4 Pemain Bali United yang Bisa Hadirkan Mimpi Buruk bagi Persebaya di BRI Liga 1

Bola.com, Jakarta - Pekan ke-8 BRI Liga 1 2022/2023 akan disuguhi partai menarik saat Persebaya Surabaya menjamu Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat (2/9/2022) sore WIB. Sekaligus akan menjadi pertamuan keempat sepanjang tahun 2022 ini.

Di musim lalu, Bali United menjadi pecundang. Enam gol bersarang ke gawang Serdadu Tridatu dan mereka hanya sekali menceploskan bola ke gawang Bajul Ijo (julukan Persebaya).

Di Piala Presiden 2022, giliran Bali United yang memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0. Sekarang keduanya kembali bertemu. Tentunya dengan semangat dan komposisi pemain yang berbeda. Pertemuan kedua tim juga cukup menarik.

Sebab ini adalah pertemuan antara tim paling tua dengan yang paling muda. Tuan rumah Persebaya memiliki rerata usia 23,7 tahun. Sedangkan Bali United memiliki rerata usia 29,8 tahun.

Tapi jangan menganggap remeh pemain tua. Mereka bisa menyakitkan dan memberi pelajaran berharga untuk junior-junior mereka. Bola.com mencoba merangkum empat pemain Bali United yang bisa menjadi mimpi buruk Persebaya. Berikut ulasannya.

Wilian Pacheco

Pemain Bali United, Willian Pacheco dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). Bali United menang 1-0. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Bali United, Willian Pacheco dalam laga pembukaan BRI Liga 1 2021/2022 melawan Persik Kediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (27/8/2021). Bali United menang 1-0. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Bek jangkung ini sudah tidak perlu diragukan lagi kemampuannya. Bisa dipastikan Pacheco akan menjadi pilihan utama Pelatih Bali United di jantung pertahanan. Kemungkinan besar, dia akan berduet dengan Jajang Mulyana.

Pacheco sendiri selain kuat di pertahanan, dia juga punya kelebihan dalam duel udara. Buktinya dua gol sundulan berhasil ditorehkan mantan pemain Persija Jakarta tersebut musim ini.

Eber Bessa

Agresivitas Bali United tidak mengendur meski sudah unggul dua gol dibabak pertama. Gelandang Eber Bessa mencoba melakukan tekanan ke gawang Bhayangkara, namun masih menambah gol bagi Bali United. (Bola.com/Maheswara Putra)
Agresivitas Bali United tidak mengendur meski sudah unggul dua gol dibabak pertama. Gelandang Eber Bessa mencoba melakukan tekanan ke gawang Bhayangkara, namun masih menambah gol bagi Bali United. (Bola.com/Maheswara Putra)

Setelah mendapat kritikan akibat permainannya yang mudah dipahami lawan, Eber Bessa tampaknya mulai belajar. Dia tidak banyak melakukan Gerakan individu yang bisa membuang peluang Bali United.

Meskipun dia masih bisa melakukannya sesekali jika memungkinkan dan membuat decak kagum suporter yang menyaksikan di stadion dan layer kaca. Motivasinya juga sedang tinggi karena berhasil mencetak satu gol ke gawang Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta pekan lalu.

Privat Mbarga

Gelandang Bali United, Privat Mbarga, di tengah kepungan pemain Visakha dalam laga Grup G Piala AFC 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (27/6/2022). Bali United kalah 2-4 dari klub Kamboja tersebut. (Dok. Media Bali United)
Gelandang Bali United, Privat Mbarga, di tengah kepungan pemain Visakha dalam laga Grup G Piala AFC 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (27/6/2022). Bali United kalah 2-4 dari klub Kamboja tersebut. (Dok. Media Bali United)

Sama dengan Eber, Privat juga punya motivasi yang berlipat. Sejauh ini dia sudah mencetak tiga gol. Menariknya tiga gol yang dilesakkannya untuk Bali United musim ini berasal dari sundulan kepalanya.

Padahal posturnya tidak tinggi, bahkan jauh dari bek-bek lawan. Tapi penempatan posisinya yang akurat bisa membuat bek-bek Persebaya kelimpungan. Arsitek Persebaya Aji Santoso perlu mengatur strategi agar Privat tidak bisa mengobrak-abrik pertahanan mereka.

Ilija Spasojevic

Penampilan Ilija Spasojevic dkk begitu solid di putaran kedua sehingga membantu mereka merebut puncak klasemen sejak pekan ke-27. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Penampilan Ilija Spasojevic dkk begitu solid di putaran kedua sehingga membantu mereka merebut puncak klasemen sejak pekan ke-27. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Spaso sedang on fire. Setelah mendapatkan kritik habis-habisan, dia mulai menunjukkan tajinya di BRI Liga 1 musim ini. Empat gol sudah dibukukan Spaso. Dengan empat gol yang berhasil dibukukannya musim ini, total penyerang naturalisasi asal Montenegro tersebut menjadi top skorer sepanjang masa di era Liga 1.

Dia berhasil meraih 64 gol dan menyalip penyerang Madura United Alberto “Beto” Goncalves. Barisan pertahanan Persebaya perlu hati-hati dengan pergerakan Spaso. Salah sedikit mengawalnya, akan fatal akibatnya. Pun jika dia stagnan di pertandingan kali ini, masih ada Lerby Eliandry Pong Babu yang bisa memecah kebuntuan Bali United.

Yuk Intip Persaingan Persebaya dan Bali United Musim Ini