4 Pasukan Asing Yang Tak Memble di Liga Inggris : Jagoan Lokal Patut Belajar

Bola.com, Jakarta - Harry Kane harus kerja lebih keras jika ingin menjadi pemain tulen Inggris yang memenangkan Sepatu Emas Premier League musim 2022/2023. Striker Tottenham Hotspur itu berada di urutan ketiga daftar pencetak gol sementara dengan tabungan lima lesakan.

Di tempat kedua dengan tabungan enam gol diisi bomber Fulham berpaspor Serbia, Aleksandar Mitrović. Sedangkan di posisi puncak dikuasai bomber anyar Manchester City asal Norwegia, Erling Haaland. Haaland mengemas 10 gol.

 

Sanggup Kane?

2. Harry Kane. Bomber Timnas Inggris yang telah membela Tottenham Hotspur sejak musim 2010/2011 ini berhasil meraih gelar top skor di Liga Inggris sebanyak 3 kali. Dua di antaranya diraih secara beruntun pada pada musim 2015/2016 dengan 25 gol dan 2016/2017 dengan 29 gol. Gelar ketiga diraihnya pada musim 2020/2021 dengan koleksi 23 gol. (AFP/Glyn Kirk)
2. Harry Kane. Bomber Timnas Inggris yang telah membela Tottenham Hotspur sejak musim 2010/2011 ini berhasil meraih gelar top skor di Liga Inggris sebanyak 3 kali. Dua di antaranya diraih secara beruntun pada pada musim 2015/2016 dengan 25 gol dan 2016/2017 dengan 29 gol. Gelar ketiga diraihnya pada musim 2020/2021 dengan koleksi 23 gol. (AFP/Glyn Kirk)

Pada musim lalu, Kane juga disingkirkan pemain asing dalam perburuan Sepatu Emas. Dengan total 17 gol, Kane terpaut lima lesakan dari Mohamed Salah (Liverpool/Mesir) serta rekannya setim ber-KTP Korea Selatan, Son Heung-min. Salah, juga Son, menjadi top skorer dengan torehan gol yang sama (23).

Di musim-musim sebelumnya, striker lokal juga kerap kalah subur dari legiun asing. Dilansir sportskeeda, di bawah ini empat di antaranya.

 

Jimmy Floyd Hasselbaink (Belanda)

Jimmy Floyd Hasselbaink. Striker asal Belanda ini menjadi top skor Liga Inggris dengan 2 klub berbeda. Yang pertama dilakukannya bersama Leeds United pada musim 1998/1999 dan yang kedua dilakukannya di musim keduanya bersama Chelsea, yaitu musim 2000/2001. (AFP/Jim Watson)
Jimmy Floyd Hasselbaink. Striker asal Belanda ini menjadi top skor Liga Inggris dengan 2 klub berbeda. Yang pertama dilakukannya bersama Leeds United pada musim 1998/1999 dan yang kedua dilakukannya di musim keduanya bersama Chelsea, yaitu musim 2000/2001. (AFP/Jim Watson)

Tak sekadar beruntung, Hasselbaink juga berkembang menjadi striker mengerikan selama berkarier di Inggris. Dari 125 gol yang dia dulang, 69 gol di antaranya kala dia berseragam Chelsea (2000-2004).

Sayang, ia tak pernah memenangkan Liga Inggris bersama The Blues atau tim Inggris lainnya, seperti Leeds United, Middlesbrough, dan Cardiff City. Ia dua kali mendapatkan Sepatu Emas.

 

Robin van Persie (Belanda)

2. Robin van Persie - Penampilan apik van Persie membuat Manchester United tertarik untuk melabuhkannya dari Arsenal pada 2012. Selama tiga tahun membela Manchester United, van Persie menyumbangkan 58 gol dari 105 penampilannya. (AFP/Oli Scarff)
2. Robin van Persie - Penampilan apik van Persie membuat Manchester United tertarik untuk melabuhkannya dari Arsenal pada 2012. Selama tiga tahun membela Manchester United, van Persie menyumbangkan 58 gol dari 105 penampilannya. (AFP/Oli Scarff)

Ketika memutuskan cabut dari Arsenal ke Manchester United, tak sedikif fans yang gusar. Mereka berharap RvP tetap bertahan di Emirates Stadium.

Namun Van Persie bergeming. Di Old Trafford, Van Persie tetap tajam setajam sembilu. Gol-golnya membawa Setan Merah memenangkan Premier League 2012/2013.

Total, Van Persie mengemas 150 gol bersama The Gunners dan Setan Merah. Selain banjir gol, dia juga menyumbang 67 asis secara keseluruhan.

 

Thierry Henry (Prancis)

3. Thierry Henry - Pemain bernomor punggung 14 ini adalah mesin gol andalan The Gunners. Kesuksesan Arsenal era Arsene Wenger saat itu tak lepas dari peran kunci nya sebagai striker yang sangat mematikan di depan gawang lawan. (AFP/Odd Andersen)
3. Thierry Henry - Pemain bernomor punggung 14 ini adalah mesin gol andalan The Gunners. Kesuksesan Arsenal era Arsene Wenger saat itu tak lepas dari peran kunci nya sebagai striker yang sangat mematikan di depan gawang lawan. (AFP/Odd Andersen)

Bisa dibilang, legenda Arsenal ini merupakan striker terbaik yang pernah menghiasi Liga Inggris. Ketika datang dari Juventus pada 1999, pelatih Arsenal, Arsene Wenger, memintanya untuk jadi striker.

Jelas tak mudah, karena Henry sebelumnya berperan sebagai pemain sayap. Namun Wenger tak salah. Henry menjelma menjadi predator. Bersama The Gunners, dia mengemas 175 gol.

Prestasi terbaiknya tersuguh pada musim 2003/2004. King Henry mencetak 30 gol dalam kemenangan Invincibles yang tak terlupakan.

 

Sergio Aguero (Argentina)

Sergio Aguero. Striker Argentina yang kini berusia 34 tahun dan memutuskan pensiun dini akibat masalah kesehatan pada Desember 2021 bersama Barcelona ini total 10 musim berlaga di Liga Inggris mulai 2011/2012 hingga 2020/2021 hanya bersama Manchester City. Ia tampil dalam 9 laga pembuka Liga Inggris dengan mencetak 7 gol. Satu-satunya laga pembuka yang dilewatkan adalah di musim terakhirnya pada 2020/2021 saat ia terpapar COVID-19. (AFP/Oli Scarff)
Sergio Aguero. Striker Argentina yang kini berusia 34 tahun dan memutuskan pensiun dini akibat masalah kesehatan pada Desember 2021 bersama Barcelona ini total 10 musim berlaga di Liga Inggris mulai 2011/2012 hingga 2020/2021 hanya bersama Manchester City. Ia tampil dalam 9 laga pembuka Liga Inggris dengan mencetak 7 gol. Satu-satunya laga pembuka yang dilewatkan adalah di musim terakhirnya pada 2020/2021 saat ia terpapar COVID-19. (AFP/Oli Scarff)

Manchester City punya banyak legenda. Satu di antaranya adalah Sergio Aguero. Setia di City, dari 2011 hingga 2021, Aguero dikenang dengan torehan 184 gol.

Dia memecahkan rekor gol Wayne Rooney, tombak Manchester United, untuk satu klub (183). Ya! Aguero adalah pemain asing yang paling produktif dalam sejarah Premier League.

Kun Aguero meraih tiga Sepatu Emas dan memegang rekor hat-trick terbanyak Premier League (12).

Man City Di Mana?