4 Tahun Jalan di Sentani Barat Bak Neraka, Warga Marah Memblokade

·Bacaan 2 menit

VIVA – Warga kampung Sabron Sari, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua memblokade Jalan Sabron-Depapre-Sentani. Mereka melakukan blokade dengan mendirikan tenda dan meletakkan berbagai ranting pohon di antaranya batang pohon pinang dan pisang di tengah jalan pada Selasa, 13 Juli 2021.

Aksi warga tersebut dilakukan sebagai bentuk protes kepada Pemerintah Provinsi Papua atas kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki. Kerusakan jalan di wilayah mereka membuat aktivitas perekonomian warga terganggu. Akibat blokade tersebut, arus lalu lintas dari Sentani menuju Depapre dan Sabron maupun sebaliknya lumpuh total.

Jalan tersebut merupakan jalan utama yang menghubungkan Kota Sentani, Sabron dengan sejumlah kampung yang ada di Distrik Depapre dan Sabron. Bahkan mobil pengangkut barang satu hari terjebak di jalan akibat aksi blokade warga.

Para warga ini pun memuat pernyataan sikap dari Solidaritas Masyarakat Peduli Pembangunan Moi-Tanah Merah. Adapun isi pernyataan sikap warga yakni “Hentikan Proses Bongkar Muat Di Pelabuhan Peti Kemas Depapre Hingga Ada Jawaban Dari Pemerintah Provinsi Papua Tentang Nasib Jalan Sentani Depapre”.

“Aksi blokade jalan ini kami lakukan sebagai tanda protes pada Pemerintah Provinsi Papua karena sampai sekarang tidak ada perbaikan jalan. Kami hanya terima janji-janji kalau jalan akan dikerjakan di tahun ini tapi tak ada perbaikan jalan,” kata Ketua Solidaritas Masyarakat Peduli Pembangunan Tanah Merah Moi Ekana Demianus Sorontouw di Sabron Sari.

Menurut Ekana Sorontouw, aspirasi masyarakat untuk perbaikan jalan ini sudah disampaikan kepada pemerintah Provinsi Papua sejak tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021. Namun hanya janji saja tidak ada perbaikan jalan yang dilakukan.

“Kami minta pemerintah segera memberikan penjelasan kepada kami, kenapa mereka hanya janji saja. Pada hal kami dari kampung Moi dan tanah merah memberikan PAD dari galian tambang golongan C untuk pembanunan infrastruktur jalan di wilayah Papua, tapi jalan kami tidak pernah diperhatikan,” ujarnya.

Bahkan warga setempat juga mendukung pembangunan tol laut di Depapre dan mendukung program Presiden Joko Widodo yakni Nawacita namun jalanan kata dia tetap jelek.

“Jadi kami menuntut pemerinta jalan ini diperbaiki, kalau tidak kami tetap memblokade akses jalan. Kita minta Dinas PUPR datang lihat kondisi jalan sekarang dan jembatan yang ada,” ujar dia lagi.

Sementara itu Kapolsek Sentani Barat Iptu Sugarda Aditya mengatakan, selama aksi unjuk rasa blokade agar tetap mengingat protokol kesehatan dan tidak melakukan tindakan anarkistis.

“Kami minta pada warga tidak ada yang membawa benda tajam seperti parang maupun benda tumpul. Warga dari Depapre juga sempat melakukan orasi dengan jalan kaki menuju Sabron Sari dengan tertib,” kata Iptu Sugarda.

Selama aksi blokade jalan berlangsung, situasi di lokasi aman dan terkendali yang dimulai sejak pukul 06.00 WIT. Sementara jumlah massa sekitar 500 orang.

Para warga yang melakukan aksi blokade jalan ini lalu ditemui Sekda Kabupaten Jayapura Hana Hikoyabi dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jayapura, Alpius Toam.

“Ibu Sekda langsung lakukan nengosiasi sama warga. namun warga menuntut agar pihak pemerintah Provinsi Papua dihadirkan dilokasi,” tutur Sugarda.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel