4 Pemain Kunci Borneo FC yang Bakal Merepotkan Persija di Piala Presiden 2022: Awas Ledakan Tuan Rumah!

Bola.com, Samarinda - Borneo FC Samarinda tak akan ragu-ragu membombardir gawang Persija Jakarta dalam lanjutan Piala Presiden 2022 yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (25/6/2022) malam.

Tuan rumah tengah mengincar tiga angka sempurna untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Saat ini, mereka berada di peringkat ketiga dengan raihan empat poin dari dua laga perdana.

Hal ini berbeda dengan Persija yang babak belur sepanjang turnamen. Berbekal pemain-pemain muda, anak asuh Thomas Doll ini justru menjadi juru kunci Grup B sekaligus lumbung gol bagi tim-tim lawan.

Dengan kondisi terkini kedua tim, Borneo FC jelas lebih difavoritkan di pertandingan ini. Apalagi mereka sudah diperkuat Stefano Lilipaly dan Terens Puhiri yang baru saja kembali dari Kualifikasi Piala Asia 2023.

Menilik performa terakhir Pesut Etam, julukan Borneo FC, setidaknya ada empat pemain yang bakal jadi kunci permainan dalam laga nanti. Siapa saja mereka? Berikut ulasan selengkapnya.

 

Jonathan Bustos

Pemain Borneo FC, Jonathan Bustos mengontrol bola saat melawan Bali United dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Selasa (28/09/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Borneo FC, Jonathan Bustos mengontrol bola saat melawan Bali United dalam laga pekan ke-5 BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Selasa (28/09/2021). Kedua tim bermain imbang 1-1. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Jonathan Bustos merupakan kunci permainan atraktif Borneo FC. Pria asal Argentina itu sanggup menjadi dirijen saat timnya tengah melakukan serangan.

Dengan skill memikat, ia tak hanya piawai mengirimkan bola ke sepertiga akhir permainan lawan. Bustos juga mampu menjadi magnet pemain lawan agar rekannya bisa bergerak lebih leluasa.

Sayangnya, belum ada yang bisa memahami dengan sempurna pergerakan dan umpan-umpannya yang hebatnya. Tetapi jika rekan-rekannya mampu mengerti hal tersebut, serangan Borneo FC bisa naik beberapa level.

 

Angga Saputro

Kiper Borneo FC, Angga Saputro menangkap bola saat melawan Persebaya dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Borneo FC menang 3-1. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kiper Borneo FC, Angga Saputro menangkap bola saat melawan Persebaya dalam laga pekan pertama BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (04/09/2021). Borneo FC menang 3-1. (Foto: Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Saat memasukkan kiper ke daftar ini, tentu pemain tersebut merupakan orang yang spesial. Sejak kemunculannya bersama Madura United, Angga Saputro terus melangkah maju.

Pemain berusia 28 tahun tersebut tidak hanya cekatan dalam mengamankan gawang dari setiap tembakan. Ia juga memiliki pemahaman yang cukup bagus dalam mengalirkan bola ke depan.

Persija harus benar-benar bekerja keras untuk bisa membobol gawangnya. Serangan biasa tak akan cukup untuk membuatnya mengambil bola dari gawangnya.

 

Terens Puhiri

Terens Puhiri (kanan) yang menjadi salah satu tumpuan Borneo FC berusaha keras untuk bisa melewati barisan pertahanan Persib. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Terens Puhiri (kanan) yang menjadi salah satu tumpuan Borneo FC berusaha keras untuk bisa melewati barisan pertahanan Persib. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Terens Puhiri menambah dimensi baru bagi penyerangan Borneo FC Samarinda. Kecepatannya mampu menghadirkan ketakutan bagi setiap bek sayap yang mengawalnya.

Beroperasi di sayap kanan, Terens tak hanya mampu memproduksi umpan-umpan istimewa. Pemain yang pernah berkelana di Thailand ini juga berhasil menjadi pemecah kebuntuan timnya.

Siapa pun yang mendapat kesempatan menjaganya, harus benar-benar menutup ruang di belakang pertahanan. Sekali akselerasi, Terens bisa menjadi mimpi buruk bagi bek-bek muda Persija.

 

Timnas Indonesia berusaha kembali menggebrak pada awal babak kedua. Shin Tae-yong juga melakukan rotasi kepada pemainnya seperti Stefano Lilipaly yang digantikan oleh Muhammad Rafli dan Irfan Jaya yang digantikan oleh Witan Sulaeman. (Dok. PSSI)
Timnas Indonesia berusaha kembali menggebrak pada awal babak kedua. Shin Tae-yong juga melakukan rotasi kepada pemainnya seperti Stefano Lilipaly yang digantikan oleh Muhammad Rafli dan Irfan Jaya yang digantikan oleh Witan Sulaeman. (Dok. PSSI)

Nama terakhir di daftar ini pastilah Stefano Lilipaly. Eks Bali United ini merupakan pemain serba bisa yang mampu bermain di beberapa posisi lini depan seperti winger hingga penyerang lubang.

Selain kemampuan finishingnya yang terhitung baik, Lilipaly memiliki keunggulan dalam membaca ruang di pertahanan lawan. Ia kerap masuk di ruang antar lini untuk mengawali serangan timnya.

Dengan deretan gelandang berkualitas yang dimiliki Borneo FC Samarinda, pekerjaannya bakal terasa lebih ringan. Ia bisa lebih fokus mencari cara untuk menghancurkan pertahanan Persija.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel