penting lainnya di mana hanya bisa ditemukan dalam daging. Namun yang perlu diingat, tidak semua kucing dapat mentolerir jenis makanan mentah.

Cara Memilih Makanan Kucing yang Tepat

Makanan kucing  (sumber: Pixabay)
Makanan kucing (sumber: Pixabay)

Sesuaikan dengan umur

Seperti manusia, tiap umur dari kucing juga memerlukan kebutuhan nutrisi yang berbeda. Sehingga tidak heran jika jenis makanan kucing yang diberikan harus benar-benar diperhatikan.

Umumnya, anak kucing membutuhkan makanan dengan protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan kucing dewasa. Sedangkan kucing yang usianya lebih tua atau sudah lanjut usia membutuhkan protein yang lebih rendah dibandingkan dengan kucing dewasa. Namun tenang saja, biasanya dikemasan makanan kucing tersebut sudah terdapat keterangan umur.

Ketahui kebutuhan kucing

Selain dari segi usia, perlu juga memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh kucing. Kondisi kesehatan maupun gaya hidup kucing menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Seperti untuk kucing menyapih, hamil, serta berbagai tahap usia 'senior'. Selain itu, makanan kucing yang melalui tindakan medis kebiri juga tersedia dan umumnya rendah akan kandungan kalori. Pemberian makanan tersebut bisa mengurangi kemungkinan kucing jadi kelebihan berat badan setelah dikebiri.

Kemudahan mendapat makanan

Jika Anda terbiasa menggunakan salah satu jenis makanan kucing, maka pastikan menggunakan jenis makanan tersebut serta pastikan Anda tahu di mana harus membeli makanan kucing tersebut. Sebab, dengan adanya perubahan mendadak dalam pola makan bisa menyebabkan kucing berhenti makan bahkan diare.

Sesuaikan budget

Memang hal ini tidak kalah penting. Jangan paksakan untuk membeli jenis makanan kucing yang kelewat mahal. Anda bisa menggantinya dengan alternatif lain yang lebih murah dan sehat seperti di bawah ini.

Cara Membuat Makanan Basah untuk Kucing

Ilustrasi Ikan Tongkol  (Photo by pasja1000 on Pixabay)
Ilustrasi Ikan Tongkol (Photo by pasja1000 on Pixabay)

Apabila budget membeli makanan kucing memang terbatas, maka tidak ada salahnya Anda mencoba membuat sendiri makanan basah untuk kucing dengan resep berikut ini.

Ikan Tongkol dengan Wortel

Bahan:

- Ikan tongkol, rebus dan suwir-suwir

- Wortel segar, rebus dan parut

- 1/3 cangkir oatmeal masak

Cara membuat:

a. Rebus ikan dan wortel sampai empuk dan matang.

b. Jika bahan-bahan tersebut sudah matang, masukkan ke mangkuk dan aduk rata.

c. Jika masih sisa, bisa disimpan dalam kulkas agar tahan lama, maksimal 3 hari.

Tahu dengan Ikan

Bahan:

- Tahu rebus

- Ikan tuna rebus

- Olive oil (opsional)

Cara membuat:

a. Pisahkan daging ikan dari duri.

b. Campur daging ikan dan tahu hingga halus dengan garpu.