4 Para Pemain Mungil yang Jadi Tulang Punggung Timnya di Liga 1

Bola.com, Jakarta - Sepak bola Indonesia punya karakter khas dibandingkan kompetisi di Asia Tenggara yaitu cepat dan keras.

Melihat karakter itu, tentu butuh pemain yang punya speed dan badan kokoh untuk bisa eksis di kompetisi.

Namun, Bola.com melihat ada sejumlah nama yang sebenarnya tidak ideal dari segi postur untuk berkiprah di Liga 1 lantaran mereka punya postur mungil.

Sampai saat ini para pemain itu masih bisa eksis dengan memaksimalkan kelebihan yang dimiliki. Mereka mengandalkan kecepatan dan skill individu di atas rata-rata untuk bisa bersaing dengan pemain lain di timnya.

Kelebihannya tersebut jadi senjata untuk membongkar pertahanan lawan. Berikut para pemain mungil yang masih jadi tulang punggung tim Liga 1.

 

 

Riko Simanjuntak

Pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak terjatuh saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara Persija Jakarta melawan Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak terjatuh saat laga pekan ketujuh BRI Liga 1 2021/2022 antara Persija Jakarta melawan Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Pemain yang satu ini hanya memiliki tinggi 160 cm. Namun dia bisa membuat lawan yang punya postur jangkung dan kekar sekalipun kewalahan menghentikan akselerasinya.

Saat ini Riko membela Persija Jakarta. Sejak gabung dengan tim ibukota pada 2018 silam, dia selalu jadi pilihan utama di sayap kanan.

Meski sudah berusia 30 tahun, Riko belum kehilangan kecepatan. Musim ini Persija mulai sering memetik kemenangan saat dia mulai dapat kesempatan main.

Bahkan bek Persija dan timnas Ceko, Ondrej Kudela memberikan pujian kepadanya. Dia mengakui postur Riko memang kecil. Tapi hanya pelanggaran yang berbuah kartu kuning yang bisa menghentikan pergerakannya.

Ketika awal kemunculannya di Liga 1 bersama Gresik United 2015 lalu, bisa dibilang Riko kurang diperhitungkan. Apalagi kompetisi terhenti karena sanksi FIFA.

Baru di musim 2017, pemain asal Pematang Siantar, Sumatera Utara tersebut mencuri perhatian saat membela Semen Padang. Karena dia bermain dalam 34 pertandingan. Artinya, dia tak pernah absen.

Sebagai pemain sayap, Riko adalah pelayan sejati pemain depan. Musim lalu dia membuat 8 assist. Sedangkan musim 2019, Riko membukukan 10 assist. Jumlah yang tinggi untuk pemain sayap.

 

 

Andik Vermansah

Pemain Madura United Hugo Gomes Dos Santos Silva (kiri) berusaha menghalau pemain Bhayangkara FC Andik Vermansah (kanan) dalam pertandingan BRI Liga 1 2021/2022 antara Bhayangkara FC melawan Madura United di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/9/2021). (Bola.com/Ikhwan Yan
Pemain Madura United Hugo Gomes Dos Santos Silva (kiri) berusaha menghalau pemain Bhayangkara FC Andik Vermansah (kanan) dalam pertandingan BRI Liga 1 2021/2022 antara Bhayangkara FC melawan Madura United di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/9/2021). (Bola.com/Ikhwan Yan

Namanya pernah jadi pemain paling populer di Indonesia. Apalagi Andik sempat berstatus pemain dengan nilai kontrak selangit ketika bermain di Liga Malaysia bersama Selangor FA dan Kedah pada periode 2014-2018.

Andik bisa berperan sebagai penyerang, second striker hingga pemain sayap. Tapi dia lebih sering jadi winger karena skill individu dan kecepatannya.

Bisa dibilang Andik kurang ideal jika dipasang jadi striker. Karena posturnya hanya 163 cm. Karier Andik di sepak bola bisa dibilang sangat panjang.

Dia memulai karir profesionalnya saat masih berusia 17 tahun. Kini usianya sudah 30 tahun. Selama 13 tahun berkarir, Andik masih jadi tulang punggung klubnya, Bhayangkara FC.

Musim ini, Andik sudah tampil dalam 7 pertandingan. Meski tidak secepat dulu, Andik mengandalkan pengalamannya.

Pemain kelahiran Jember, Jawa Timur ini lebih efektif. Dia tak banyak membawa bola, tapi bisa melayani pemain depan timnya.

Musim lalu, dia membuat 6 assist bersama Bhayangkara. Musim ini dia belum memberikan assist namun kontribusinya masih dibutuhkan.

 

Terens Puhiri

Terens Puhiri (kanan) yang menjadi salah satu tumpuan Borneo FC berusaha keras untuk bisa melewati barisan pertahanan Persib. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Terens Puhiri (kanan) yang menjadi salah satu tumpuan Borneo FC berusaha keras untuk bisa melewati barisan pertahanan Persib. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tak ada yang meragukan kemampuan pemain asal Papua ini. Dengan postur 167 cm, Terens Puhiri jadi salah satu winger paling cepat di Indonesia.

Sejak muncul di musim 2015, dia setia bersama Borneo FC. Dia sempat membela tim kasta kedua Thailand, Port, namun statusnya hanya pemain pinjaman.

Kini Terens punya peran lebih besar untuk Borneo FC. Maklum, dia ada di usia emas, 26 tahun. Terens selalu jadi starter dalam 11 pertandingan.

Bermain di sayap kanan, kecepatan dan skill individunya sulit dibendung. Sama seperti pemain mungil lainnya. Kebetulan posisinya juga sama.

Dalam 11 laga, Terens sudah mencetak 3 gol dan 4 assist. Statistik paling mentereng jika dibandingkan para winger mungil lainnya.

Ini jadi bukti jika Terens sedang on fire. Kebetulan timnya, Borneo FC saat ini jadi pimpinan klasemen sementara.

 

 

 

Ferry Pahabol

Feri Pahabol berusaha melewati Kleberson saat Persik dikalahkan Madura United 1-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu (6/8/2022). (Bola.com/Gatot Susetyo)
Feri Pahabol berusaha melewati Kleberson saat Persik dikalahkan Madura United 1-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan Pamekasan, Sabtu (6/8/2022). (Bola.com/Gatot Susetyo)

Winger Persik Kediri ini hanya berpostur 163 cm. Namun dia punya skill individu di atas rata-rata. Kemampuannya sebagai striker atau pemain sayap membuat pemain belakang lawan ketar-ketir.

Saat usianya kini sudah 30 tahun, Pahabol memang mengalami sedikit penurunan dari hal kecepatan. Tapi dia tetap jadi tulang punggul Persik Kediri. Dia tampil dalam 11 pertandingan. Meskipun beberapa kali dia masuk sebagai pengganti.

Sayangnya, Persik saat ini masih ada di dasar klasemen Liga 1. Sedangkan Pahabol belum mencetak gol dan assist.

Bisa dibilang mantan pemain Kalteng Putra dan Persipura Jayapura itu ada dalam kondisi tim yang belum menemukan performa terbaik. Padahal saat musim lalu bermain di Persipura, Pahabol mencetak 9 gol dan 5 assist.

Tampaknya ia masih dalam proses adaptasi di Persik. Jika sudah menemukan bentuk permainan terbaiknya, Pahabol sangat bisa mengangkat permainan Persik.

Karena dia punya visi bermain, skill individu hingga finishing yang bagus. Karena Pahabol juga punya insting gol.