4 Potensi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Usai Pandemi Covid-19

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah harus mulai memikirkan bagaimana caranya mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru setelah pandemi covid-19. Suahasil menyebut ada 4 potensi sumber pertumbuhan ekonomi.

"Kita harus mencari sumber pertumbuhan ekonomi yang baru pasca pandemi Covid-19," kata Suahasil dalam acara Mid Year Economic Outlook 2022, Selasa (2/8).

Dia menjelaskan, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, tentunya tak jauh dari tren yang sedang dialami emerging market dan dunia internasional.

Potensi pertama, yaitu pola hidup normal baru atau new normal yang diperoleh melalui kesadaran pola hidup sehat dan penggunaan aplikasi teknologi digital.

Kedua, peta perdagangan dan investasi baru, melalui diversifikasi supply chain, inisiasi regional supply chain, Indonesia dalam strategic global supply chain, dan fragmentasi globalisasi.

Ekonomi Hijau

4 potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru usai pandemi covid-19
4 potensi sumber pertumbuhan ekonomi baru usai pandemi covid-19

Potensi ketiga yaitu, kesadaran ekonomi hijau melalui kebijakan progresif net zero emission, permintaan produk dan investasi ramah lingkungan. Keempat, potensi ketahanan energi dan pangan.

Oleh karena itu, pemerintah harus mulai bersiap dan memikirkan rencana ke depan guna menata kebijakan-kebijakan yang diperlukan demi menjaga ketahanan energi dan pangan. Selain itu diperlukan alat pendukung yang mumpuni, salah satunya melalui akselerasi adopsi teknologi baru.

"Dan tentu beberapa alat dukungnya adalah akselerasi adopsi teknologi baru, revitalisasi industri yang bernilai tambah tinggi, pembangunan ekonomi hijau dan penguatan EBT, dan keberlanjutan program food estate," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6 [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel