4 Penyebab Muntaber dan Gejala yang Harus Kamu Perhatikan

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Muntahber atau mutah dan berak, merupakan gejala pada peradangan yang terjadi pad dinding saluran dan pencernaan, khususnya lambung dan usus. Muntahber juga dapat terjadi dengan diiringi gejala seperti mual, muntah, dan diare yang muncul secara tiba-tiba. Muntahber juga dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri seperi di saluran pencernaan, meskipun sebagian kecil juga dapat berakibat sebagai zat racun, bahan kimia, maupun reaksi dari obat-obatan.

Seperti yang kamu ketahui bahwa muntaber juga dapat disebabkan oleh 3 bagian yaitu, infeksi virus, bakteri, dan parasite. Muntabher juga biasa disebut sebagai flu perut dan perlu diperhatikan bahwa muntaber juga dapat menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Kamu juga dapat mencegah muntaber dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih, seperti rajin mencuci tangan, atau tidak mengonsumsi makanan yang dapat tercemar virus maupun bakteri. Ternyata muntaber juga dapat sembuh dengan sendirinya ketika kamu mencegahnya dengan minum air putih, atau jika perlu kamu juga dapat meminum larutan oralit. Berikut beberapa penyebab muntaber :

TERKAIT: Bukan Hanya Sakit Perut, Ini Tanda Lain Adanya Gangguan Pencernaan

TERKAIT: Sering Mual atau Sakit Perut Seharian, Tanda Kurang Tidur

TERKAIT: 5 Pilihan Obat Alami untuk Atasi Sakit Perut Anak

1. Rotavirus

Rotavirus menjadi salah satu penyeba terjadinta muntaber, biasanya hal ini terjadi pada anak-anak dan bayi, akan tetapi bagi orang dewasa juga perlu diwaspadai karena hal ini juga dapat terjadi pada orang dewasa. Selain itu gejala muntaber akibat rotavirus ini dapat mengganggu organ system pencernaan, yang dapat memicu gejala seperti :

  • Diare encer

  • Mual dan muntah

  • Demam

  • Sakit perut

  • Kehilangan nafsu makan

  • Dehidrasi

Biasanya, gejala muntaber akibat rotavirus dapat berlangsung salam 3 hari hingga 8 hari, selain itu juga bagi yang mempunyai bayi perlu diawasi jika gejala ini terjadi karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan bayi.

2. Norovirus

Selain rotovirus, salah satu virus yang menjadi penyebab muntaber adalah norovirus. Berbeda dari sebelumnya, norovirus dapat menyerang siapa saja baik bayi, anak-anak, maupun dewasa. Terkadang norovirus dapat menyerang bagi orang yangs erring bepergian menggunakan kapal, dan penularan ini biasa terjadi ketika kamu menyentuk feses atau muntahan pasien muntaber.

Ternyata norovirus juga dapat tersebar dari makana mentah, seperti sayur maupun buah. Gejala yang muncul akibar norovirus adalag muntah-muntah dan baung air besar yang cair.

3. Adenovirus

Salah satu virus yang dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas adalah adenorovirus, namun beberapa kasus yang menunjukkan virus ini menjadi penyebab terjadinya muntaber adalah yang paling mudah menular lewat kontak kulit. Selain kontak kulit secara langsung, virus ini juga memiliki cara penularan laiinnya seperti memgang benda yang sudah terkontaminasi dan menyentuh area mulut.

Nah ternyata gejala dari virus adenovirus ini berbeda dari yang sebelumnya, hal ini mungkin bahwa adenovirus lebih sering menyerang area pernapasan, gejalanya sebagai berikut ini :

  • Pneumonia

  • Mata merah

  • Sakit tenggorokan

  • Bronkitis

4. Astrovirus

Virus ini juga memiliki kesamaan dengan rotavirus yaitu menyerang bayi, anak-anak bahkan lansia. Terkadang virus ini menyebarkan melalui kontak kulit secara langsung, seperti

  • Tidak mencuci tangan setelah berjabat tangan dengan orang sakit

  • Menyentuh fess atau benda yang terkontaminasi virus

  • Konsumsi makanan atau minuan dengan orang yang tertapapar astrovirus

Ternyata infeksi astrovirus ini juga dapat menyebabkan munahber dengan gejala diare, akan tetapi diare akibar virus ini tidak terlalu parah.

Gejala Muntaber

Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/Demon
Ilustrasi Sakit Perut Credit: pexels.com/Demon

1. Muntah

Muntah mnejadi salah satu gejala yang paling khas, jika kamu mengalami mual dan muntah muntah, kuman akan meninfeksi dinding lambung dan lapisan usus. Infeksi ini yang dapat memicu organ untuk memproduksi lebih banyak cairan di perut dan membuat tidak nyaman. Hal ini yang dapat membuat kamy merasak muntah-muntah.

2. Feses cair saat BAB

Selain muntah, feses cair saat BAB juga menjadi salah satu ciri khas jika kamu terkena muntaber, BAB yang lebih dari dua kali dalam satu jam dengan tekstur feses cair juga termasuk dari gejala terkenanya muntaber. Infeksi ini yang membuat usus tidak mampu menyerap makanan dan air dengan baik, Sedangkan jika kamu mengonsumsi makanan saat perut sedang meradang akan mendorong usus untuk menarik cairan tubuh lebih banyak.

3. Demam

Selain muntah dan diare, gejala lainnya seperti demam juga menjadi salah satu penyebab muntaber, Secara umum demam dapat memebrikan respons peradangan yang alami bagi tubuh, saat sedang melawan infeksi inilah yang dapat menyebabkan muntaber.

Kondisi tersebut dapat menguras banyak cairan yang ada ditubuh, serta ketika kamu kekurangan cairan akan membuat kamu merasa dehidrasi dan membuat kamu merasa demam.

4. Kurang nafsu makan

ilustrasi makanan berserat atasi sembelit/pexels
ilustrasi makanan berserat atasi sembelit/pexels

Ketika kamu sedang mengalami muntaber, gejala lainnya yang terjadi adalah menurunnya nafsu makan. Perut yang sedang meradang dapat membuat kamu mengalami nafsu makan yang kurang, Serta nafsu makan inilah yang akan merespons peradangan kompleks.

5. Sering haus

Bagi seseorang yang dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh juga dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya muntaber, Jika kamu dehidrasi otomatis tubuh akan kehilangan banyak cairan dan elektro serta mengakibatkan kamu terus muntah dan buang air.

nah diatas adalah beberapa penyebab dari muntaber serta gejala yang terjadi ketika akan mengalami muntaber, namun kamu perlu memperhatikan lagi beberapa hal yang terjadi ketika kamu muntaber. Muntahber juga dapat sembuh dengan sendirinya jika kamu menjaga kesehatan, kebersihan dan dapat mengatur pola hidup yang sehat. Namun, jika kamu mengalami gejala diluar hal tersebut alanagkah baiknya jika langsung berkonsultasi dengan dokter lebih lanjut, untuk memastikan gejala tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel