4 Pemain Asing BRI Liga 1 yang Layak Dapat Status Naturalisasi untuk Timnas Indonesia

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Pembahasan tentang naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia kembali menghangat. Pemain berdarah Indonesia di Eropa seperti Jordi Amat (Spanyol), Sandy Walsh (Belanda) dikabarkan masuk daftar pemain yang ingin ditarik jadi Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka masuk dalam incaran pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.

Andaikan jalur naturalisasi ini dibuka lebar untuk pemain asing, sebenarnya ada banyak potensi dari kompetisi BRI Liga 1. Sederet nama sudah memperlihatkan kemampuan terbaiknya.

Tentunya tenaga mereka sangat berguna untuk membela Timnas Indonesia. Terutama di posisi striker dan gelandang serang.

Bola.com mencatat ada 4 nama tampil cukup konsisten di klubnya. Ada yang sudah beberapa musim berkiprah di Liga 1. Ada juga pendatang baru dan berusia di bawah kepala tiga. Sehingga kariernya sebagai pesepakbola masih lama. Kemampuannya juga masih bisa berkembang.

Berikut 4 pemain asing yang layak dapat status naturalisasi versi Bola.com.

vidio:Alasan PSSI Berangkatkan Timnas Indonesia ke Turki dan Target Piala AFF 2020

1. Carlos Fortes

Striker Arema FC di BRI Liga 1 2021/2022, Carlos Fortes. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Striker Arema FC di BRI Liga 1 2021/2022, Carlos Fortes. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Penyerang asal Portugal ini sudah memperlihatkan tajinya bersama Arema FC. Padahal baru musim ini dia bermain di Indonesia. Dalam 11 laga, dia sudah mengoleksi 6 gol. Banyak gol indah dicetaknya. Salah satunya tendangan melengkung ke gawang Persija Jakarta di awal seri kedua BRI Liga 1.

Itu jadi bukti kualitas penyerang 27 tahun tersebut. Dia bisa jadi target man bagi Timnas Indonesia. Posisi ini yang dibutuhkan Shin Tae-yong lantaran para striker Timnas Indonesia saat ini bertipikal sprinter.

Posturnya sangat ideal untuk berduel bola atas. Skill-nya juga di atas rata-rata. Nilai lebih lainnya, kaki kanan dan kiri sama-sama hidup. Jadi, bisa dibilang Fortes striker yang komplet.

Di Arema, dia juga pernah main sebagai pemain sayap dan second striker. Akurasi umpannya tergolong bagus. Fortes sempat memberikan umpan manja untuk duetnya di Arema, Dedik Setiawan dan Kushedya Hari Yudo.

Fortes juga sempat memberikan jawaban jika dia ditawari jadi WNI. Untuk saat ini, baginya terlalu diri berbicara soal naturalisasi. Apalagi dia melihat banyak striker lokal yang bagus di Indonesia.

"Bagi saya, terlalu awal bicara hal ini. Tapi saya respek kepada pemain lokal. Seperti Dedik Setiawan. Dia salah satu striker terbaik di Indonesia saat ini,” katanya.

Taisei Marukawa

Persebaya justru keluar sebagai tim yang unggul terlebih dahulu lewat gol Taisei Marukawa yang lahir pada menit ke-25. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Persebaya justru keluar sebagai tim yang unggul terlebih dahulu lewat gol Taisei Marukawa yang lahir pada menit ke-25. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sama seperti Fortes, gelandang serang asal Jepang ini merasakan pengalaman pertama bermain di Indonesia. Tapi, dia membuktikan bisa jadi motor serangan Persebaya Surabaya. Usianya masih 24 tahun. Cukup muda untuk ukuran pemain asing yang berkiprah di Indonesia.

Jika dia dinaturalisasi, tentu potensinya lebih bagus. Karena durasinya bisa lebih lama jika dibutuhkan untuk Timnas Indonesia. Maklum, selama ini, Indonesia lebih banyak memberikan naturalisasi pemain yang sudah lewat masa emasnya.

Seperti Tarik El Janaby, OK Jhon, Guy Junior dan masih banyak lagi pemain lainnya. Jadi, akan lebih beguna jika mereka yang dinaturalisasi di usia masih muda.

Secara permainan, dia tipe gelandang dengan diterminasi tinggi. Marukawa sering membawa bola cukup lama dan melewati beberapa pemain lawan. Meski terkadang kurang efektif, namun ada sisi positifnya. Stamina dan skill pemain ini di atas rata-rata. Visi bermainnya juga bagus.

Di Timnas Indonesia, ada beberapa pemain dengan tipe seperti ini. Seperti Egy Maulana atau Witan Sulaeman. Namun dua pemain itu sekarang lebih banyak berposisi sebagai sayap. Sedangkan Marukawa bisa melakukannya di sektor gelandang serang. Cara bermainnya juga membuat Marukawa produktif. Dia sudah mengoleksi 4 gol dari 10 laga.

Rafael Silva

Rafael Silva. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Rafael Silva. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Penyerang Madura United ini punya karakter khas seperti pemain asal Brasil lainnya. Punya skill tinggi dan tergolong subur. Musim ini, dia sudah mencetak 6 gol dari 10 laga.

Sebenarnya dia bukan wajah baru di Liga 1. Musim 2019 lalu Rafael sempat membela Barito Putera. Musim itu dia mencetak 14 gol dalam 28 laga. Jumlah golnya tak terlalu banyak karena dia sempat diganggu cedera dan dalam proses adaptasi dengan sepak bola Indonesia.

Tapi musim ini, Rafael tampil apik, meskipun Madura United terseok-seok di kompetisi. Jika melihat pengalamannya, dia sempat bermain untuk beberapa klub ternama di Brasil. Vasco da Gama, Cruzeiro hingga Figueirense pernah diperkuatnya.

Itu sebabnya, Jacksen Tiago yang jadi pelatihnya di Barito Putera tidak pernah ragu dengan kualitasnya. Kabarnya, waktu itu Barito Putera merogoh kocek lumayan dalam untuk mendatangkannya.

Sekarang, Rafael lebih cepat adaptasi dengan Madura United. Kebetulan di tim itu ada dua pemain asal Brasil: Jaimerson Xavier dan Hugo Jaja. Sehingga dia merasa lebih nyaman.

Jika dinaturalisasi sebagai WNI, dia berguna menggantikan peran Beto Goncalves. Meski sudah berusia 31 tahun, Rafael masih mumpuni untuk mempertajam lini serang Timnas Indonesia.

Rafinha

Gelandang asing Persela Lamongan, Rafael Gomes de Oliveira. (Bola.com/Zaidan Nazarul)
Gelandang asing Persela Lamongan, Rafael Gomes de Oliveira. (Bola.com/Zaidan Nazarul)

Gelandang bernama lengkap Rafael Gomes de Oliveira ini punya skill tinggi. Kelebihan lainnya, dia bisa jadi gelandang serang, sayap maupun striker. Meski klubnya, Barito Putera sementara ada di papan bawah Liga 1, permainannya tetap menonjol.

Dia sudah memberikan 2 gol dan 3 assist. Dia bukan wajah baru di sepak bola Indonesia. Rafinha sebelumnya bermain untuk Persela Lamongan musim 2019 silam.

Waktu itu dia langsung mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Rafinha bermain dalam 32 laga dan mencetak 9 gol. Gocekan indah khas pemain Brasil sering dikeluarkan untuk menipu lawan. Permainannya jelas menghibur.

Jika dinaturalisasi, dia bisa memberikan warna yang beda untuk Timnas Indonesia. Selain skill bagus, Rafinha bisa jadi solusi dengan tendangan keras jarak jauhnya.

Yuk Intip Posisi Tim Favorit Kalian

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel