4 Orang Ditangkap di Makassar, Jaringan Teroris Terus Diburu

Dedy Priatmojo, Irfan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memastikan perburuan terhadap kelompok teroris masih dilakukan pasca insiden bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar, pada Minggu kemarin.

"Tim masih terus bekerja, dan nanti kalau sudah selesai, pasti hasilnya akan kami sampaikan," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endra Zulpan, kepada VIVA, Selasa, 30 April 2021.

Terkait dengan aksi penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga bagian dari kelompok pelaku bom bunuh diri, dia menyebut, sampai saat ini masih berjumlah empat orang, yakni bernisial AS, SAS, MR, dan AA. Keempatnya diduga berperan membantu dan mendukung kegiatan peledakan bom bunuh diri.

Dua pelaku bom bunuh diri bernisial L (26) dan YSM (23), yang belakangan diketahui merupakan suami istri, nekat meledakkan diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar saat tengah berlangsung ibadah umat Kristiani.

Anggota tubuh L ditemukan berhamburan di TKP. Bahkan menurut informasi, potongan kepalanya didapatkan dari atas atap gereja. Adapun tubuh YSM, disebutkan hancur berkeping-keping akibat ledakan bom yang diperkirakan berdaya ledak tinggi.

L yang baru menikahi YSM sekitar 6 bulan lalu adalah warga yang beralamat di Jalan Tinumbu, Kota Makassar.

Aparat kepolisian telah mendatangi kediaman L Selasa kemarin. Kedatangan aparat bersenjata lengkap mendapat perhatian dan warga.

Kendati demikian, Kombes Po Endra Zulpan, enggan menyampaikan hasil penggerebekan di kediaman L.

"Nanti setelah penyidikan selesai, maka tentu semua akan disampaikan kepada media," terangnya.

Sebelumnya, bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katolik Katedral, Makassar, pada Minggu (28/3) pagi sekitar Pukul 10.28 WITA. Ledakan terjadi ketika para jemaat di baru saja selesai melaksanakan Misa Minggu Palma di gereja.

Setidaknya 20 korban luka termasuk petugas gereja dan jemaat. Puluhan korban menderita luka berat, sedang dan, ringan.

Menurut polisi, terduga pelaku terdiri atas dua orang yang merupakan pasangan suami istri. Keduanya berboncengan sepeda motor dan ingin menerobos masuk ke dalam gereja.