4 Penyebab Gizi Buruk pada Anak, Lengkap Beserta Gejala dan Cara Mengatasinya

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Penyebab gizi buruk pada anak harus diketahui oleh para orang tua. Gizi buruk merupakan kondisi yang dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak.

Gizi buruk ialah salah satu bentuk malnutrisi, atau dengan kata lain adanya kesalahan dalam pemberian nutrisi (baik kekurangan maupun kelebihan nutrisi). Perlu diketahui, kurang gizi dapat membuat anak mengalami gangguan pada tumbuh kembangnya, seperti tinggi badan yang kurang, berat badan kurang, hingga mengalami gagal tumbuh.

TERKAIT: Sejuta Petisi untuk Gerakan Indonesia Sehat demi Atasi Gizi Buruk

TERKAIT: Kasus Gizi Buruk di Asmat Tinggi, Ternyata Ini Penyebabnya

TERKAIT: Bertaruh Nyawa, Begini Perjalanan ke Asmat Tumpas Gizi Buruk

Oleh sebab itu, penting bagi para orangtua untuk mengenali gejala serta penyebab gizi buruk pada anak. Berikut beberapa informasi terkait penyebab, gejala, serta cara mengatasi yang telah Fimela.com rangkum dari berbagai sumber. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Penyebab Gizi Buruk pada Anak

Ilustrasi Penyebab Gizi Buruk pada Anak Credit: pexels.com/ASMW
Ilustrasi Penyebab Gizi Buruk pada Anak Credit: pexels.com/ASMW

1. Rendahnya Asupan Makanan

Penyebab gizi buruk pada anak yang pertama yaitu rendahnya asupan makanan. Rendahnya asupan makanan bisa menyebabkan anak tidak mendapat nutrisi yang cukup.

Tak hanya itu, bahan makanan yang sulit dicerna, hingga pola makan yang buruk juga dapat membuat anak mengalami gizi buruk.

2. Kurangnya Pengetahuan Orang Tua Tentang Gizi

Penyebab gizi buruk pada anak yang kedua yaitu kurangnya pengetahuan orangtua tentang gizi. Ini merupakan penyebab paling umum seorang anak kekurangan gizi.

Kurangnya pengetahuan orangtua tentang gizi dapat membuat asupan yang diberikan kepada anak tidak mencukupi, sehingga anak menjadi kurang gizi.

3. Kebersihan Lingkungan yang Buruk

Lingkungan yang kotor dapat menyebabkan anak terserang beragam penyakit. Ini tentu dapat menyebabkan penyerapan gizi terhambat meskipun asupan makanan yang diperolehnya baik.

Kebersihan lingkungan yang buruk dapat menyebabkan penyakit seperti diare pada anak-anak. Oleh sebab itu, jaga kebersihan lingkungan sekitar agar tetap bersih dan sehat.

4. Faktor Ekonomi yang Rendah

Salah satu penyebab gizi buruk pada anak yaitu tingkat ekonomi keluarga yang kurang baik. Ini dapat menyebabkan anak kekurangan gizi, karena apabila porsi dan jenis makanan yang dikonsumsi anak tidak memenuhi kebutuhan gizi dalam waktu lama, akan membuat anak mengalami kurang gizi.

Meski demikian, ini dapat diatasi dengan mengetahui sumber-sumber makanan bergizi lengkap yang mudah ditemui. Perlu diketahui, sumber makanan tersebut tak perlu mahal namun harus terjaga kebersihannya.

Gejala Gizi Buruk

Ilustrasi Gejala Gizi Buruk Credit: pexels.com/Kelly
Ilustrasi Gejala Gizi Buruk Credit: pexels.com/Kelly

Terdapat beberapa gejala gizi buruk pada anak yang harus dikenali sejak dini oleh orang tua, di antaranya:

1. Pertumbuhan yang terlambat.

2. Tinggi badan dan berat badan anak berada di bawah kurva pertumbuhan.

3. Anak kurang nafsu makan dan lebih rewel.

4. Anak mudah lelah dan lesu.

5. Kulit dan rambutnya terlihat kering dan rambutnya mudah rontok.

6. Mulut dan gusi anak mudah terluka serta pipi dan mata terlihat cekung.

7. Sering sakit karena daya tahan tubuh anak rendah.

8. Saat sakit atau terluka susah sembuh.

9. Pertumbuhan intelektual dan perilakunya pelan.

10. Jaringan lemak serta otot berkurang.

Cara Mengatasi Gizi Buruk pada Anak

Ilustrasi Cara Mengatasi Gizi Buruk pada Anak Credit: pexels.com/Alex
Ilustrasi Cara Mengatasi Gizi Buruk pada Anak Credit: pexels.com/Alex

Pengobatan untuk gizi buruk pada anak dapat dilakukan di rumah apabila masih pada tahap awal. Apabila terlalu berat, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berikut pengobatan gizi buruk pada anak yang dapat dilakukan di rumah:

1. Mengonsumsi makanan bernutrisi dalam interval tertentu.

2. Memastikan anak mengikuti pola makan diet yang seimbang.

3. Mengonsumsi air putih tidak kurang dari 1,5 liter per hari, serta selalu mematuhi anjuran diet dari dokter.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel