4 Pesan Di Balik Peresmian Patung Jenderal Soedirman

Liputan6.com, Yogyakarta - Tokoh intelijen Indonesia AM Hendropriyono mengingatkan tentang 4 hal berkaitan dengan peringatan hari Pahlawan 10 November 2019. Empat hal ini penting bagi perkembangan bangsa Indonesia.

"Pertama jangan menganiaya tentara jangan bunuh secara politik seperti yang terjadi terhadap Wiranto," katanya usai peresmian Patung Panglima Besar Jenderal Besar Sudirman di Turusan Banyuraden, Gamping, Sleman DIY Minggu (10/11/2019).

Hendropriyono mengatakan penganiayaan kepada tentara merupakan bentuk yang menyedihkan dan berbahaya. Peristiwa penganiayaan hingga pembunuhan tentara ini sudah terjadi dan bangsa kehilangan pahlawan revolusi saat itu.

"Kita sudah mengalami peristiwa 7 pahlawan revolusi dibunuh kemudian tentara tidak terima. PKI dipenjarakan habis habisan," kata Hendropriyono.

Peristiwa besar bangsa saat itu diharapkan tidak terjadi lagi karena penganiayaan kepada tentara. Sebab, ia tidak mau kejadian serupa terjadi lagi nanti.

"Kalo terjadi penganiayaan lagi terhadap prajurit. Saya khawatir pelaku menggali lubang kuburnya sendiri. Saya sebagai orang tua ingatkan lagi," katanya.

Hendropriyono mengatakan pesan kedua dari para pendahulu dan sesepuh bangsa adalah menjaga dan memegang teguh jati diri bangsa Indonesia. Seperti ajaran moral yang diajarkan oleh para leluhur dan orang tua kita.

"Ajaran moral yang tinggi dari ortu kita. Kita tidak bisa memaki. Bicaralah dengan santun. Itu tidak ada ajaran moral kita," kata Hendropriyono.

 

Jangan Mudah Disesatkan

Memperingati Hari Pahlawan 10 November 2019 Menhan Prabowo Subianto dan Mantan Ketua BIN Hendropriyono meresmikan patung Panglima Besar Jenderal Sudirman di Turusan, Banyuraden, Gamping, Sleman, DIY Minggu (10/11/2019). (Foto: Liputan6.com/Yanuar H)

Hendropriyono mengingatkan pesan ketiga para sesepuh bangsa agar selalu disiplin. Hal ini demi kemajuan bangsa Indonesia.

"Bisa mengadakan demo tapi tetap disiplin. Kalo demo mengacau itu kerugian sangat besar. Berapa itu kerugiannya," katanya.

Pesan terakhir dari para sesepuh bangsa saat ini adalah deradikalisasi. Sebagai bangsa yang besar tentu kita harus paham bahaya radikalisme masuk ke Indonesia.

"Jangan mudah disesatkan orang lain yang membuat keadaan kita makin susah," katanya.

Ia senang karena beberapa institusi tengah bersih-bersih adanya paham radikalisme. Sehingga paham itu tidak menyebar dan membahayakan negara.

"Pengaruh yang menyesatkan anak muda dia tidak mati yang mati orang lain. Kominfo sedang bersih bersih saya ucapkan terimakasih," katanya.

Ia berharap 4 pesan dari para pendahulu bangsa ini dapat diserap dan dimengerti oleh generasi muda. Semua pesan ini secara tersirat dan tersurat terlihat dari tokoh pahlawan Jenderal Sudirman yang berjuang demi bangsa.

"Jadikan ini (patung Jenderal Sudirman di Gamping) jadi tempat pembelajaran bagi para milenial," katanya.

Simak video pilihan berikut: