4 Pernyataan Satgas Covid-19 soal Tingginya Mobilitas Warga ke Pusat Perbelanjaan

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 memprediksi, mobilitas orang ke pusat perbelanjaan baik itu ke pasar ataupun mal akan naik 10 hari jelang Lebaran Idul Fitri.

Kenaikan tersebut dikatakan akan berdampak terhadap berkurangnya kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

"Dalam 10 hari ke depan, mobilitas di pusat perbelanjaan akan semakin meningkat, sehingga penegakan disiplin akan sangat diperlukan," ungkap Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah saat Rapat Koordinasi Satgas Nasional pada Minggu, 2 Mei 2021.

Berdasarkan data monitoring Satgas Covid-19, menjelang Lebaran akan ada banyak pasar yang mulai beroperasi untuk memenuhi kebutuhan warga akan baju Lebaran.

"Kalau kita lihat dari hasil monitoring di lapangan, pasar-pasar beroperasi. Namun, kepatuhan dalam penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) masih perlu kita ingatkan kembali," imbuh Dewi.

Peningkatan tersebut dilaporkan terjadi di 29 provinsi di Tanah Air dari data yang dihimpun sampai 27 April 2021.

Berikut ini adalah sejumlah pernyataan Satgas Covid-19 terkait tingginya mobilitas masyarakat ke pusat perbelanjaan jelang hari raya Lebaran dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

1. Kenaikan Mobilitas Terjadi di 29 Provinsi

Dewi memaparkan, dari 34 provinsi, 29 provinsi di antaranya mengalami kenaikan mobilitas orang ke pusat perbelanjaan. Ada situasi masyarakat sudah mulai keluar rumah menuju pusat perbelanjaan.

Rata-rata kenaikan mobilitas 14,82 persen, bahkan ada yang paling tinggi mencapai 50,57 persen.

"Ada 29 dari 34 provinsi mengalami kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan dalam 7 hari terakhir, rentang waktu 20-27 April 2021. Artinya, orang-orang sudah mulai keluar rumah, banyak ke pusat perbelanjaan," paparnya.

"Jelas terlihat di 29 provinsi, yakni lebih dari 80 persen provinsi yang ada di Indonesia dengan rata-rata kenaikan mobilitas sekitar 14,82 persen. Rentang paling kecil (kenaikan mobilitas) 2 persen, namun ada kenaikan paling tinggi hingga 50,57 persen." tambahnya.

Berikut enam dari 29 provinsi yang tingkat moblitias warganya ke pusat perbelanjaan jelang Lebaran di atas 20 persen. Yaitu Sumatera Barat, Sulawesi Barat, Gorontalo, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

2. Berpotensi Timbulkan Klaster Baru

Sementara itu, kerumunan masyarakat yang terjadi di Pasar Tanah Abang Jakarta, Minggu, 2 Mei 2021 juga tak kalah jadi sorotan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito.

Diketahui jumlah pengunjung Pasar Tanah Abang pada Minggu, 2 Mei 2021 lebih banyak dari sehari sebelumnya, yakni mencapai 100.000 orang. Pada Sabtu, 1 Mei 2021, jumlah pengunjung dari 35.000 bertambah 87.000 orang.

Menurut Wiku hal ini dapat menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Kendati berbelanja jelang Lebaran merupakan tradisi masyarakat di setiap Hari Raya Idul Fitri dan dapat menggerakan ekonomi nasional di masa pandemi, namun secara bersamaan, tutur Wiku berbelanja tanpa protokol kesehatan sangat berpotensi menyebarkan virus Corona.

"Tradisi berbelanja menjelang Hari Raya, ini pun sangat baik untuk kemajuan ekonomi nasional. Namun, melakukannya secara bersamaan sama saja akan meruntuhkan hasil jerih payah kita mengendalikan Covid-19 yaitu berpeluang menimbulkan klaster baru," kata Wiku kepada Liputan6.com, Senin, 3 Mei 2021.

3. 10 Hari Jelang Lebaran, Orang ke Pusat Perbelanjaan Akan Naik

Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19 Dewi Nur Aisya kembali mengungkap, dalam 10 hari ke depan, mobilitas di pusat perbelanjaan akan semakin meningkat.

Hal ini akan berdampak pada berkurangnya kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan.

"Terutama dalam rangka penggunaan masker ya, karena (terjadi) kerumunan. Kebanyakan pengunjung yang hadir menyebabkan penggunaan masker tidak efektif jika tidak diimbangi dengan jaga jarak. Penggunaan masker yang tidak benar akan sangat rentan sekali terhadap terjadinya penularan virus Coron," tuturnya, Minggu, 2 Mei 2021.

4. Kerahkan TNI-Polri Awasi Kedatangan Pengunjung

Saat ini untuk mengawasi kedatangan pengunjung ke Tanah Abang, Wiku mengatakan jumlahpersonel TNI-Polri di Pasar Tanah Abang telah ditambah.

Hal ini untuk mencegah terjadinya kerumunan serupa bahkan lebih besar menjelang Hari Raya Idul Fitri 2021.

Wiku juga meminta seluruh Satgas Daerah untuk mengawasi mobilitas dan kerumunan masyarakat di pusat perbelanjaan mendekati Lebaran 2021.

Dia mengingatkan, satgas daerah tak hanya reaktif terhadap kemunculan kerumunan, namun juga mampu antisipatif.

"Mohon pula untuk mengevaluasi kembali penerapan PPKM kabupaten/kota bagi daerah yang telah diinstruksikan oleh Inmendagri Nomor.9 Tahun 2021 karena di dalamnya sudah diatur terkait pengendalian sektor sosial ekonomi yang dapat produktif namun aman COVID-19 melalui pembatasan kapasitas maupun jam operasional," jelas Wiku.

Dinda Permata

Saksikan video pilihan di bawah ini: