4 Pengakuan Napoleon Bonaparte Lakukan Penganiayaan Terhadap Muhammad Kece

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Irjen Napoleon Bonaparte mengakui perbuatannya telah menganiaya Youtuber Muhammad Kece di Rutan Negara cabang Bareskrim Polri.

Tak hanya membuat wajah Kece lebam-lebam, terpidana kasus dugaan suap terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra tersebut bahkan melumurinya dengan kotoran manusia.

Hal ini dikonfirmasi oleh Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi yang mengatakan, peristiwa itu terjadi pada hari yang sama saat Irjen Napoleon Bonaparte menganiaya Kece di sel isolasi Bareskrim Polri.

"Dalam pemeriksaan terungkap selain terjadi pemukulan, pelaku NB juga melumuri wajah dan tubuh korban dengan kotoran manusia yang sudah dipersiapkan oleh pelaku," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi dikutip dari Antara, Senin (20/9/2021).

Saat ini kasus penganiayaan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte telah naik ke tahap penyidikan. Sejumlah saksi pun telah dilakukan pemeriksaan bersama barang bukti yang telah dikumpulkan.

"Hari ini dijadwalkan akan memeriksa tujuh saksi lagi," kata Andi.

"Tujuh saksi yang diperiksa hari ini terdiri atas empat orang petugas dan tiga tahanan Rutan Bareskrim Polri," tambahnya.

Lantas, apa motif yang melatarbelakangi Irjen Napoleon Bonaparte melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Kece? Berikut sederet pengakuannya yang dihimpun Liputan6.com:

1. Akui Lakukan Penganiayaan dan Siap Bertanggung Jawab

Dalam surat terbuka yang tersebar, Irjen Napoleon Bonaparte mengakui telah menganiaya Muhammad Kece. Untuk itu Napoleon pun mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Akhirnya, saya akan mempertanggung-jawabkan semua tindakan saya terhadap KACE.. apapun resikonya," tutur Napoleon dalam surat terbuka yang dibenarkan kuasa hukumnya, Putri Maya Rumanti saat dihubungi, Minggu, 19 September 2021.

Napoleon menyebut, dia dibesarkan oleh keluarga muslim yang taat dengan aturan Islam. Baginya, Muhammad Kece telah melakukan penghinaan terhadap agamanya, sehingga penganiayaan pun terjadi.

"Selain itu, perbuatan KACE dan beberapa orang tertentu telah SANGAT MEMBAHAYAKAN persatuan, kesatuan, dan kerukunan umat beragama di Indonesia," jelas Napoleon.

2. Penodaan Agama

Napoleon melakukan hal tersebut karena tidak terima dengan isi konten Youtube Muhammad Kece yang masuk dalam dugaan tindak pidana penodaan agama. Atas dasar itu, penganiayaan di rutan pun terjadi.

"Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Alquran, Rasululloh SAW dan akidah Islamku. Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya," ujar Napoleon.

3. Sebut Kece Manusia Tak Beradab

Irjen Napoleon juga menyebut Kece sebagai manusia tak beradab lewat surat terbuka yang belakangan dibenarkan oleh kuasa hukumnya.

Karena semua konten yang dipublikasikan Muhammad Kece dinilai tidak pantas untuk dipublikasikan.

"Saya sangat menyayangkan bahwa sampai saat ini PEMERINTAH belum juga menghapus SEMUA konten di media, yang telah dibuat dan dipublikasikan oleh manusia-manusia tak beradab itu," tutur Napoleon yang dibenarkan kuasa hukumnya, Putri Maya Rumanti saat dihubungi, Minggu, 19 September.

4. Siapkan Sendiri Kotoran Manusia

Terkait kotoran manusia yang dilumuri ke wajah Kece, Napoleon mengaku dirinya sendirilah yang mempersiapkannya.

"Kotoran manusia disiapkan sendiri oleh NB," tutur Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Senin (20/9/2021).

Menurut dia, kotoran manusia itu telah disiapkan oleh Napoleon dan disimpan di kamar selnya. Seorang saksi mengaku mendapat perintah untuk mengambil kotoran tersebut. Lantas, kotoran tersebut oleh pelaku dilumurkan ke wajah dan tubuh Muhammad Kece.

"Salah satu saksi diperintahkan NB untuk mengambil bungkusan kotoran yang sudah disiapkan di kamar NB, kemudian NB sendiri yang melumuri," jelas Andi.

Lesty Subamin

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel