4 Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Syarat, dan Produknya

·Bacaan 10 menit
4 Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Syarat, dan Produknya
4 Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Syarat, dan Produknya

RumahCom – Dalam Pasal 20 UUPA, hak milik atas tanah adalah hak turun-temurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Itu sebabnya, berdasarkan keleluasaan dalam penggunaannya dari semua hak atas tanah yang ada, hak milik yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik atau SHM menempati kasta tertinggi dan memiliki manfaat paling besar bagi pemiliknya.

Ya, memiliki SHM akan memberikan banyak sekali manfaat. Salah satunya ialah bisa dijadikan aset yang dapat dijual, digadaikan, menjadi jaminan bank, disewakan, hingga diwakafkan. Dalam kondisi menjadi jaminan bank, maka jaminan sertifikat rumah merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar dana pinjaman bisa cair sesuai pengajuan.

  1. Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Ini Penjelasannya

  2. 4 Jenis Kredit dengan Jaminan Sertifikat Rumah

    1. Kredit Multiguna

    2. Pegadaian

    3. Lembaga Non-Bank

    4. Koperasi

  3. Persyaratan Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah

  4. Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah

  5. 8 Produk Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Syarat dan Langkah Pengajuan KPR di Indonesia 2021
Syarat dan Langkah Pengajuan KPR di Indonesia 2021

Mengajukan KPR Dan Mengatur Cicilan

Syarat dan Langkah Pengajuan KPR di Indonesia 2021

1. Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah, Ini Penjelasannya

Manfaat terbesar dari SHM adalah jangka waktu tidak terbatas, berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup. Sumber: Pexels - Sora Shimazaki
Manfaat terbesar dari SHM adalah jangka waktu tidak terbatas, berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup. Sumber: Pexels - Sora Shimazaki

Manfaat terbesar dari SHM adalah jangka waktu tidak terbatas, berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup. Sumber: Pexels - Sora Shimazaki

Keuntungan terbesar mempunyai tanah atau bangunan dengan status SHM adalah memiliki jangka waktu tidak terbatas dan berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup. Saat pemiliknya sudah tiada, maka SHM dapat diwariskan dari generasi ke generasi sesuai hukum yang berlaku. Oleh karenanya, yang paling membedakan SHM dengan jenis sertifikat lainnya terletak di hak penggunaan yang berlaku seumur hidup. Tidak seperti Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Guna Usaha (HGU) yang terbatas maksimal 60 tahun.

Selain itu, keuntungan memiliki Sertifikat Hak Milik adalah bisa dijadikan agunan saat masyarakat membutuhkan dana pinjaman yang aman dan tepat guna. Mengutip Antara News, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengatakan akses pinjaman menggunakan jaminan sertifikat tanah ke perbankan di Jawa Timur naik dalam setahun terakhir.

Hal ini terjadi pasca banyaknya warga yang menerima sertifikat dari pemerintah. Tercatat pada 2018, akses pinjaman menggunakan sertifikat tanah ke perbankan mencapai Rp91 triliun, dan pada 2019 naik menjadi sekitar Rp109 triliun.

Jaminan sertifikat rumah sebagai syarat mengajukan pinjaman ke bank memang diperbolehkan dan diatur oleh hukum. Kendati begitu, tujuan kredit dengan jaminan sertifikat rumah harus untuk hal-hal produktif. Hal tersebut sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo. Sejak beberapa tahun lalu, ia selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa sebelum menjamin sertifikat tanah ke bank, jangan lupa untuk melakukan perhitungan dengan benar. Terutama jangan sampai kredit ke bank dengan jaminan sertifikat rumah namun uangnya untuk beli kendaraan.

2. 4 Jenis Kredit dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Jaminan sertifikat rumah merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar dana pinjaman bisa cair sesuai pengajuan. Sumber: Pexels - Edmond Dantes
Jaminan sertifikat rumah merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar dana pinjaman bisa cair sesuai pengajuan. Sumber: Pexels - Edmond Dantes

Jaminan sertifikat rumah merupakan syarat utama yang harus dipenuhi agar dana pinjaman bisa cair sesuai pengajuan. Sumber: Pexels - Edmond Dantes

Di Indonesia, ada banyak lembaga keuangan yang menawarkan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Sebagai tahap pertama, pilih lembaga pinjaman yang kredibel dan terpercaya, misalnya terdaftar di OJK agar terjamin keamanannya. Sementara untuk masyarakat yang ingin punya rumah dengan lingkungan yang aman, cek pilihan rumah di kawasan Serpong dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

Rumah.com pun telah merangkum, setidaknya ada empat jenis kredit dengan jaminan sertifikat rumah. Berikut penjelasan dari keempatnya.

1. Kredit Multiguna

Melansir penjelasan yang tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa keuangan Nomor 05 Tahun 2015, disebutkan bahwa kredit multiguna adalah pembiayaan untuk pengadaan barang atau jasa yang diperlukan oleh debitur untuk pemakaian/konsumsi dan bukan untuk keperluan usaha (aktivitas produktif) dalam jangka waktu yang diperjanjikan.

Kredit multiguna merupakan produk yang disediakan banyak perbankan seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BCA maupun Bank Danamon. Pada prosesnya, mengajukan kredit multiguna hanya perlu modal berupa agunan atau jaminan. Agunan yang dimaksud adalah sertifikat tanah/ruko/apartemen, surat kepemilikan mobil dan motor seperti STNK dan BPKB, saham, deposito, surat berharga, Surat Keterangan (SK) Pengangkatan Pegawai, dan emas.

Pada praktiknya, agunan dapat dikombinasikan. Misalnya BPKB dan jaminan sertifikat rumah guna mendapatkan jumlah pinjaman yang lebih besar. Menurut aturan, alokasi dana pembiayaan ditetapkan maksimal 40% dari penghasilan nasabah. Jumlah pembiayaan itu juga tidak boleh melebihi 70% dari nilai agunan, dengan tenor kredit relatif pendek yakni 1 tahun – 5 tahun plus bunga yang dikenakan mulai dari 0,9%/bulan.

2. Pegadaian

Dimana bisa gadai sertifikat rumah? Ya di pegadaian. Pegadaian Gadai Sertifikat adalah pembiayaan berbasis syariah yang diberikan kepada masyarakat berpenghasilan tetap/rutin, pengusaha mikro/kecil dan petani dengan jaminan sertifikat tanah setingkat SHM dan HGB. Keunggulan dari mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah di Pegadaian adalah:

  • Pinjaman mulai dari Rp100 juta – Rp200 juta

  • Sesuai prinsip syariah

  • Proses pengajuan mudah

  • Dapat dilunasi sewaktu-waktu

Untuk persyaratan mengajukan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah di Pegadaian, diantaranya:

  • KTP, KK, PBB, IMB untuk UP lebih dari 50 juta, Surat Keterangan usaha untuk pelaku usaha.

  • Usia minimal rahin 21 tahun saat pengajuan dan maksimal 65 tahun saat kredit berakhir.

  • Untuk petani, telah bertani minimal 2 (dua) tahun dan memperoleh penghasilan rutin.

  • Untuk pengusaha mikro, usahanya telah berjalan lebih dari 1 (satu) tahun dan menjalankan usahanya secara syariat dan sah secara hukum.

  • Untuk karyawan, minimal 0 (nol) tahun untuk internal Pegadaian dan minimal 1 (satu) tahun untuk eksternal, Surat Keterangan sebagai karyawan dan surat izin atasan langsung untuk TNI/POLRI.

  • Pensiunan, memiliki penghasilan rutin setiap bulan dari instansi tempat bekerja sebelumnya.

  • Profesional formal, memiliki izin praktek kerja dan telah berjalan minimal 1 (satu) tahun. Contoh: dokter, pengacara.

  • Profesional non formal, tinggal dirumah milik sendiri (SHM/SHGB) dan telah berjalan minimal 2 (dua) tahun. Contoh: driver gojek/grab.

Tidak cukup hanya memiliki SHM dan HGB serta memenuhi persyaratan, rupanya mengajukan pinjaman di Pegadaian harus lolos kriteria terkait syarat jaminan sertifikat rumahnya. Yakni jika jaminan berupa tanah produktif (pertanian, perkebunan atau peternakan), maka harus merupakan tanah produktif yang tidak berada pada struktur tanah yang sulit dijangkau, status tanah tidak terblokir/bermasalah, status tanah tidak menjadi jaminan pinjaman/tidak diikat hak tanggungan oleh pihak lain, dan lokasi tanah boleh berbeda dari tempat tinggal nasabah selama masih berada dalam naungan satu kantor wilayah yang sama.

Tip Rumah

Jaminan sertifikat rumah sebagai syarat mengajukan pinjaman ke bank memang diperbolehkan dan diatur oleh hukum. Kendati begitu, tujuan kredit dengan jaminan sertifikat rumah harus untuk hal-hal produktif. Hal tersebut sesuai dengan amanat Presiden RI Joko Widodo.

3. Lembaga Non-Bank

Hampir semua lembaga non-bank di Indonesia yang resmi terdaftar di OJK seperti BFI Finance, ACC, dan Adira, memiliki produk pinjaman yang syaratnya adalah harus memberikan jaminan sertifikat rumah. Dengan memberikan jaminan sertifikat rumah, maka nominal pembiayaan yang diberikan bisa lebih besar mulai dari Rp70 juta.

Syarat pengajuan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah di lembaga non-bank, diantaranya adalah:

  • Warga Negara Indonesia

  • Berusia 21-60 tahun dan status perkawinan belum menikah, menikah dan cerai

  • Status tempat tinggal rumah sendiri, pasangan, keluarga, kontrak tahunan

  • Profesi pekerjaan :

    1. Karyawan (minimal tetap 2 tahun)

    2. Wiraswasta (minimal berjalan 2 tahun)

  • Tidak bisa diterima apabila Jenis usaha/profesi melanggar hukum

4. Koperasi

Koperasi juga menjadi sarana yang bisa memenuhi permintaan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Misalnya di KSP Sejahtera Bersama, yang memberikan pinjaman mikro untuk pengusaha, pedagang, atau pegawai yang digunakan untuk modal kerja dan modal usaha dengan jaminan bergerak atau tidak bergerak.

Proses mengajukan pinjaman di koperasi diklaim punya persyaratan mudah, dengan pencairan cepat dan jasa pinjaman yang bersaing. Namun syaratnya adalah wajib menjadi anggota koperasi tersebut, usia minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 55 tahun di akhir masa cicilan. Untuk plafon pinjaman, minimal kredit yang diberikan adalah Rp1 juta dan maksimal Rp25 juta.

3. Persyaratan Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Syarat pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah diantaranya WNI dan memiliki penghasilan minimal Rp5 juta. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio
Syarat pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah diantaranya WNI dan memiliki penghasilan minimal Rp5 juta. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Syarat pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah diantaranya WNI dan memiliki penghasilan minimal Rp5 juta. Sumber: Pexels - Andrea Piacquadio

Persyaratan pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah pada dasarnya mencakup syarat usia dan pekerjaan serta penghasilan minimum. Namun karena agunan yang diberikan adalah sertifikat atas tanah atau bangunan, maka plafon kredit yang diberikan kemungkinan bisa lebih besar dibandingkan dengan jaminan berupa BPKB kendaraan. Berikut ini syarat pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah.

  • Warga Negara Indonesia (WNI) dan berdomisili di Indonesia

  • Berusia minimal 21 tahun dan saat kredit berakhir maksimal 55 tahun untuk pegawai; atau maksimal 60 tahun untuk professional/wiraswasta

  • Jenis profesi

    • Pegawai:

      • Pegawai tetap

      • Masa kerja minimum 2 (dua) tahun

      • Pegawai kontrak dengan ketentuan:

        • Minimum jabatan: manager/supervisor atau sebagai professional

        • Minimum Income Rp 5 juta

        • Masa kerja minimal 5 tahun

      • Professional atau Wiraswasta:

        • Memiliki pengalaman di bidang usahanya minimum 2 (dua) tahun berturut-turut (dibuktikan oleh ijin usaha/praktek)

        • Memilki NPWP atau SPT Tahunan PPh orang pribadi sesuai peraturan yang berlaku

        • Minimum penghasilan Rp 5.000.000 (lima juta rupiah) per-bulan

        • Memiliki agunan yang dapat diikat sempurna

4. Dokumen yang Dibutuhkan untuk Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Dibutuhkan sejumlah dokumen pendukung jaminan sertifikat rumah, diantaranya fotokopi SHM, fotokopi IMB, sampai  fotokopi PBB terakhir. Sumber: Pexels - Anete Lusina
Dibutuhkan sejumlah dokumen pendukung jaminan sertifikat rumah, diantaranya fotokopi SHM, fotokopi IMB, sampai fotokopi PBB terakhir. Sumber: Pexels - Anete Lusina

Dibutuhkan sejumlah dokumen pendukung jaminan sertifikat rumah, diantaranya fotokopi SHM, fotokopi IMB, sampai fotokopi PBB terakhir. Sumber: Pexels - Anete Lusina

Sesuai pembahasan kali ini, tercantum jelas bahwa dokumen utama yang dibutuhkan untuk pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah adalah sertifikat itu sendiri. Selain sertifikatnya yang nanti akan ditahan sebagai agunan, ada pula dokumen lain yang dibutuhkan sebagai lampiran pendukung. Diantaranya adalah:

  1. Fotokopi KTP (suami istri)

  2. Fotokopi Kartu Keluarga

  3. Fotokopi Surat Nikah (apabila sudah menikah)

  4. Fotokopi NPWP Pribadi/SPT PPH 21

  5. Asli Slip Gaji terakhir pemohon & Suami/Istri dan/atau Asli Keterangan Penghasilan lainnya yang sah

  6. Fotokopi Rekening Koran/Giro/Tabungan 3 Bulan Terkahir

  7. Asli Surat Keterangan Kerja

  8. Fotokopi Ijin Praktik/Profesi

  9. Fotokopi Legailtas Usaha/Surat Ijin Usaha/Surat Keterangan Usaha (Akte Pendirian/AD-ART, SIUP, TDP, dan NIB) dari Instansi yang berwenang

  10. Pas Foto Pemohon & Suami/Istri Pemohon ukuran 3x4

  11. Fotokopi Dokumen Jaminan yakni sertifikat, IMB, bukti lunas PBB tahun terakhir

  12. Fotokopi Laporan Keuangan 2 Tahun Terakhir

5. 8 Produk Pinjaman dengan Jaminan Sertifikat Rumah

Dari sekian produk pinjaman, masyarakat bisa menyeleksi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Sumber: Pexels - RODNAE Productions
Dari sekian produk pinjaman, masyarakat bisa menyeleksi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Dari sekian produk pinjaman, masyarakat bisa menyeleksi mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Sumber: Pexels - RODNAE Productions

Sebelum memilih mana lembaga pembiayaan dan jenis kredit yang akan dipiliih, sebaiknya Anda perhitungkan dulu secara matang keunggulan dari masing-masing produk pinjaman yang ditawarkan. Merangkum seluruh penjelasan di atas, Rumah.com akan memaparkan 8 produk pinjaman dengan jaminan sertifikat rumah. Apa saja?

No.

Produk Pinjaman

Keunggulan

1.

Pinjaman Jaminan Sertifikat Rumah di BFI Finance

- Pembiayaan mulai dari Rp70 juta

- Bunga flat mulai dari 1,3% per bulan

- Tenor 12-84 bulan untuk karyawan, dan 12-60 bulan untuk wiraswasta

2.

Mandiri Multiguna

- Suku bunga kompetitif mulai dari 6,99% fix 3 tahun pertama dengan minimum tenor 12 tahun

- Limit lebih besar maksimal Rp10 miliar untuk pegawai dan profesional, maksimal Rp200 juta untuk wiraswasta

- Jangka waktu hingga 10 tahun

maksimum hingga 15 tahun untuk pegawai; 10 tahun untuk profesional; dan 7 tahun untuk wiraswasta

3.

Pinjaman Mikro KSP-SB

- Plafon pinjaman bisa sampai Rp25 juta

- Besar jasa pinjaman mikro 3,64% per bulan (anuitas) atau setara dengan 2,25% flat per bulan

- Masa pinjaman 6 bulan sampai dengan 36 bulan

4.

Pegadaian Syariah Gadai Sertifikat

- Tenor fleksibel antara 12-60 bulan

- Mu’nah pemeliharaan per bulan mulai dari 0,70% x taksiran

- Pinjaman mulai dari Rp1 juta sampai Rp200 juta

- Berpedoman sesuai prinsip syariah

5.

BNI Griya Multiguna

- Jangka waktu hingga 10 tahun

- Dana dapat digunakan untuk keperluan konsumtif

- Pengajuan kredit secara online melalui eform BNI Griya

- Biaya administrasi mulai dari Rp750 ribu sampai Rp2 juta

6.

Kredit Properti Multiguna Maybank

- Limit pinjaman tinggi mulai dari Rp250 juta

- Tenor pinjaman hingga 20 tahun

- Suku bunga 4,99% fixed 1 tahun, minimal jangka waktu 5 tahun

7.

Kredit Multiguna Bank Danamon

- Maksimal pinjaman Rp8 milar

- Jangka waktu angsuran 1 – 10 tahun

- Jenis jaminan adalah properti berupa rumah, ruko/ rukan dan apartemen

8.

Kredit Multiguna BPR Lestari

- Fasilitas pembayaran angsuran lewat autodebet

- Bebas biaya penalti untuk pelunasan sewaktu-waktu

- Perlindungan asuransi

- Suku bunga per tahun mulai dari 11,25%

Pekerja kontrak juga bisa mengajukan KPR. Simak informasi lengkapnya di video ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com.

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel