4 Pernyataan Wagub DKI Jakarta soal Banjir Rob di Jalan RE Martadinata Ancol

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejak Kamis 4 November 2021, Jalan RE Martadinata Ancol, Pademangan, Jakarta Utara digenangi banjir rob.

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun angkat bicara. Riza mengatakan, mengatakan pemerintah provinsi (pemprov) terus berupaya mengendalikan banjir rob tersebut. Dia pun meminta masyarakat untuk bersabar.

"Jadi memang perlu waktu sekali lagi mohon bersabar, semua prinsipnya kami pemerintah daerah didukung oleh pemerintah pusat berupaya sebaik mungkin untuk dapat mencegah, mengendalikan banjir," jelas Wagub DKI Jakarta kepada wartawan, Jakarta, Minggu 7 November 2021.

Menurut Riza, kendati wilayah Jakarta Utara berpotensi dilanda banjir rob, namun genangan air dapat surut dalam beberapa jam.

"Hal ini berkat kerja sama penanganan dan pngendalian intensitas hujan yang dapat mengakibatkan banjir dengan sejumlah pihak," ucap Riza.

Berikut sederet pernyataan Wagub DKI Jakarta terkait banjir rob yang genangi Jalan RE Martadinata Ancol dihimpun Liputan6.com:

1. Minta Masyarakat Bersabar

Banjir rob yang menggenangi kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Banjir rob tersebut disebabkan karena naiknya permukaan air laut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Banjir rob yang menggenangi kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Banjir rob tersebut disebabkan karena naiknya permukaan air laut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah provinsi (pemprov) terus berupaya mengendalikan banjir rob yang sudah menggenangi Jalan RE Martadinata Ancol Jakarta Pusat, sejak Kamis 4 November 2021. Dia pun meminta masyarakat untuk bersabar.

"Jadi memang perlu waktu sekali lagi mohon bersabar, semua prinsipnya kami pemerintah daerah didukung oleh pemerintah pusat berupaya sebaik mungkin untuk dapat mencegah, mengendalikan banjir," ujar Riza kepada wartawan, Jakarta, Minggu 7 Novemeber 2021.

2. Kerahkan Semua Pompa

Banjir rob adalah banjir di tepi pantai karena permukaan air laut yang lebih tinggi daripada bibir pantai atau daratan di pesisir pantai.
Banjir rob adalah banjir di tepi pantai karena permukaan air laut yang lebih tinggi daripada bibir pantai atau daratan di pesisir pantai.

Menurut Riza, ada beberapa titik di kawasan RE Martadinata yang titiknya cukup rendah sehingga membutuhkan waktu untuk memindahkan air melalui pompa.

Namun, Riza memastikan semua pompa telah dikerahkan untuk mengatasi banjir.

"Perlu waktu untuk memindahkan air melalui pompa menggunakan alat yang ada. Semua pompa kami kerahkan karena intensitas hujan yang tinggi," kata dia.

3. Kerja Sana dengan Sejumlah Instansi Tangani Banjir Rob

Sejumlah kendaraan melintasi banjir rob di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Banjir rob tersebut disebabkan karena naiknya permukaan air laut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Sejumlah kendaraan melintasi banjir rob di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta, Sabtu (6/11/2021). Banjir rob tersebut disebabkan karena naiknya permukaan air laut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Riza menyampaikan Pemprov DKI telah bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk melakukan penanganan dan pengendalian intensitas hujan yang dapat mengakibatkan banjir.

Pemprov DKI juga terus melakukan pembangunan waduk, situ, embung, normalisasi, hingga pengerukan untuk mencegah banjir di ibu kota.

"Seperti kita ketahui, di Jakarta ini di bagian Utara apa lagi di musim hujan ini ada potensi banjir rob, tapi Alhamdulillah genangan air yang ada dalam beberapa jam bisa surut kembali," ujarnya.

"Tentu ini semua berkat kerja sama semua pihak. Selain jajaran dari aparat Pemprov DKI, kami juga dibantu ormas, masyarakat, dan penggiat lingkungan, dan instansi lain yang bekerja sama selama ini," sambung Riza.

4. Tegaskan Banjir Rob Tak Bisa Diselesaikan dalam Lima Tahun

Kendaraan bermotor melintasi jalan yang tergenang air rob (banjir pasang air laut) di Kawasan Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Banjir rob di Pelabuhan Muara Baru tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem serta pasangnya air laut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Kendaraan bermotor melintasi jalan yang tergenang air rob (banjir pasang air laut) di Kawasan Pasar Ikan Muara Baru, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Banjir rob di Pelabuhan Muara Baru tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem serta pasangnya air laut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Riza kemudian menyebut butuh waktu lama menyelesaikan persoalan banjir rob di Ibu Kota. Bahkan, kata dia, banjir rob di Jakarta yang kerap terjadi saat musim hujan tak bisa diselesaikan dalam waktu 5 tahun.

"Ya tentu soal banjir rob ini perlu waktu yang cukup ya, tidak bisa diselesaikan dalam 1,2,3,4,5 tahun. Kita perlu punya program," kata Riza.

Menurut dia, daerah Jakarta Utara paling berpotensi terendam banjir rob saat musim penghujan. Riza mengatakan pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai program untuk mengatasi dan mengendalikan banjir rob.

"Yang sudah dilaksanakan sejauh ini di antaranya adalah pembuatan tanggul disekitar pantai. Itu sudah dilaksanakan bertahap dan memang memerlukan waktu untuk kerjasama," ujar Riza.

Kendati wilayah Jakarta Utara berpotensi dilanda banjir rob, namun genangan air dapat surut dalam beberapa jam.

"Hal ini berkat kerja sama penanganan dan pngendalian intensitas hujan yang dapat mengakibatkan banjir dengan sejumlah pihak," jelas Riza.

19 Provinsi di Indonesia Terancam Banjir Bandang

Infografis 19 Provinsi di Indonesia Terancam Banjir Bandang. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 19 Provinsi di Indonesia Terancam Banjir Bandang. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel