4 Pesan Risma kepada Warga hingga Demonstran untuk Jaga Keamanan Surabaya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Melihat dari aksi demo yang dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat pada 8 Oktober 2020, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) mengajak kepada seluruh warga Surabaya, Jawa Timur untuk dapat selalu menjaga keamanan dan kondusivitas di Kota Pahlawan.

Risma menyayangkan terdapat beberapa aset yang dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab ketika dilakukan aksi demo di Surabaya.

Lewat akun official instagram @surabaya Senin, 26 Oktober 2020, Risma meminta agar menjaga keamanan, fasilitas dan anak-anak yang ada di Surabaya. Berikut sejumlah pesan Risma yang dirangkum pada Selasa, (27/10/2020):

1.Menjaga Fasilitas

Menurut Risma untuk menjaga fasilitas pribadi maupun yang dibangun pemerintah dapat dilakukan warga Surabaya dengan cara turut serta menjaga fasilitas umum atau properti yang ada di sekitar lingkungan masing-masing.

"Saya berharap kita semua sebagai warga Surabaya untuk dapat mengamankan properti yang kita miliki. Baik yang disediakan atau disiapkan atau dibangun Pemkot Surabaya, maupun properti pribadi milik bapak ibu sekalian yang ada di sekitar panjenengan," pesan Risma.

Bercermin dari aksi demo pada 8 Oktober 2020, ditemukan beberapa kerusakan pada fasilitas yang telah dibangun Pemkot Surabaya dari uang pajak warga Kota Pahlawan.

Dia menuturkan, terkadang ada warga yang masih menganggap properti dan fasilitas yang disediakan bukan miliknya, padahal fasilitas tersebut juga milik mereka yang dibangun bersumber dari pajak yang dibayarkan oleh warga Surabaya.

"Kita menganggap bahwa properti yang ada itu bukan milik kita, tapi sebenarnya itu milik bapak ibu sekalian yang digunakan dan dibangun untuk panjenengan semuanya. Karena itu mari kita jaga semuanya, jaga Surabaya dari kerusakan, jaga keamanan kita dan jaga keselamatan kita bersama." imbuhnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Menjaga Anak Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forpimda serta Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran menggelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Forpimda serta Kapolda Jatim Irjen Pol M Fadil Imran menggelar Deklarasi Jogo Suroboyo Damai. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Berkaca pada peristiwa tersebut juga, dijumpai ada anak-anak yang terlibat di dalam aksi demo di Surabaya. Risma berharap tidak ada lagi anak-anak yang ikut berpartisipasi dalam aksi demo.

Dia menuturkan, anak-anak merupakan masa depan bangsa Indonesia. Sehingga janganlah mereka sampai disakiti oleh orang-orang tak bertanggung jawab dan juga jangan sampai mereka mudah dipengaruhi oleh informasi dari media sosial.

"Saya berharap bapak ibu sekalian rangkul anak-anak kita, putra-putri kita sebagai bentuk perlindungan terhadap mereka, yang sudah kita besarkan sejak mereka tidak bisa apa-apa," tuturnya.

Ia pun kembali meminta kepada seluruh orangtua terutama di Surabaya agar selalu menjaga anak-anaknya. Menurut Risma, anak-anak adalah mimpi dan masa depan Surabaya dan anak-anak Surabaya adalah anaknya juga. Oleh karenanya, ia menitipkan kepada para orang tua untuk dapat melindungi anak-anaknya demi masa depan anak-anak, bangsa dan orang tuanya.

"Anak-anak Surabaya juga anak-anak saya. Karena itu mari kita selamatkan anak-anak kita. Supaya mereka bisa mewujudkan mimpi-mimpi mereka, mimpi-mimpi panjenengan dan kemudian membawa, menaikan, derajat panjenengan kelak," ujar dia.

Jaga Keselamatan Surabaya

Jalan MERR IIC Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Jalan MERR IIC Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Risma juga mengingatkan kembali, Surabaya dibangun oleh para pejuang yang saat 10 November 1945, mereka berjuang dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia tanpa peduli tentang suku, agama, tua ataupun muda.

"Karena itu ayo mari kita bergandengan tangan, kita selamatkan kota ini. Jangan sampai kita mundur kembali." ujarnya.

Selain itu, Risma juga menyayangkan uang yang sudah diinvestasikan harus digunakan untuk memperbaiki dan mengganti fasilitas yang rusak. Padahal uang tersebut dapat digunakan untuk keperluan yang produktif demi masa depan Kota Surabaya.

"Kita harus investasi kembali apabila ada kerusakan. Sayang sekali uang yang sudah dikumpulkan digunakan untuk memperbaiki atau mengganti sesuatu yang rusak. Seharusnya, kita bisa investasi untuk hal yang produktif demi masa depan kota ini. Kita harus yakin bahwa kita pasti bisa asalkan kita mau. Mari kita selamatkan kota ini.” ungkapnya.

Pesan kepada Demonstran

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma). (Foto: Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Di akhir video, Wali Kota Surabaya tersebut memberikan pesan kepada para demonstran yang menggelar aksi di Kota Pahlawan, agar turut serta dalam menjaga keamanan, kondusifitas dan fasilitas yang dimiliki Kota Surabaya.

Risma juga pernah menyampaikan pada 19 Oktober lalu saat memberi pengarahan ketika serah terima pelajar yang tertangkap polisi karena ikut aksi demo, ia mempersilahkan untuk berdemo di Surabaya. Akan tetapi, dengan syarat dalam menyampaikan aspirasi jangan sampai merusak fasilitas umum karena dibangun dengan uang rakyat.

"Mudah-mudahan para pendemo juga mendengarkan bahwa apa yang sudah ada di Kota Surabaya, dibangun dengan susah payah dan dibayar mulai dari yang miskin sampai yang kaya. Tolong jaga kota kami, tolong jangan rusak kota kami." pungkasnya.

(Ihsan Risniawan-FIS UNY)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini