4 Negara yang Tawarkan Vaksin COVID-19 untuk Turis Asing

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemulihan sektor pariwisata dilakukan melalui berbagai upaya. Satu di antaranya adalah merilis program wisata vaksin bagi turis asing. Sementara di Indonesia masih dalam tahap rencana, program itu telah diresmikan sederet negara.

Mengutip Travel Daily, Jumat, 25 Juni 2021, tidak sedikit agen perjalanan mulai menawarkan paket perjalanan dengan "bonus" vaksinasi COVID-19 di destinasi wisata. Beberapa tawarannya bahkan mulai sering wara-wiri di media sosial.

Jadi, negara mana saja yang menawarkan vaksin COVID-19 untuk turis asing? Berikut beberapa di antaranya.

Maladewa

Maladewa telah mempromosikan "Vaccine Vacations," sebuah rencana menawarkan vaksin COVID-19 pada wisatawan guna memikat pengunjung kembali ke negara kepulauan itu. Rencananya, suntikan vaksin bagi turis akan diberlakukan setelah semua warga telah divaksinasi.

Menteri Pariwisata Maladewa, Abdulla Mausoom, mengatakan, "'Visit, Vaccinate, Vacation', akan memberi wisatawan cara yang nyaman untuk mengakses vaksin. Ide utama dari pariwisata terbuka adalah menyediakan pariwisata yang cukup aman dengan ketidaknyamanan yang minimal.”

Rusia

Menurut kantor berita Rusia, Tass, salah satu kepala industri pariwisata negara itu mengatakan bahwa "tur vaksinasi" sudah siap. Namun, visa dan persyaratan masuk untuk pengunjung asing belum selesai. Harga tur vaksin tiga minggu untuk orang asing akan berkisar antara 1.500--2.500 dolar Amerika Serikat (Rp21,6 juta--Rp36 juta), tidak termasuk biaya penerbangan.

"Produknya sudah siap, tapi masalah dukungan visa dan izin masuk bagi orang asing yang ingin menerima vaksin Rusia belum diselesaikan," Andrei Ignatyev, presiden Persatuan Industri Perjalanan Rusia (RUTI), menyebutkan.

Amerika Serikat

Orang-orang berjalan melewati Gedung Chrysler pada hari yang hangat di New York City (7/6/2021). Cuaca yang hangat di New York dimanfaatkan warga untuk membaca buku hingga berjalan-jalan. (AFP/Angela Weiss)
Orang-orang berjalan melewati Gedung Chrysler pada hari yang hangat di New York City (7/6/2021). Cuaca yang hangat di New York dimanfaatkan warga untuk membaca buku hingga berjalan-jalan. (AFP/Angela Weiss)

Tidak hanya satu, beberapa kota dan negara bagian di Amerika Serikat (AS) menawarkan vaksinasi COVID-19 bagi wisatawan. April lalu, Alaska mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan vaksin gratis pada setiap penumpang yang mendarat di salah satu dari empat bandara utama negara bagian pada bulan Juni.

New York, di sisi lain, telah mengumumkan bahwa mereka akan membatalkan persyaratan residensi untuk menerima vaksin COVID-19. Sebagai ganti, pihaknya akan membuka sentra vaksinasi pop-up di tempat-tempat wisata, seperti Central Park, High Line, dan Jembatan Brooklyn.

Uni Emirat Arab (UEA)

UEA secara mengejutkan meluncurkan wisata vaksin yang menawarkan suntikan gratis pada semua orang dengan visa masuk. Di aplikasi perawatan kesehatan Abu Dhabi, warga, serta pengunjung dapat mendaftar untuk divaksin Pfizer/BioNTech AS-Jerman atau vaksin Sinopharm buatan China.

Pengunjung dapat memesan menggunakan informasi paspor mereka di aplikasi. Bukti visa atau cap masuk diperlukan pada saat inokulasi.

Komite Darurat, Krisis, dan Bencana Abu Dhabi mengatakan bahwa mereka juga telah menyetujui vaksinasi bagi mereka yang memiliki visa masuk atau izin tinggal kedaluwarsa "untuk keselamatan, kesehatan, dan dengan pertimbangan keadaan luar biasa dari pandemi."

Bagaimana dengan Indonesia?

Ilustrasi Bali (dok. unsplash/Jeremy Bishop)
Ilustrasi Bali (dok. unsplash/Jeremy Bishop)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan segera meluncurkan wisata vaksin untuk "menyelamatkan perekonomian Bali." "Bali terus terkontraksi. Karena itu, Bali kami beri prioritas, bahwa Bali jadi yang pertama (untuk wisata vaksin), tapi tidak menutup kemungkinan destinasi-destinasi lainnya," jelas Menparekraf dalam Weekly Press Briefing virtual, Selasa, 22 Juni 2021.

Ia menyatakan wisata vaksin tidak semata untuk menarik wisatawan, tapi juga memperluas jangkauan penerima vaksin COVID-19. Sandi mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan terkait stok vaksin yang diperlukan.

Pada tahap pertama, sasaran wisata vaksin adalah wisatawan nusantara (wisnus). "Vaksin ini tentunya diberikan secara gratis," tuturnya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk mendistribusikan vaksin pada wisatawan mancanegara yang datang ke Bali. Hal itu merupakan nilai tambah bagi turis yang diharapkan sudah bisa memasuki Bali pada kuartal II, sekitar Juli--Agustus 2021.

"Untuk wisatawan mancanegara bisa gunakan vaksin gotong royong atau mandiri yang sudah digagas dan dikoordinasi dengan Kementerian BUMN, dan BUMN-BUMN inilah yang akan menyediakan vaksin gotong royong," kata Sandi. Meski begitu, turis asing yang masuk ke Bali rencananya wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR.

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin COVID-19

Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel