4 Pernyataan Anies Terkait Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil di Jakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Adanya program vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil merupakan bentuk jawaban keresahan selama berbulan-bulan saat pandemi. Hal tersebut disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Menurut Anies, hingga saat ini sudah ada ribuan ibu hamil di Jakarta yang telah mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis pertama.

"Di Jakarta sendiri pada saat ini sudah tercatat 1.754 ibu hamil yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2021).

Dengan banyaknya ibu hamil yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 itu menunjukkan bentuk antusiasme cegah penyebaran virus Corona.

Meski begitu, Anies berharap ada penelitian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para ibu hamil.

Sebab saat ini, kata dia, ilmu mengenai virus Covid-19 merupakan hal yang baru.

Berikut 4 pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies soal vaksinasi Covid-19 ibu hamil dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1.754 Ibu Hamil Terima Dosis Pertama Vaksin Covid-19

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 Sinovac kepada ibu hamil di Puskesmas Jagakarsa II, Jakarta Selatan, Kamis (19/08/2021). Sudah dari pekan lalu sejumlah Puskesmas di DKI membuka vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 Sinovac kepada ibu hamil di Puskesmas Jagakarsa II, Jakarta Selatan, Kamis (19/08/2021). Sudah dari pekan lalu sejumlah Puskesmas di DKI membuka vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil. (merdeka.com/Arie Basuki)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan program vaksinasi Covid-19 untuk ibu hamil merupakan bentuk jawaban keresahan selama berbulan-bulan saat pandemi.

Anies menyebut sudah ada ribuan ibu hamil di Jakarta yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama.

"Di Jakarta sendiri pada saat ini sudah tercatat 1.754 ibu hamil yang telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (19/8/2021).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyatakan hal tersebut merupakan bentuk dari antusiasme para ibu hamil untuk pencegahan Covid-19.

Fasilitas Persalinan Ibu Hamil Terpapar Covid-19 Terjamin

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 Sinovac kepada ibu hamil di Puskesmas Jagakarsa II, Jakarta Selatan, Kamis (19/08/2021). Saat ini tercatat sebanyak 1.754 ibu hamil telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dalam mencegah penyebaran virus corona covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 Sinovac kepada ibu hamil di Puskesmas Jagakarsa II, Jakarta Selatan, Kamis (19/08/2021). Saat ini tercatat sebanyak 1.754 ibu hamil telah mendapatkan vaksinasi dosis pertama dalam mencegah penyebaran virus corona covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Anies menyebut saat pandemi setahun lalu, salah satu hal yang ditangani Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yakni penanganan persalinan untuk para ibu hamil yang terpapar Covid-19.

Menyikapi hal tersebut, Anies mengatakan saat ini seluruh Puskesmas di Jakarta telah siap menangani kasus ibu hamil yang menghadapi persalinan saat terpapar Covid-19.

"Di RSUD manapun datang di Puskesmas kecamatan manapun, maka Insya Allah ibu hamil bisa tertangani walaupun ada kendala Covid-19," papar Anies.

Minta Perguruan Tinggi Terlibat Vaksinasi Covid-19 Ibu Hamil untuk Penelitian

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 Sinovac kepada ibu hamil di Puskesmas Jagakarsa II, Jakarta Selatan, Kamis (19/08/2021). Sudah dari pekan lalu sejumlah Puskesmas di DKI membuka vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin covid-19 Sinovac kepada ibu hamil di Puskesmas Jagakarsa II, Jakarta Selatan, Kamis (19/08/2021). Sudah dari pekan lalu sejumlah Puskesmas di DKI membuka vaksinasi covid-19 bagi ibu hamil. (merdeka.com/Arie Basuki)

Disamping angka ibu hamil yang sudah terima vaksin serta jaminan fasilitas persalinan ibu hamil terpapar Covid-19, Anies juga mengimbau hal lain.

Dia berharap ada penelitian pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk para ibu hamil. Sebab saat ini ilmu mengenai virus Covid-19 merupakan hal yang baru.

"Perilaku virus ini pun masih relatif baru, harapannya proses vaksinasi ini ditandem dengan kampus-kampus untuk melakukan penelitian monitoring atas setiap Ibu yang dapat vaksinasi lakukan monitoring itu," kata Anies.

Inginkan Pengawasan Terus Dilakukan

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada seorang ibu hamil di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (18/8/2021). Vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui yang dilakukan sekali dalam sepekan menggunakan vaksin jenis Sinovac ini dibatasi jumlahnya hanya 60 peserta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada seorang ibu hamil di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (18/8/2021). Vaksinasi bagi ibu hamil dan menyusui yang dilakukan sekali dalam sepekan menggunakan vaksin jenis Sinovac ini dibatasi jumlahnya hanya 60 peserta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga menginginkan agar monitor atau pengawasan tersebut tetap dilakukan hingga proses setelah melahirkan.

Anies menyebut hal tersebut nantinya terdapat data yang komprehensif mengenai vaksinasi Covid-19 terhadap ibu hamil dan anak yang telah dilahirkan.

"Dengan begitu harapannya nanti kebijakan-kebijakan yang kita buat kita bisa lakukan lebih sesuai dengan fakta di lapangan," jelas Anies.

(Cindy Violeta Layan)

13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021

Infografis 13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel