4 Strategi Percepatan Vaksinasi yang dapat Diterapkan Daerah, Lebih Efektif

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Strategi percepatan vaksinasi COVID-19 terus mengalami perkembangan. Apalagi, angka vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih perlu digenjot oleh Pemerintah Daerah. Walaupun sudah mengalami perkembangan signifikan, masih ada beberapa daerah yang cakupan vaksinasinya tertinggal dari daerah lain.

Per 24 Desember 2021 masih ada 14 Provinsi dengan cakupan Vaksinasi Dosis 1 di bawah 70%, yakni provinsi Sumsel, NTT, Sulsel, Sumbar, Kalsel, Kalbar, Sulteng, Sultra, Sulbar, Maluku Utara, Maluku, Aceh, Papua Barat, dan Papua. Sementara itu, baru ada 4 Provinsi dengan cakupan Vaksinasi Dosis 2 di atas 70%, yakni DKI Jakarta, Bali, DIY, dan Kepulauan Riau.

Beberapa strategi percepatan vaksinasi di daerah lain yang efektif dapat ditiru oleh daerah yang cakupan vaksinasinya masih lebih rendah. Seperti strategi vaksinasi berbasis banjar (kampung) di Bali, atau vaksinasi berbasis Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta.

Selain itu, ada pula strategi vaksinasi terpusat di daerah yang mudah dijangkau, dan strategi jemput bola. Berikut Liputan6.com rangkum dari covid19.go.id, Minggu (2/1/2022) tentang strategi percepatan vaksinasi yang dapat diterapkan daerah.

Strategi Percepatan Vaksinasi yang dapat Diterapkan Daerah

Tenaga kesehatan bertopeng superhero menyuntikkan vaksin covid-19 kepada seorang anak saat melayani vaksinasi anak usia 6-11 tahun di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Sebanyak 30 anak mengikuti vaksinasi yang menggunakan vaksin Sinovac tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Tenaga kesehatan bertopeng superhero menyuntikkan vaksin covid-19 kepada seorang anak saat melayani vaksinasi anak usia 6-11 tahun di RSIA Tambak, Jakarta, Rabu (22/12/2021). Sebanyak 30 anak mengikuti vaksinasi yang menggunakan vaksin Sinovac tersebut. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Strategi percepatan vaksinasi yang dapat diterapkan daerah misalnya adalah vaksinasi berbasis banjar di Bali dan vaksinasi berbasis Rukun Warga (RW) di DKI Jakarta. Kedua strategi percepatan vaksinasi ini melibatkan tokoh publik dan masyarakat untuk mendorong pelaksanaan vaksinasinya.

1. Vaksinasi Berbasis Banjar (Kampung)

- Dilakukan di Bali.

- Vaksinator tersebar di setiap banjar.

- Kepala banjar aktif mengundang yang belum divaksin.

- Tidak ada pengumpulan massa, sehingga kurangi risiko penularan COVID-19.

2. Vaksinasi Berbasis Rukun Warga (RW)

- Dilakukan di DKI Jakarta.

- Stok vaksin dibagi sekaligus dengan sarana dan prasarananya.

- Mobilisasi dilakukan oleh tokoh-tokoh masyarakat di tingkat RW.

Strategi Percepatan Vaksinasi yang dapat Diterapkan Daerah

Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 saat akan menyuntik seorang murid di SDN Cempaka Putih Timur 03 Pagi, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Pemerintah mulai melakukan vaksinasi COVID-19 kepada anak usia 6-11 tahun. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Petugas kesehatan menyiapkan vaksin COVID-19 saat akan menyuntik seorang murid di SDN Cempaka Putih Timur 03 Pagi, Jakarta, Selasa (14/12/2021). Pemerintah mulai melakukan vaksinasi COVID-19 kepada anak usia 6-11 tahun. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Selain vaksinasi berbasis banjar dan vaksinasi berbasis RW, daerah juga dapat menerapkan vaksinasi berbasis terpusat dan vaksinasi jemput bola. Kedua strategi vaksinasi ini juga sangat efektif dalam mempercepat cakupan vaksinasi daerah. Namun, vaksinasi berbasis terpusat atau dengan membuat sentra vaksinasi yang mudah dijangkau memiliki kekurangan tertentu. Daerah tentu harus sigap mengantisipasi tantangan seperti lansia yang mungkin terhambat untuk bisa mencapai lokasi, ataupun potensi kerumunan yang mungkin terjadi.

3. Vaksinasi Berbasis Terpusat

- Dilakukan di gelanggang olahraga (GOR) atau gedung tertentu.

- Peserta vaksinasi diundang ke lokasi tersebut.

- Biasa disertai hadiah atau doorprize.

- Namun, rawan potensi kerumunan.

4. Vaksinasi “Jemput Bola”

- Dilakukan secara mobile, dengan menggunakan kendaraan, truk lab, hingga kapal untuk daerah kepulauan.

- Vaksinator langsung datangi masyarakat yang akan divaksinasi.

- Dapat mengutamakan lansia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel