4 Makanan Tradisional Khas Perayaan Maulid Nabi Muhammad

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Umat Muslim merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari ini, Kamis (29/10/2020). Bertepatan dengan momen ini, masyarakat di berbagai daerah di Tanah Air biasanya menyajikan makanan-makanan khas.

Adapun makanan tersebut juga disuguhkan dengan penyajian yang tradisional khas daerah setempat. Lantas, apa saja sederet makanan khas yang biasanya identik dengan perayaan Maulid Nabi? Yuk, simak rangkuman selengkapnya seperti di bawah ini.

1. Ampyang Maulid

Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah turut ditandai dengan tradisi kirab ampyang. Adapun makanan tradisional ini terbuat dari tepung dengan sentuhan macam-macam warna.

2. Kue Kolombengi

Kudapan tradisional ini disajikan dalam perayaan walima atau Maulid Nabi Muhammad SAW di Gorontalo. Masyarakat di sana menyiapkan kue-kue, seperti kolombengi, wapili, bulu deli, yang disusun rapi juga dihias. Kue kolombengi dijadikan hiasan Tolangga, yang mana Tolangga tersebut terbuat dari rotan yang berbentuk perahu atau menara.

3. Telur Male

Perebutan telur male merupakan tradisi yang kerap ditemukan saat perayaan Maulid Nabi di Kendari. (dok. istimewa)
Perebutan telur male merupakan tradisi yang kerap ditemukan saat perayaan Maulid Nabi di Kendari. (dok. istimewa)

Sementara di Kendari, Sulawesi Tenggara, telur male jadi makanan yang disajikan ketika perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Telur-telur yang dihias warna-warni ini digantung di batang pisang.

4. Ketupat Sumpil

Ketupat Sumpil jadi makanan di perayaan Maulid Nabi di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Ketupat yang telah dikenal sejak zaman Sunan Kalijaga ini disajikan pada tradisi weh-wehan menyambut Maulid Nabi.

Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Jangan Remehkan Cara Pakai Masker (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: