4 Perintah Jokowi kepada Kepala Daerah dalam Penanganan Covid-19

·Bacaan 3 menit
Menyambut tahun 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan Indonesia mampu bangkit dari pandemi COVID-19. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan sejumlah hal terkait penanganan Covid-19 ke sejumlah kepada daerah di Tanah Air dalam rapat terbatas yang digelar secara daring, Senin, 19 Juli kemarin.

Salah satunya soal isolasi terpusat bagi pasien positf. Menurut Jokowi, isolasi terpusat tersebut nantinya akan lebih diutamakan untuk mereka yang bergejala ringan.

Jokowi pun meminta kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan untuk melihat ketersediaan fasilitas tempat tidur bagi pasien positif Covid-19.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu bed occupancy rate di setiap rumah sakit hampir terisi penuh akibat kasus baru positif yang terus meningkat.

"Ini kepala daerah harus tahu, jadi kapasitas berapa dan harus diberikan kepada (pasien) Covid-19 berapa. Kalau tidak, nanti kelihatan rumah sakitnya BOR-nya sudah tinggi banget padahal yang dipakai baru 20 persen. Banyak yang seperti itu," kata Jokowi dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Bukan hanya pasien positif, Jokowi juga meminta para kepala daerah untuk segera menggunakan anggaran yang telah dikucurkan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satunya yang bergerak di UMKM atau usaha mikro kecil dan menengah.

Berikut sederet perintah Jokowi kepada kepala daerah di Tanah Air dalam penanganan Covid-19:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Kepala Daerah Diminta Siapkan Tempat Isolasi Terpusat

Presiden Jokowi, meminta kepada setiap kepala daerah untuk bisa mempersiapkan tempat-tempat isolasi terpusat untuk pasien Covid-19.

Menurut Jokowi, hal itu penting dilakukan, sebab tanpa adanya tempat isolasi terpusat, kecepatan penularan Covid-19 di wilayah padat penduduk diyakini bisa terjadi semakin cepat dan masif.

"Penyiapan rumah isolasi terutama untuk yang bergejala ringan. Kalau bisa, ini sampai di tingkat kelurahan atau desa, ini akan lebih baik. Kalau tidak, paling tidak, ada isolasi terpusat di tingkat kecamatan terutama ini untuk kawasan-kawasan yang padat, utamanya di kota-kota, ini harus ada," kata dia.

Berdasarkan temuan Jokowi di lapangan, dia acap kali melihat kawasan padat seperti rumah berukuran 3x3 meter dihuni oleh empat orang. dirinya meyakini, jika tidak ada tempat isolasi terpusat, maka kecepatan penularan Covid-19 akan sangat masif.

2. Siapkan RS Daerah

Selain itu, lanjut Jokowi, kepada tiap kepala daerah untuk merencanakan dan menyiapkan rumah sakit daerah, termasuk rumah sakit cadangan dan rumah sakit darurat.

Hal tersebut perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan sehingga kapasitas rumah sakit penuh.

"Paling tidak kita memiliki di dalam perencanaan itu bagaimana kalau rumah sakit itu penuh. Jangan (rumah sakit) sudah penuh baru menyiapkan. Akan terlambat," kata Jokowi.

3. Diminta Lebih Rajin Turun ke Lapangan

Jokowi meminta agar tiap-tiap kepala daerah bisa lebih rajin turun ke lapangan untuk mengontrol langsung kondisi warganya yang terkena Covid-19.

Terutama, menyangkut ketersediaan obat, kapasitas rumah sakit hingga kecukupan pasokan oksigen.

Hal ini disampaikannya saat rapat daring bersama kepala daerah se-Indonesia yang disiarkan melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 19 Juli 2021 Malam.

"Kepala daerah juga diminta untuk terus memantau kapasitas rumah sakit atau bed occupancy rate di setiap rumah sakit sehingga bisa dioptimalkan untuk penanganan pasien Covid-19," kata Jokowi.

Selain itu, hadirnya kepala daerah yang rajin turun ke lapangan, diharap dia dapat menemukan situasi rumah sakit yang masih bisa memaksimalkan kapasitasnya untuk pasien Covid-19.

4. Percepat Bansos ke Masyarakat

Jokowi juga meminta setiap kepala daerah dapat memaksimalkan pendanaan tersebut untuk membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

"Terutama yang berkait dengan bantuan UMKM, dana bantuan sosial, dan Dana Desa. Berdasarkan data yang diterima, anggaran UMKM untuk seluruh daerah ada Rp 13,3 triliun, sementara yang tersalurkan baru Rp 2,3 triliun," kata Jokowi.

Dia meyakini, dana yang telah disiapkan pemerintah melalui anggaran belanja daerah sangat dibutuhkan rakyat saat situasi seperti sekarang. Karenanya Jokowi mendorong tiap-tiap kepala daerah untuk bisa melakukan pencairan segera.

"Rakyat butuh sekali. Rakyat menunggu. Sehingga saya minta ini agar segera dikeluarkan. Perlindungan sosial ada anggaran, di catatan saya Rp 12,1 triliun. Realisasi juga baru Rp 2,3 triliun. Belum ada 20 persen semuanya. Padahal rakyat menunggu ini," harap Jokowi.

Senada dengan Dana Desa, Jokowi mencatat jumlah totalnya mencapai Rp 72 triliun. Berdasarkan jumlah tersebut, Rp28 triliun dipergunakan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel