4 Pesta Paling Gila Sepanjang Sejarah

Dian Lestari Ningsih, Kepoinkuy
·Bacaan 2 menit

VIVA – Siapa menyangka, di masa para pendahulu kita ada beberapa tradisi pesta perayaan yang boleh dibilang melampaui batas kewajaran. Perbuatan zina seolah dilegalkan dalam pesta-pesta berikut ini. Dimana, pria dan wanita saling bersetubuh layaknya hubungan suami-istri, bahkan tidak sedikit perbuatan itu melibatkan hubungan sesama jenis di muka umum. Bagaimana praktik zina tersebut berlangsung pada masa itu?

1.Pesta Kaisar Nero

Pencetus pesta perayaan ini tidak lain adalah Kaisar Nero, salah seorang kaisar ternama dalam sejarah kerajaan Romawi. Bukan segudang prestasi yang membuat namanya tersohor, melainkan keburukan tabiatnya. Nero gemar mengadakan pesta gila mulai dari mabuk-mabukan disertai aroma erotis nan mesum di luar nalar orang-orang beradab.

Para tamu undangan seperti bangsawan kelas menengah diajak menikmati suguhan seks nyaris setiap malam. Tujuan Nero hanya satu, mendapat dukungan dari para bangsawan dan kepuasan diri. Pesta gila ini sulit dijangkau hukum.

2.Pesta Bangsa Sodom dan Gomora

Melihat nama di atas, anda sudah bisa membayangkan seperti apa isi pesta tersebut. Tidak hanya kegiatan seks antar pria dan wanita, melainkan juga pesta seks sesama jenis. Para pria memuaskan hasrat mereka kepada sesamanya, begitu pula sebaliknya.

Bangsa ini kemudian digulingkan dengan berbagai macam bencana oleh sang pencipta. Sadar atau tidak, praktik bangsa Sodom dan Gomora kembali eksis di era modern. Hanya saja kegiatan seks tersebut berlangsung secara sembunyi-sembunyi.

3.Pesta Bacchanalia

Pesta ini dikenal pada masa Babylonia sebagai bentuk pemujaan bagi Dewa Tammuz yang menjadi simbol kesuburan. Isinya? Ajang pemuas nafsu dimana para peserta berhubungan seks secara massal, tidak lupa dibumbui minuman keras sebagai pelengkap.

Setiap orang dipersilakan memilih pasangannya serta berganti pasangan bila sudah bosan. Bahkan banyak remaja putri mengikuti pesta ini dan melepas keperawanan mereka tanpa dibebani rasa bersalah. Tujuannya tidak lain adalah mendapat berkah dari Dewa Tammuz.

4.Pesta Bangsa Mesir Kuno

Pesta bejat ini merupakan tradisi cukup kuno dan sarat kehidupan glamor. Di masa peradaban Mesir kuno, sudah menjadi kebiasaan masyarakatnya melakukan pernikahan sedarah atau incest. Antara anak dan ibu, ayah menikahi putri kandung hingga anak laki-laki menikahi kakak kandung perempuannya sendiri.

Hal ini diperparah dengan aktivitas berhubungan intim antara setiap orang yang baru saja mereka temui. Bangsa Mesir kuno mengadakan pesta ini sebagai bentuk penghormatan kepada Dewa Ra.