4 Pernyataan Jokowi soal Perencanaan Wilayah dan Kota di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, Indonesia harus memiliki kekhasan sendiri saat membuat perencanaan wilayah dan kota.

Jokowi menilai, Indonesia tak bisa hanya meniru perencanaan wilayah yang diterapkan negara-negara lain.

"Kita Indonesia harus mempunyai, harus memiliki kekhasan sendiri ketika membuat perencanaan wilayah maupun perencanaan kota," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam acara HUT Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu, 17 April 2021.

Selain itu, Jokowi juga mengingatkan dalam perencanaan wilayah dan kota harus turut mempertimbangkan budaya masyarakat, sejarah, hingga struktur ekonomi masyarakat.

"Jangan sampai perencanaan justru membuat masyarakat terasing di kampungnya sendiri," ucap dia.

Menurut Jokowi, perencanaan wilayah dan kota bukan hanya sekedar merancang pembangunan gedung, namun juga membangun tempat hidup yang bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat, interaksi sosial, akar budaya.

Berikut 4 hal yang disampaikan Jokowi terkait perencanaan wilayah dan kota di Indonesia dihimpun Liputan6.com:

1. Harus Miliki Kekhasan, Tak Selalu Tiru Negara Lain

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 5 April 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 5 April 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia harus memiliki kekhasan sendiri saat membuat perencanaan wilayah dan kota.

Menurut dia, Indonesia tak bisa hanya meniru perencanaan wilayah yang diterapkan negara-negara lain.

"Kita Indonesia harus mempunyai, harus memiliki kekhasan sendiri ketika membuat perencanaan wilayah maupun perencanaan kota," kata Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam acara HUT Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu, 17 April 2021.

"Kita harus belajar dari negara-negara lain, tetapi kita tidak bisa hanya sekedar meng-copy saja perencanaan wilayah dan kota di negara-negara lain," sambung dia.

2. Jangan Buat Masyarakat Setempat Terasing

Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan zakat mal di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/5/2019). Jokowi bersama para menteri, kepala lembaga, hingga direksi BUMN melakukan pembayaran zakat mal melalui Baznas senilai Rp 55 juta secara tunai. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo ketika menyerahkan zakat mal di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/5/2019). Jokowi bersama para menteri, kepala lembaga, hingga direksi BUMN melakukan pembayaran zakat mal melalui Baznas senilai Rp 55 juta secara tunai. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemudian Jokowi mengingatkan, perencanaan wilayah dan kota harus turut mempertimbangkan budaya masyarakat, sejarah, hingga struktur ekonomi masyarakat.

Dia tak ingin perencanaan wilayah dan kota jusrtu membuat masyarakat merasa terasing di kampungnya.

"Jangan sampai perencanaan justru membuat masyarakat terasing di kampungnya sendiri. Jangan sampai perencanaan memicu kemacetan lalu lintas, membuat biaya hidup semakin mahal dan semakin tidak sehat," ucap Jokowi.

3. Tetap Perhatikan Masyarakat Sekitar

Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (6/4/2021), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan terkait penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat Siklon Tropis Seroja. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Lalu, Jokowi menyebut, perencanaan wilayah dan kota bukan hanya sekedar merancang pembangunan gedung, namun juga membangun tempat hidup yang bisa mempengaruhi kesehatan masyarakat, interaksi sosial, akar budaya.

Bukan hanya itu, perencanaan pun harus memikirkan efisiensi ekonomi dan kenyamanan hidup yang dapat mempengaruhi kebahagiaan dan kreatifitas warganya.

"Jangan sampai perencanaan silau dengan perkembangan teknologi yang tidak diintegrasikan dengan kebutuhan masyarakat," kata Jokowi.

4. Perhatikan Sungai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah saat membuka secara virtual, Jumat (2/4/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah saat membuka secara virtual, Jumat (2/4/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jokowi menekankan, perencanaan harus mengarah pada pembangunan kota yang inklusif dan terbuka untuk semua masyarakat.

Kemudian, rancangan desain kota harus mengamankan sungai dan membuat warganya cinta terhadap sungai-sungainya.

Pasalnya, rancangan rumah yang menghadap sungai dinilai dapat menjadi salah satu cara yang tertuang dalam perencanaan.

Jokowi menyakini apabila perencanaan wilayah dan kota dirancang dengan sangat matang, akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Desain perencanaan wilayah dan perencanaan kota yang dirancang dengan matang akan berkontribusi besar terhadap kualitas hidup warganya, terhadap kualitas lingkungan, kegiatan ekonomi sosial dan budaya serta terhadap citra Indonesia di mata masyarakat internasional," jelas Jokowi.

Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19

Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Jokowi dan Pemimpin Dunia Disuntik Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: