4 Striker Asing Terbaik di Liga 1 Saat Ini, Didominasi Pemain Brasil

Bola.com, Jakarta - Liga 1 musim ini masih terhenti di pekan 11. Pada artikel kali ini, Bola.com coba mengulas para penyerang asing yang tampil garang. Salah satu indikatornya tentu torehan gol.

Dari lima teratas daftar pencetak gol terbanyak, empat diantaranya berasal dari Brasil. Yakni Matheus Pato, David da Silva, Lulinha, dan Gustavo Tocantins.

Sedangkan satu nama lain merupakan penyerang naturalisasi Indonesia kelahiran Montenegro, Ilija Spasojevic. Jika melihat data tersebut, bisa dibilang penyerang asal Brasil sedang mendominasi Liga 1.

Wajar, karena banyak pemain asal negeri Samba yang kini berkarier di Indonesia. Tapi yang menarik, tiga dari empat striker tersubur asal Brasil, mereka tergolong pendatang baru.

Hanya David da Silva yang sudah sarat pengalaman di Liga 1. Sedangkan Pato, Lulinha dan Gustavo baru tahun ini mengadu nasib.

Bisa dibilang mereka bisa cepat beradaptasi. Sehingga mereka berhasil mencuri perhatian dan masuk dalam penyerang yang sedang on fire.

 

 

Matheus Pato

Penyerang Borneo FC Samarinda, Matheus Pato mendapatkan gangguan dari bek tengah Bhayangkara FC, Nurhidayat Haji Haris dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/9/2022). (Dok. Borneo FC Samarinda)
Penyerang Borneo FC Samarinda, Matheus Pato mendapatkan gangguan dari bek tengah Bhayangkara FC, Nurhidayat Haji Haris dalam laga pekan ke-10 BRI Liga 1 2022/2023 di Stadion Wibawa Mukti, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/9/2022). (Dok. Borneo FC Samarinda)

Striker asal Borneo FC ini memimpin daftar pemain tersubur dengan 12 gol. Artinya, jumlah golnya lebih banyak ketimbang pertandingan yang sudah dijalani. Karena dia baru tampil dalam 11 pertandingan bersama tim berjuluk Pesut Etam.

Sebelum kompetisi terhenti karena Tragedi Kajuruhan, Pato sempat mencetak hattrick ke gawang Madura United. Sebenarnya ini bukan kali pertama mantan penyerang Fluminense, Brasil tersebut memperlihatkan ketajamannya.

Saat pramusim, Pato meraih gelar topscorer Piala Presiden 2022 dengan torehan 6 gol. Bisa dibilang pemain 27 tahun itu merupakan striker murni yang punya insting gol tinggi.

Dia punya postur ideal dan selalu ada di posisi yang tepat untuk menyelesaikan peluang. Selain itu, Pato didukung barisan pemain sayap dan gelandang yang memberikan umpan manja kepadanya. Seperti Stefano Lilipaly, Terens Puhiri dan lainnya.

Wajar jika Pato langsung on fire bersama Borneo FC musim ini. Padahal di klub sebelumnya, Daejeon Citizen (Liga 2 Korea Selatan), dia hanya mencetak 3 gol dari 26 pertandingan.

 

 

 

David da Silva

Striker Persib Bandung asal Brasil, David da Silva. (Bola.com/Erwin Snaz)
Striker Persib Bandung asal Brasil, David da Silva. (Bola.com/Erwin Snaz)

Kemampuan striker Persib Bandung ini sudah tak bisa diragukan lagi. Hanya saja David sempat lambat panas. Di Piala Presiden, dia gagal membawa Persib melangkah lebih jauh. Tim berjuluk Maung Bandung itu terhenti di perempat final.

Namun di Liga 1, David mulai konsisten dan sudah 9 kali menjebol gawang lawan. Dia mencetak gol dalam 8 pertandingan. Hanya saat lawan PSIS, penyerang 32 tahun ini berhasil membuat brace.

Selebihnya, David mencetak satu gol. Sejak membela Persebaya Surabaya musim 2018, striker plontos ini masuk kategori penyerang subur. Di musim pertamanya dia mengemas 20 gol.

Tak menutup kemungkinan jika musim ini berlanjut sampai tuntas, mantan pemain Pohang Steelers, Korea Selatan ini bisa melebihi catatan gol di musim pertama. Melihat dari permainannya, David merupakan striker komplet.

Dia punya kecepatan, skill bagus dan insting gol tinggi. Sayangnya, dia sering terlalu lama membawa bola. Sehingga David beberapa kali melewatkan momentum untuk mencetak gol. Andaikan dia bermain lebih efektif, peluang mencetak lebih banyak gol akan terbuka.

 

Lulinha

Lulinha. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Lulinha. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Posisinya sebagai gelandang serang Madura United. Namun pemain 32 tahun bernama lengkap Luiz Marcelo Morais de dos Reis ini tergolong subur.

Saat ini dia sudah mencetak 6 gol. Namun kebanyakan dia mencetak gol di awal musim. Lulinha mencetak hattrick di laga pertama lawan Barito Putera.

Namun setelah itu produktifitasnya agak menurun. Dia mencetak gol lagi dalam tiga laga. Melawan Persib Bandung, Persebaya Surabaya dan Dewa United.

Skill individunya dan akurasi tembakan jadi senjata utama Lulinha. Meski posturnya tak terlalu tinggi, tapi pergerakannya sulit dihentikan.

Jika melihat pengalamannya, Lulinha pernah mencetak 17 gol di kasta tertinggi Liga Korea Selatan ketika membela Pohang Steelers di musim 2017. Jadi, kemampuannya tak perlu diragukan.

 

Gustavo Tocantins

Pemain Persikabo 1973, Gustavo Tocantins berusaha mengecoh kiper Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persikabo 1973 melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (23/8/2022) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)</p>
Pemain Persikabo 1973, Gustavo Tocantins berusaha mengecoh kiper Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo dalam laga pekan ke-6 BRI Liga 1 2022/2023 antara Persikabo 1973 melawan Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (23/8/2022) malam WIB. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Penyerang Persikabo 1973 ini diawal musim tidak terlalu diperhitungkan. Begitu juga saat tampil di Piala Presiden 2022.

Sekilas posturnya juga mirip dengan pemain lokal Indonesia. Namun dia mulai tampil dengan kolaborasi yang apik bersama tandemnya, Dimas Drajad.

Kini dia sudah mengoeksi 5 gol dari 11 pertandingan. Yang paling menonjol dari Gustavo adalah agresifitasnya. Karakternya hampir sama seperti penyerang Persikabo sebelumnya, Ciro Alves yang hengkang ke Persib Bandung: ngotot, punya skill dan cepat.

Meski belum segarang Ciro, namun Gustavo punya potensi untuk jadi penerusnya. Karena kedepan adaptasinya dengan tim Persikabo tentu lebih bagus.

Dari segi usia, Gustavo lebih muda dari Ciro. Usianya masih 26 tahun. Di awal kariernya, dia sempat bermain di kasta tertinggi Brasil membela Corinthians. Setelah itu dia merantau ke Portugal.

Melihat catatan karirnya, Gustavo belum pernah mencetak dua digit gol dalam satu musim. Namun hal ini tidak bisa jadi patokan. Karena banyak pemain yang kurang produktif, justru menggila saat bermain di Indonesia.