4 Peluang Bisnis Eceng Gondok Bikin Rekening Gendut, Omzetnya Rp 120 Juta Lho!

Christantio Utama

Mendengar nama eceng gondok mungkin hal yang terpintas di pikiran kamu adalah sebuah tanaman dengan jumlah banyak dan mengambang di atas perairan. Meskipun demikian terdapat beberapa pihak yang menganggap tumbuhan tersebut gak memiliki kegunaan. Tapi jangan salah lho kalau tanaman eceng gondok ini bisa menghasilkan uang buat rekeningmu.

Sepertinya stigma seperti itu mulai sekarang harus mulai dihilangkan. Sebab ada banyak manfaat yang bisa dihasilkan dari tanaman tersebut.

Mulai dari manfaat kesehatan seperti anti-peradangan, memperlancar  saluran pencernaan, laktasi sampai menurunkan berat badan.

Gak hanya untuk kesehatan tubuh kamu aja nih, tumbuhan yang memiliki nama lain Eichhornia Crassipes ini juga bisa menyehatkan kondisi keuangan kamu saat kritis dengan menjadikannya peluang bisnis. Gak percaya?

Nih langsung aja simak 4 peluang bisnis yang bisa kamu lakukan dengan tumbuhan eceng gondok berikut ini:

Baca juga: Dulu 10 Pengusaha Sukses Indonesia Ini Merangkak dari Nol, Sekarang Jadi Menteri

1. Eceng gondok sebagai bahan Biogas

Tanaman eceng gondok bisa dijadikan bahan biogas lho, (Ilustrasi/Shutterstock).

Energi alternatif menjadi hal yang banyak dibicarakan belakangan ini bagi masyarakat urban di kota besar. Sebab gaya hidup yang ramah lingkungan bukan lagi menjadi sebuah pilihan melainkan udah jadi kebutuhan.

Eichhornia Crassipes bisa dimanfaatkan sebagai biogas dengan cara mencacahnya sebesar 1 cm dan merendamnya selama 1 minggu dalam sebuah drum yang telah diberi isi air. Lalu pada bagian atas drum diberikan keran untuk mengeluarkan gas dan tampung dalam sebuah tempat yang bakal digunakan nantinya.

Sebanyak 200 kilogram tanaman ini bisa memenuhi sekitar 1,5 jam kebutuhan rumah tangga per harinya.

Baca juga: Perusahaan Kylie Jenner Dibeli Pemilik Usaha Donat dan Kondom

2. Bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam

Dijadikan bahan makan ternak ayam juga bisa lho dan bisa menghasilkan uang juga, (Ilustrasi/Shutterstock).

Peluang bisnis kedua yang bisa kamu coba adalah usaha pakan ternak. Namun untuk menjadikannya kamu perlu butuh proses fermentasi.

Pertama kamu harus menggilingnya sampai menjadi tepung. Lalu melakukan proses fermentasi dengan bantuan zat Trichoderma Harzianum dan mineral, diamkan pada suhu ruangan selama 4 hari

Dengan demikian kandungan protein dan serat dalam eceng gondok bisa bertambah dan bisa dicampurkan dengan pakan ternak ayam.

Baca juga: Disuntik Pemerintah Rp 5 Triliun, Ini 5 Fakta PT PLN yang Untung Belasan Triliun

3. Dapat diolah sebagai pupuk 

Eceng gondok juga bisa dijadikan pupuk sehingga bisa menghasilkan uang bagi yang membuatnya, (Ilustrasi/Shutterstock).

Layaknya tumbuhan lain yang bisa digunakan menjadi pupuk, Eichhornia Crassipes juga memiliki manfaat serupa gak kalah yakni ampuh menyuburkan tanaman.

Caranya dengan hancurkan tanaman ini dan campurkan dengan dekomposer, diamkan selama beberapa hari dan pupuk siap digunakan untuk menyuburkan tanah dan tumbuhan.

4. Dibuat sebagai bahan kerajinan tangan

Kerajinan tangan dari tanaman ini juga bisa dijual sangat mahal lho, (Ilustrasi/Shutterstock).

Terakhir ada bahan kerajinan tangan yang bisa berupa peralatan rumah tangga seperti tas, mesa hingga pengganti vas bunga. Caranya dengan memisahkan pangkal tangkainya dan keringkan selama kurang lebih 2 minggu.

Setelah mengering barulah tumbuhan ini bisa dibentuk dengan berbagai macam rupa yang menghasilkan nilai jual tinggi.

Bahkan seorang pengrajin tanaman ini bernama Rasidha yang tinggal di daerah Yogyakarta bisa menghasilkan omzet Rp 120 juta setiap bulannya.  Gak hanya dalam negeri, pasarnya bahkan udah mencapai mancanegara lho!

“Produk kami juga diminati oleh masyarakat luar, dan kini sudah dipasarkan ke beberapa negara di Australia dan Eropa. Pasar ekspor lebih mendominasi,” terangnya tanggal 30 November 2019, mengutip dari Kompas.

Nah itulah 4 peluang bisnis yang bisa kamu mulai dengan tumbuhan eceng gondok. Dari keempat ide tersebut mana nih yang paling kamu minati? (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).