4 Menit Obrolan Irjen Fadil Imran & Pelaku Pengedit Wikipedia

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaku pengedit profil Wikipedia Irjen Fadil Imran ditangkap. Adalah Nyoman Edi, pria berusia 33 tahun yang mengaku bekerja sebagai trading saham.

Tidak lama setelah ditangkap, Nyoman Edi, pelaku pengedit Wikipedia, mendapat tamu tak diduga. Ialah Irjen Fadil Imran yang berkunjung.

Pertemuan itu berlangsung hanya kurang dari 5 menit. Namun, berbuah restorative justice, saling maaf memaafkan.

Berikut 4 menit perbincangan antara Irjen Fadil Imran-Nyoman Edi:

Irjen Fadil: Oh ini (pelakunya). Duduk saja duduk, santai saja enggak apa-apa. Siapa namanya?

Pelaku: Nyoman Edi pak,

Irjen Fadil: Nyoman, editan-editan kenapa kamu mengedit Wikipedia saya?

Pelaku: Saya punya pengalaman buruk dan tidak baik dengan anggota Kepolisian,

Irjen Fadil: Oh begitu ya, jadi punya pengalaman buruk berinteraksi dengan polisi. Begitu ada kejadian kamu tertarik mengedit saya punya profil Wikipedia saya,

Pelaku: Iya,

Irjen Fadil: Kerja apa sekarang?

Pelaku: Trading saham

Irjen Fadil: Oh trading saham. Terus kamu kenal profil pribadi saya secara langsung enggak atau pernah kenal saya secara langsung enggak?

Pelaku: Sebelumnya saya tidak tahu persis bagaimana profil bapak sebelumnya,

Irjen Fadil: Mengedit itu maksudnya supaya apa?

Pelaku: Keisengan itu saja,

Irjen Fadil: Oh oke, ada perasaan kecewa lalu ada momentum ini, Nyoman kemudian melampiaskan kekecewaan itu dengan mengeditnya ya. Nah, sekarang saya buka masker saya nih ed, menurut kamu saya seperti apa?

Pelaku: Cukup gagah (sambil tertunduk),

Irjen Fadil: (Tertawa) Apalagi,

Pelaku: Berwibawa,

Irjen Fadil: Gini Nyoman, saya sebenernya tidak terlalu peduli dengan editan-editan kamu itu, bagi saya itu menjadi risiko bagi seorang pejabat publik ya apalagi dalam tugas-tugas mengungkap sebuah peristiwa yang memang berbasis fakta dan mencari kebenaran. Enggak apa-apa itu biasalah. Nyoman sekarang usia berapa?

Pelaku: 33 Tahun,

Irjen Fadil: Ya masih muda, masih panjang perjalannya hidup masih banyak hak yang bisa dilakukan, tidak ada manusia yang jalannya sempurna. Pasti ada sandungan-sandungan pasti ada kerikil-kerikil kecil. Tapi saya juga ingin mengedukasi kepada semua orang bahwa jangan anda pernah berpikir bahwa dalam kesendirian bersama jaringan internet, maka anda akan bisa lari dan sembunyi. Dunia siber itu penuh dengan jejak-jejak digital yang bisa ditelusuri.

Yang kedua saya juga ingin mengedukasi bahwa berekspresi itu hak, tapi ingat berekspresi ada normanya. Internet juga ada etika berinternet, nettiquete namanya.

Tapi enggak usah khawatir seperti yang saya bilang tadi saya maafkan. Dari awal saya tidak mau melaporkan, tidak merasa sakit hati sama sekali dengan editan-editan Nyoman itu ndak ada. Dan tadi pagi saya dilaporkan (penyidik), saya bilang enggak saya mau ketemu Nyoman saja, saya mau maafkan saja dia.

Saya sudah minta kepada penyidik supaya enggak usah diproses hukum. Jangan diulangin lagi. Selesai,

Irjen Fadil: Ada pesan untuk saya lagi?

Pelaku: Terimakasih bapak pesan saya kepada bapak Kapolda Metro Jaya dan jajaran dalam melayani masyarakat bisa makin baik, lebih baik segala sesuatu bisa berjalan lancar dan transparan.

Saya merasa berbeda jadinya karena bapak Kapolda menerima dengan berjiwa besar dan memaafkan.

Sebelumnya kejadian penyuntingan profil Fadil Imran di Wikipedia, viral di jagat maya. Dalam suntingan hoaks tersebut bertuliskan dua poin.

'Tidak menangkap dan menahan FERDY SAMBO, Otak Pembunuhan berencana Brigadir J'.

'Saat ini Fadil diduga menerima suap dari Ferdy Sambo agar tidak menangkap dan menahan dirinya dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J Hutabarat di tahun 2022'.

Atas perkara tersebut pelaku telah diamankan pada Rabu (27/7) lalu di Bali. Namun pelaku tidak akan diproses lebih lanjut karena Fadil telah mencabut laporan tersebut. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel