4 Sihir Memukau Andrea Pirlo di Piala Dunia 2006: Patahkan Kutukan hingga Umpan Berkelas

Bola.com, Jakarta - Fans boleh mellow karena Timnas Italia tak ambil bagian di Piala Dunia 2022, tapi jangan sampai melupakan salah satu legenda terbaik mereka, Andrea Pirlo. Dalam beberapa tahun terakhir, Pirlo sangat identik dengan Gli Azzurri.

Piala Dunia 2006 merupakan jejak nyata Pirlo, saat Italia tampil sebagai juara setelah meremukkan Prancis di final. Di momen spesial itu pula Andrea Pirlo membawa pulang Bola Perunggu, menyusul penampilan kinclongnya selama turnamen.

Di timnas Italia, Pirlo adalah nyawa. Sebagian orang menyebutnya maestro, motor sekaligus konduktor serangan. Gianluigi Buffon, rekannya, mungkin orang yang paling tepat menggambarkan sang gelandang elegan.

"Saat saya melihatnya bermain, saya berpikir Tuhan memang ada. Skill sepak bolanya luar biasa," puji Buffon. Hiperbola? Tentu saja tidak.

Kalau kalian masih ragu, di bawah ini ada empat pahatan berkesan Andrea Pirlo di Piala Dunia, pesta bola terakbar empat tahunan yang berlangsung di Jerman 16 tahun lalu. Simak yuk!

 

Akhiri Kutukan

Bintang tim nasional Italia, Andrea Pirlo. (AFP/Fabrice Coffrini).
Bintang tim nasional Italia, Andrea Pirlo. (AFP/Fabrice Coffrini).

Meski punya nama besar, Italia memiliki reputasi telat panas di awal turnamen. Namun, di edisi 2006, Pirlo mematahkan tudingan itu.

Italia mengawali laga Grup E melawan Ghana. Tampil buas, skuad racikan Marcello Lippi menang dua gol tanpa balas. Pirlo membuka keunggulan pada menit ke-40 sebelum dipungkasi Vincenzo Iaquinta beberapa menit berselang.

 

Passing Berkelas

Italia jumpa Jerman di semifinal Piala Dunia 2006. Duel yang sangat melelahkan, karena babak normal berakhir tanpa gol.

Di babak perpanjangan waktu, tepatnya pada menit ke-113, Fabio Grosso memecahkan kebuntuan. Pemain lapis kedua itu sukses memaksimalkan umpan jitu Pirlo.

Gol Grosso membuat Italia kian bernapsu dan tak lama kemudian giliran Del Piero yang mencatatkan namanya di papan skor. Pirlo cs menang 2-0.

 

Algojo Pertama

Gelandang Italia, Andrea Pirlo, merayakan gol Marco Materazzi ke gawang Prancis pada laga final Piala Dunia di Stadion Olympic, Berlin, Minggu (9/72006). Pada turnamen ini Pirlo berhasil mengantar Italia juara. (AFP/Patrick Hertzog)
Gelandang Italia, Andrea Pirlo, merayakan gol Marco Materazzi ke gawang Prancis pada laga final Piala Dunia di Stadion Olympic, Berlin, Minggu (9/72006). Pada turnamen ini Pirlo berhasil mengantar Italia juara. (AFP/Patrick Hertzog)

Duel Italia vs Prancis di final Piala Dunia 2006 berlanjut ke adu penalti setelah bermain 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Tegang, tak ada yang berani maju sebagai algojo pertama. Akhirnya, Pirlo melangkah tegap mengemban beban yang tak ringan.

Di hadapanya, Fabian Barthez terlihat tegang siap menerjang. Dingin, Pirlo sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Gol sang maestro kian menebalkan keyakinan empat eksekutor lainnya dan mereka semua berhasil. Italia menang 5-3.

 

Gol Materazzi

Saat Italia tertinggal 0-1 dari Prancis, banyak pihak beranggapan Negeri Pizza bakal tumbang di final. Akan tetapi, Pirlo kembali melambungkan asa.

Bola yang ditendang Pirlo dari sepak pojok tepat mengarah ke kepala Marco Materazzi. Materazzi yang berdiri di kotak penalti menyambutnya dengan tandukan mematikan. Golllllll... Skor 1-1 akhirnya harus dipungkasi via adu penalti. Seperti kita tahu, Prancis menangis.

Sumber: Bleacherreport