4 Ribu Serdadu Elite Rusia Siaga Perang di Laut Hitam

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Langkah Angkatan Bersenjata Federasi Rusia melakukan blokade Selat Kerch di Laut Hitam, adalah strategi penting untuk menghalau datangnya intervensi asing menyusul kemungkinan meletusnya Perang Rusia-Ukraina.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Jumat 16 April 2021, militer Rusia mengerahkan armada tempur lautnya untuk memblokade Selat Kerch di Laut Hitam. Tak tanggung, armada militer Negeri Beruang Merah akan menutup akses Selat Kerch selama enam bulan ke depan.

Militer Rusia mengambil langkah tersebut setelah tercium kabar bahwa Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces), akan mengirim dua kapal perangnya ke Laut Hitam. Ujung-ujungnya, militer Amerika tak jadi mengirim dua kapal perangnya. Dengan alasan, belum mendapat persetujuan.

Opsi pengerahan armada perang selanjutnya dipilih oleh Inggris. Sebagai salah satu sekutu Ukraina yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris akan menggerakkan dua kapal perang dan satu jet tempur dari Laut Mediterania ke Laut Hitam.

Menurut laporan lain yang dirangkum VIVA Militer dari Defence24, aktivitas militer Rusia juga meningkat tajam di Laut Hitam. Militer Rusia tengah membangun landasan raksasa untuk menampung Pasukan Tempur Pendaratan.

Tujuh unit kapal landasan raksasa yang terdiri dari Project 1171 Tapir dan Project 775 Ropucha. Kedua kapal itu adalah bagian Armada Laut Hitam Angkatan Laut Rusia (VMF), dari Brigade Kapal Landasan ke-197.

Setelah landasan raksasa itu sempurna, militer Rusia juga akan menempatkan lebih dari 220 unit kendaraan pengangkut personel lapis baja, 140 unit tank, dan lebih dari 4 ribu pasukan Korps Marinir Rusia (MPR).