4 Perbedaan Antara Haji dengan Umrah, Simak dengan Saksama

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta Haji dan umrah adalah dua macam ibadah yang dilakukan oleh umat Islam dengan berkunjung ke tanah suci. Haji dan umrah adalah ibadah yang menjadi impian hampir semua umat Islam di dunia dan merupakan ibadah mulia bagi umat Muslim.

Melaksanakan haji satu di antara kewajiban oleh seorang Muslim seperti yang dijelaskan dalam Rukun Islam ke lima “naik haji bagi mereka yang mampu secara lahir maupun batin”.

Mampu secara fisik, ilmu, dan ekonomi untuk melaksanakan ibadah haji, hendaklah untuk menyegerakannya.

Haji menurut bahasa adalah berkunjung ketempat yang agung, sedangkan menurut istilah adalah berziarah ke tempat tertentu pada waktu-waktu tertentu untuk melakukan amalan-amalan tertentu dengan niat ibadah.

Definisi berziarah ketempat tertentu, yaitu berkunjung ke Baitullah (Ka'bah), Padang Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Sedangkan umrah berasal dari kata I’timar yang berarti ziarah atau dapat diartikan sebagai kegiatan ziarah di Ka'bah dan melakukan thawaf di sekelilingnya kemudian bersa'i antara shafa dan marwa, serta mencukur rambut tanpa wukuf di Arafah.

Untuk melaksanakan kedua ibadah tersebut, umat Islam memerlukan persiapan khusus, berupa persiapan fisik, mental, dan juga keuangan. Nah, dari penjelasan definisi tadi kamu sudah bisa melihat letak perbedaannya.

Namun faktanya beberapa orang masih belum tahu perbedaan haji dan umrah. Untuk lebih jelasnya lagi, berikut beberapa perbedaan haji dan umrah yang perlu kamu tahu, seperti disadur dari Merdeka, Kamis (27/5/2021).

Dilihat dari Hukumnya

1. Dilihat dari Hukumnya

Sebagaimana diketahui, haji adalah rukun Islam kelima. Dengan hal itu haji wajib dilaksanakan bagi seluruh umat Islam yang memenuhi syarat sah wajib untuk melakukan ibadah haji.

Kewajiban untuk haji ini diterangkan dalam Al-Qur'an surat Ali Imran ayat 97 sebagai berikut:

"Dan kewajiban manusia (kepada Allah) bagi yang sudah mampu melaksanakan ibadah haji, adalah segera dengan segera menunaikannya."

Bagi para ulama, hukum dari haji adalah wajib dan telah disepakati bersama, dan bagi mereka yang dirasa mampu, namun tidak menjalankannya, mereka termasuk kaum yang berdosa.

Sedangkan ibadah umrah memiliki hukum sunah muakkad, yang baik jika dilaksanakan oleh umat muslim, namun jika tidak menjalankannya tidak masalah.

Dilihat dari Rukunnya

Ilustrasi Ka'bah, Masjidil Haram (Photo on Pixabay)
Ilustrasi Ka'bah, Masjidil Haram (Photo on Pixabay)

2. Dilihat dari Rukunnya

Rukun dalam ibadah menjadi penentu sah atau tidaknya sebuah ibadah. Hal tersebut juga berlaku dalam ibadah haji dan umrah dan bila tidak dilaksanakan, ibadahnya akan batal dan tidak bisa diganti dengan denda.

Seperti yang telah dipahami, ibadah haji memiliki lima rukun yaitu ihram, wuquf di Padang Arafah, tawaf, sa'i, dan memotong rambut. Kelima rukun ini harus dilakukan demi memenuhi syarat sah ibadah haji.

Jika tidak bisa melaksanakan satu di antara rukun tersebut karena satu dan lain hal, nilai hajinya akan berkurang.

Sedangkan rukun umrah adalah niat ihram, tawaf, sa'i, dan memotong rambut. Yang membedakannya dengan haji adalah wukuf di Padang Arafah yang hanya wajib dilakukan oleh jemaah haji.

Dilihat dari Waktu Pelaksanaannya

3. Dilihat dari Waktu Pelaksanaannya

Seperti diketahui, ibadah haji hanya dilakukan selama satu kali dalam satu tahun dan dilaksanakan oleh umat muslim dari seluruh dunia.

Waktu ibadah haji juga lebih sempit dibandingkan ibadah umrah. Ibadah haji hanya dapat dilakukan pada awal bulan Syawal hingga pada hari raya Iduladha di bulan Dzuhijjah.

Sedangkan umrah berbeda dengan ibadah haji. Ibadah umrah dapat dilakukan kapan saja, tanpa ada rentan waktu yang membatasi.

Dilihat dari Kewajibannya

Ilustrasi Ka'bah, Masjidil Haram. (Photo on Pixabay)
Ilustrasi Ka'bah, Masjidil Haram. (Photo on Pixabay)

4. Dilihat dari Kewajibannya

Pada kedua ibadah tersebut, jemaah wajib melaksanakan serangkaian ritual manasik, yang apabila ditinggalkan tidak mengurangi ibadah, namun harus digantinya dengan denda.

Terdapat lima kewajiban yang harus dilaksanakan oleh jemaah haji, yaitu niat ihram dari miqat, batas area yang telah ditentukan sesuai dengan asal wilayah jemaah, menginap di Muzdalifah, menginap di Mina, tawaf wada' atau perpisahan, dan melempar jumrah.

Sedangkan kewajiban umrah hanya dua, yaitu niat dari miqat dan menjauhi larangan-larangan ihram. Jumlah kewajiban yang lebih sedikit ini membuat pelaksanaan ibadah umrah menjadi lebih cepat selesai dibanding haji.

Disadur dari: Merdeka.com (Penulis:Edelweis Lararenjana. Published: 15/6/2020)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel