4 Pernyataan Terkini Wagub DKI Soal Vaksinasi Covid-19 di Jakarta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan perkembangan terkini soal vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota.

Yang pertama menurut Riza, dirinya mengakui adanya penurunan jumlah penerima vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota.

Bahkan, kata dia, saat ini DKI Jakarta tak memenuhi target 100 ribu orang yang disunti vaksin setiap harinya.

"Memang sekarang ini agak menurun karena kan jumlahnya sudah mencapai 100 persen. Jumlahnya kan sudah banyak sekali, sekarang ini tidak mudah lagi mengerahkan orang datang ke balai (vaksinasi)," kata Riza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 15 September 2021.

Meski begitu, dia mengaku belum akan menerapkan denda kepada warga yang tidak mau vaksinasi Covid-19.

"Kita belum sejauh itu, sekalipun Perda-nya dimungkinkan ada sanksi, tetapi sejauh ini kita ingin ada kesadaran seluruh warga untuk mendapatkan vaksin dan mengikuti pelaksanaan vaksin," terang Riza.

Berikut 4 pernyataan terkini Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria soal vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Terjadi Penurunan Angka Vaksinasi Covid-19

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 di sentra vaksin Tomang Tol Plaza, Tangerang, Sabtu (24/7/2021). Pemerintah sebelumnya menetapkan target sasaran vaksinasi 181,5 juta atau 70 persen dari total populasi untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 di sentra vaksin Tomang Tol Plaza, Tangerang, Sabtu (24/7/2021). Pemerintah sebelumnya menetapkan target sasaran vaksinasi 181,5 juta atau 70 persen dari total populasi untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui adanya penurunan jumlah penerima vaksinasi Covid-19 di Ibu Kota.

Bahkan, saat ini DKI Jakarta tak memenuhi target 100 ribu orang yang divaksin setiap harinya.

"Memang sekarang ini agak menurun karena kan jumlahnya sudah mencapai 100 persen. Jumlahnya kan sudah banyak sekali, sekarang ini tidak mudah lagi mengerahkan orang datang ke balai (vaksinasi)," kata Riza di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu 15 September 2021.

Menurut Riza, warga yang belum divaksinasi merupakan yang hanya beraktivitas di sekitar lingkungan rumahnya.

2. Terus Kejar Target

Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19  ke Seorang guru  di Puskesmas Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/4/2021). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan sebanyak 5,5 juta guru dan tenaga pendidik mengikuti vaksinasi COVID-19 sampai akhir Juni 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas medis menyuntikan vaksin COVID-19 ke Seorang guru di Puskesmas Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (9/4/2021). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan sebanyak 5,5 juta guru dan tenaga pendidik mengikuti vaksinasi COVID-19 sampai akhir Juni 2021. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Riza mengatakan, pihaknya terus melakukan penyisiran kepada warga yang belum melakukan vaksinasi.

Kendati begitu, Riza menegaskan Pemprov DKI sebelumnya seringkali melebihi target vaksinasi harian yang ditetapkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi, yakni 100 ribu orang dalam satu hari.

"Tapi yang jadi masalah adalah warganya sendiri bukan antusias animonya, tapi karena memang sudah hampir mendekati selesai. Ya kita sedang menyisir yang terserak-serak, kira-kira begitu," terang dia.

3. Belum Terapkan Denda

Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling untuk warga Kelurahan Malaka Jaya di RPTRA Bunga Rampai, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Pemprov DKI Jakarta memberikan pelayanan mobil vaksinasi COVID-19 keliling. (merdeka.com/Imam Buhori)
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga saat vaksinasi keliling untuk warga Kelurahan Malaka Jaya di RPTRA Bunga Rampai, Jakarta, Jumat (9/7/2021). Pemprov DKI Jakarta memberikan pelayanan mobil vaksinasi COVID-19 keliling. (merdeka.com/Imam Buhori)

Riza menyatakan saat ini dari keseluruhan warga yang menerima vaksinasi di Ibu Kota sebanyak 41 persen merupakan warga non-DKI. Dia mengakui masih banyak warga ber-KTP DKI yang belum melakukan vaksinasi.

Kendati begitu, Riza menyatakan belum akan menerapkan denda kepada warga yang tidak mau vaksinasi Covid-19.

"Kita belum sejauh itu, sekalipun Perda-nya dimungkinkan ada sanksi, tetapi sejauh ini kita ingin ada kesadaran seluruh warga untuk mendapatkan vaksin dan mengikuti pelaksanaan vaksin," kata dia.

4. Minta Jajarannya Pastikan Warga Divaksinasi

Ribuan pelajar di Kota Tangerang menerima dosis pertama vaksinasi Covid-19 jenis Pfizer. (Foto:Liputan6/Pramita Tristiawati)
Ribuan pelajar di Kota Tangerang menerima dosis pertama vaksinasi Covid-19 jenis Pfizer. (Foto:Liputan6/Pramita Tristiawati)

Riza mengaku pihaknya telah meminta para jajaran untuk memastikan warganya untuk melakukan vaksinasi. Yakni mulai dari tingkat kota hingga RT.

"Bahkan di tingkat satgas tingkat RT mengisi form-form dari sertifikasi vaksin membantu memastikan ada warga. Jadi, sekali lagi, yang belum segera, tidak usah khawatir, ini tidak ada efek samping, dan halal dan gratis," jelas dia.

Untuk diketahui, Pasal 30 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2020 disebutkan setiap orang yang dengan sengaja menolak untuk dilakukan pengobatan dan/atau vaksinasi Covid-19, dipidana dengan pidana denda paling banyak sebesar Rp 5 juta.

13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021

Infografis 13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 13 Mal di Jakarta Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 per Juni 2021. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel