4 Perbedaan Utama Gejala Flu dan COVID-19 yang Perlu Diperhatikan

Rochimawati
·Bacaan 2 menit

VIVAVirus corona atau COVID-19 telah mengganggu kehidupan jutaan orang dan dengan dimulainya jenis COVID-19, orang-orang telah memasuki keadaan kacau dan kebingungan lagi. Sejak berita virus corona merebak di dunia, jumlah gejala terkait COVID-19 semakin meningkat dan bertambah.

Meskipun gejala COVID-19 dapat berubah dari ringan hingga parah dan bahkan dapat berakibat fatal, ada kemungkinan besar bahwa itu hanya merupakan tanda infeksi flu.

Keadaan panik yang dipicu oleh virus mematikan itu begitu tinggi sehingga flu biasa atau batuk pun terkadang disalahartikan sebagai gejala COVID-19. Oleh karena itu, sangat penting untuk membedakan kedua penyakit tersebut, terutama pada saat flu menyebar seperti virus corona, dilansir dari Times of India.

Flu dan COVID-19 adalah virus pernapasan yang mungkin berbeda dalam tingkat risikonya, tetapi ditularkan dengan cara yang sama. Penularan infeksi terjadi dalam bentuk tetesan atau melalui udara di alam. SARS-COV-2 dan flu influenza menyebar melalui tetesan dan menyebabkan infeksi pada jalur pernapasan baik secara langsung melalui kontak atau melalui permukaan yang terkontaminasi.

COVID-19 tampaknya menyebar lebih mudah daripada flu dan menyebabkan penyakit yang lebih serius pada beberapa orang. Karena gejala flu dan COVID-19 serupa, mungkin sulit untuk membedakan keduanya berdasarkan gejalanya saja.

Menurut HSE, mengenai perbedaan antara Covid-19 dan flu, ada empat poin utama.

- Sesak napas biasa terjadi pada COVID-19 tetapi tidak dengan flu.

- Tidak seperti virus corona, hilangnya indera penciuman atau pengecap sangat jarang terjadi dengan flu.

- Sakit kepala lebih jarang terjadi pada pasien COVID-19, tetapi itu gejala klasik flu.

- Merasa sakit atau mual lebih sering dengan COVID dan lebih jarang dengan flu.

Meskipun COVID-19 dan flu adalah penyakit pernapasan, mereka memiliki banyak gejala yang umum dan bervariasi, mulai dari ringan hingga parah. Beberapa gejala umum COVID-19 dan flu.

- Demam
- Pilek
- Kelelahan
- Kehilangan indra penciuman
- Sakit tenggorokan
- Nyeri dada dan sesak napas

Lalu bagaimana mencegah, supaya tidak terinfeksi virus corona. Dengan menjaga jarak yang tepat dan menghindari kontak yang tidak perlu dengan orang-orang, seseorang dapat mencegah bahaya infeksi.

Sementara flu dan COVID-19 menyebar melalui kontak dengan orang yang terinfeksi, itu hanya ideal untuk mengikuti pedoman dan protokol jarak sosial.

Meskipun banyak yang masih meremehkan manfaat memakai masker, ini adalah tindakan pencegahan yang tidak hanya membantu Anda melindungi diri dari virus korona baru, tetapi juga melindungi Anda dari berbagai flu dan infeksi virus.

Selain jarak sosial dan memakai masker, mencuci tangan secara berkala dan membersihkan permukaan yang sering disentuh benar-benar dapat menurunkan risiko tertular segala bentuk penyakit menular.

Untuk flu influenza, mendapatkan vaksinasi flu dapat membantu mencegah virus.