4 Pertolongan Pertama pada Anak Diare untuk Mengobati secara Aman

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Diare merupakan penyakit yang seringkali datang dan bisa dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Bahkan, anak-anak memiliki risiko yang lebih berbahaya daripada orang dewasa. Kelompok usia yang terbanyak mengalami diare adalah balita dan anak-anak, yaitu sebanyak 16.7 persen. Diare tak hanya mengganggu kenyamanan sang buah hati, namun juga dapat mengkibatkan kematian.

Diare adalah kondisi di mana (Buang Air Besar) BAB yang dikeluarkan encer atau berair dengan frekuensi lebih sering daripada biasanya. Penyebab diare yang paling umum adalah karena makanan atau minuman yang kotor dan terkontaminasi mikroorganisme.

Pada anak-anak, diare merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai. Penyakit ini kerap kali membuat orang tua panik dan khawatir, karena jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengakibatkan risiko yang fatal.

Namun, diare akan cepat sembuh jika ditangani dengan penanganan yang tepat. Simak 4 pertolongan pertama pada anak diare untuk mengobati secara aman. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Membuatkan Minuman Jahe

Ilustrasi Minuman jahe Credit: pexels.com/Mareefe
Ilustrasi Minuman jahe Credit: pexels.com/Mareefe

Jahe adalah salah satu bahan alami yang sering digunakan untuk menyembuhkan gangguan pada sistem pencernaan, seperti penyakit diare yang dialami anak. Jahe memiliki manfaat yang bisa membunuh bakteri atau parasit, serta menyembuhkan peradangan akibat infkesi di perut.

Cara mengolah jahe sangat mudah, yaitu dengan merebus tangkai jahe kecil dengan secangkir air, kemudian sajikan jahe saat hangat dan campur dengan madu untuk memberikan rasa manis.

Memberikan Ramuan Oralit

Ilustrasi Ramuan Oralit Credit: pexels.com/Teejay
Ilustrasi Ramuan Oralit Credit: pexels.com/Teejay

Bagi penderita diare yang rentan dehidrasi, dokter akan menyarankan penggunaan oralit. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, anak-anak juga dapat diberikan larutan gula dan garam yang mudah dibuat di rumah. Caranya dengan melarutkan satu liter air dengan enam sendok teh gula yang dicampur dengan setengah sendok teh garam.

Cairan ini dapat diberikan setiap kali anak buang air besar. Banyaknya cairan yang diberikan tergantung pada berat badan anak.

Memperbanyak Asupan Cairan

Ilustrasi Air Minum Credit: pexels.com/Lisa
Ilustrasi Air Minum Credit: pexels.com/Lisa

Saat mengalami diare, anak harus mengonsumsi lebih banyak cairan. Cairan harus diperbanyak jika diare disertai dengan muntah. Hal ini dibutuhkan untuk menghindari dan menangani dehidrasi akibat diare.

Berikan anak-anak minuman sedikit-sedikit namun dengan frekuensi yang sering. Lebih baik mendapatkan cairan sedikit daripada tidak sama sekali. Lebih baik memberi anak dengan air putih dan hindari pemberian jus buah atau minuman bersoda karena akan membuat diare bertambah parah.

Memberi Obat Diare

Ilustrasi Obat Diare Credit: pexels.com/Castorly
Ilustrasi Obat Diare Credit: pexels.com/Castorly

Pemberian obat antidiare pada anak dapat mengurangi gejala diare dan mempersingkat durasinya. Namun, sebenarnya obat tidak diperlukan karena sistem kekebalan tubuh pada anak akan melawannya secara alami.

Namun jika diare tidak kunjung membaik, disarankan untuk segera konsultasi dengan dokter. Tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat diare tanpa resep dari dokter.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel