4 Manfaat Teknologi BRIBrain untuk Tingkatkan Kualitas Layanan BRI

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tidak pernah berhenti untuk bertransformasi dan berinovasi agar dapat terus melayani masyarakat secara cepat serta sesuai kebutuhan zaman. Salah satu terobosan dalam tranformasi digital tersebut adalah penggunaan BRIBrain, yang memperkuat kepemimpinan BRI di lini teknologi dalam menghadirkan simplifikasi layanan pada era industri 4.0.

BRIBrain adalah platform artificial intelligence dan machine learning yang digunakan BRI untuk menyimpan, memproses, dan mengonsolidasikan segala informasi dari berbagai sumber. Melalui BRIBrain, layanan keuangan yang dihadirkan BRI untuk nasabah dapat lebih terukur, terjaga kualitasnya, minim risiko, dan bisa diberikan secara efisien.

“BRIBrain adalah ‘otak’ BRI untuk mengambil keputusan dan membuat BRIScore secara presisi. Penggunaan BRIBrain sejalan dengan niat kami menjadi perusahaan yang bergerak cepat dan juga harus sesuai data (data driven). Dengan BRIBrain, keputusan bisnis dapat kami ambil secara lebih tepat, cepat, dan menjangkau lebih luas masyarakat, terutama pelaku UMKM sebagai nasabah terbesar BRI,” ujar Direktur Utama BRI Sunarso.

Ada empat manfaat yang muncul dari kehadiran BRIBrain untuk meningkatkan kualitas layanan BRI.

1. Manfaat pertama ada pada sistem penilaian BRILink (BRILink Score). Karena BRIBrain, penilaian kelayakan calon Agen BRILink dapat dilakukan secara praktis.

2. BRIBRain membuat proses penilaian kredit (Credit Scoring) BRI berjalan lebih akurat. Melalui pendekatan machine learning, penilaian kelayakan kredit calon debitur bisa dilakukan secara lebih cepat dan minim risiko. Karena proses yang cepat, maka persetujuan dan pencairan pinjaman bisa dilakukan secara instan, dan risiko kredit macet bisa diminimalisir.

“Memanfaatkan BRIBrain, kami sudah bisa mencairkan pinjaman digital tanpa perlu bertatap muka dengan calon nasabah. Proses pengajuan hingga pencairan kredit juga bisa dilakukan hanya dalam waktu 10 menit, melalui produk seperti Ceria dan Pinang,” ujarnya.

Petakan Profil dan Cepat Temukan Potensi Penipuan

Ilustrasi cara mencegah fraud. Dok: independent.co.uk
Ilustrasi cara mencegah fraud. Dok: independent.co.uk

3. BRIBrain membantu BRI memetakan profil nasabah secara cepat. Hal ini membuat pendekatan dan komunikasi yang dilakukan BRI berlangsung secara cepat dan tepat terhadap masing-masing nasabah. Pemetaan ini membuat nasabah BRI akan mendapat rekomendasi yang sesuai terkait produk simpanan, pinjaman, atau investasi, serta promo-promo menarik dan terkini dari perseroan.

4. Teknologi BRIBrain membuat BRI bisa lebih cepat menemukan potensi penipuan (fraud) yang dapat menimpa nasabah atau perseroan. BRIBrain dapat menemukan anomali dan tindak kejahatan yang dialami nasabah saat bertransaksi melalui berbagai kanal. Potensi fraud yang terbaca akan digunakan sebagai dasar BRI memperbaiki layanan dan melindungi nasabah.

“BRI dapat melakukan langkah preventif dan memperingatkan nasabah agar berhati-hati dalam melakukan transaksi, dari temuan potensi penipuan yang dikumpulkan BRIBrain. Hal ini membuat para nasabah, pelaku UMKM, dan debitur akan merasa lebih nyaman dan aman ketika mengakses semua layanan keuangan dari BRI,” katanya.

Direktur Utama Bank BRI Sunarso. (Dok: BRI)
Direktur Utama Bank BRI Sunarso. (Dok: BRI)

Dengan pemanfaatan dan pengumpulan Big Data secara terintegrasi ini, BRI dapat lebih efisien dan bergerak secara tepat untuk memenuhi seluruh kebutuhan nasabah. Ke depannya, BRIBrain akan terus berkembang sehingga dapat fokus menyokong upaya BRI meningkatkan inklusi keuangan mulai dari segmen ultra mikro di Indonesia.

“BRIBrain menjadi wujud komitmen kami menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan efisien serta menjangkau seluruh pelosok negeri. Program ini menjadi tulang punggung kami dalam memenuhi segala kebutuhan masyarakat di era kemajuan teknologi dan kenormalan baru akibat pandemi Covid-19,” pungkas Sunarso.

(*)