4 Salah Kaprah Warga Soal Pendaftaran Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Merdeka.com - Merdeka.com - Pertamina resmi membuka pendaftaran pembelian Pertalite dan Solar subsidi per 1 Juli 2022 di MyPertamina. Pertamina menegaskan terus berupaya dalam memastikan penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tepat kuota.

Kenyataan di lapangan saat ini menunjukkan bahwa penyaluran BBM subsidi seperti Pertalite maupun Solar masih memiliki berbagai tantangan.

Tantangan itu di antaranya adalah penyaluran yang tidak tepat sasaran, di mana pengguna yang seharusnya tidak berhak ikut mengkonsumsi BBM bersubsidi dan ini turut mempengaruhi kuota yang harus dipatuhi Pertamina Patra Niaga selaku badan usaha yang ditugaskan.

"Sebanyak 60 persen masyarakat mampu atau yang masuk dalam golongan terkaya ini mengkonsumsi hampir 80 persen dari total konsumsi BBM bersubsidi. Sedangkan 40 persen masyarakat rentan dan miskin hanya mengkonsumsi 20 persen dari total subsidi energi tersebut. Jadi diperlukan suatu mekanisme baru, bagaimana subsidi energi ini benar-benar diterima dan dinikmati yang berhak," jelas Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

Namun, Pertamina menemukan banyak salah paham masyarakat akan rencana kebijakan pendaftaran melalui MyPertamina ini. Berikut merdeka.com mencoba merangkumnya dan diharap bisa membantu masyarakat memahami.

1 Juli 2022 Baru Mulai Pembukaan Pendaftaran

2022 baru mulai pembukaan pendaftaran rev1
2022 baru mulai pembukaan pendaftaran rev1.jpg

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting meluruskan, bahwa anggapan itu terkesan salah kaprah. Adapun tanggal tersebut masih diluangkan bagi konsumen untuk mendaftarkan dirinya sebagai calon penerima BBM subsidi yang berhak.

"Jadi registrasi (via MyPertamina) baru dimulai besok, dengan catatan bahwa dalam proses pendaftaran itu pengisian BBM naik solar maupun pertalite masih bisa dilakukan seperti biasa," terangnya dalam sesi teleconference, Kamis (30/6).

"Saya luruskan, jangan sampai beranggapan bahwa besok harus punya QR Code, kalau tidak ditolak. Saya katakan itu tidak benar," tegas Irto.

Pendaftaran Wajib Dilakukan di Situs Bukan Aplikasi MyPertamina

dilakukan di situs bukan aplikasi mypertamina rev1
dilakukan di situs bukan aplikasi mypertamina rev1.jpg

Irto pun kembali membenarkan asumsi masyarakat soal proses pendaftaran via MyPertamina. Dia menegaskan, aplikasi tersebut bukan sebagai tempat pendaftaran.

"Pendaftaran yang kita lakukan di website subsiditepat.mypertamina.id. Ini salah kaprah, beberapa orang mengatakan, saya sudah men-download aplikasi. Ini dua platform yang berbeda," ungkapnya.

"Untuk pendataan itu ada dengan alamat tadi, subsiditepat.mypertamina.id. Itu akan dimulai besok per 1 Juli 2022," jelas Irto.

Sementara, aplikasi MyPertamina hanya sebagai media pembayaran.

QR Code Tak Wajib Ditunjukkan dari Ponsel

tak wajib ditunjukkan dari ponsel rev1
tak wajib ditunjukkan dari ponsel rev1.jpg

"Ada satu lagi salah kaprah. Bapak kalau nanti ke sana harus pakai handphone? Saya tegaskan lagi, untuk proses pembeliannya bila nanti sudah punya QR Code, itu bisa ditunjukan saja. Baik yang ada di handphone ataupun nanti di-print out," jelas Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

QR Code tersebut bakal didapat konsumen setelah mendaftarkan dirinya di situs subsiditepat.mypertamina.id.

Adapun aplikasi MyPertamina hanya digunakan sebagai salah satu platform pembayaran digital, bukan untuk tempat mendaftar.

Pertamina Melihat Kriteria Penerima dari Kendaraan

kriteria penerima dari kendaraan rev1
kriteria penerima dari kendaraan rev1.jpg

Setelah mendaftar, Irto memaparkan, maka yang terekam oleh sistem sebagai penerima Pertalite maupun Solar yang berhak adalah kendaraannya, bukan individu pemiliknya.

"Jadi QR Code itu benar-benar melekat pada kendaraan, bukan yang bawa mobil. Karena yang bawa mobil itu bisa pindah-pindah. Tapi QR Code itu benar-benar melekat kepada kendaraan," tegasnya.

Dalam proses pendaftaran, konsumen pun diwajibkan melengkapi sejumlah syarat. Terutama soal data kendaraan, nomor polisi, kapasitas cc, hingga softcopy kartu STNK.

"Nanti kami akan minta fotonya juga biar lihat jumlah bannya. Kalau dicocokan data itu, maka pendaftar tadi akan tergolong sebagai masyarakat terdaftar untuk menerima BBM subsidi," tuturnya.

[bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel