4 Tahun Lalu Pengawal Botak Raja Salman Terjepit Wanita Cantik di DPR

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 3 menit

VIVA – Empat tahun lalu tepat di awal 2017, Indonesia kedatangan tamu istimewa. Dia datang dari negeri nan jauh di barat sana. Tamu itu adalah King Salman Bin Abdulaziz Al-Saud. Raja dari Kerajaan Saudi Arabia.

Kedatangan Raja Salman merupakan sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sebab, sudah sangat lama Raja Arab tak datang ke Nusantara. Terakhir kali Raja Arab berkunjung tahun 1970. Yaitu King Faisal Bin Abdulaziz Al-Saud

Pada kunjungannya kali ini Raja Arab datang dengan rombongan sangat besar. King Salman mengajak banyak anggota keluarga kerajaan dan juga pejabat. 25 pangeran dibawa berikut 10 menteri dan pasukan militer kerajaan.

Sekira pukul 12:30 WIB, Rabu 1 Maret 2017, Pesawat Saudi Arabian yang mengangkut rombongan Raja Salman mendarat di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Setelah menginjakkan kakinya di Bumi Pertiwi, disambut Presiden Joko Widodo dan ibu negara, Iriana Jokowi. Raja Salman langsung bergerak ke Istana Bogor.

Setiba di Istana Bogor, Raja Salman langsung dikawal pasukan militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari berbagai satuan. Salah satunya dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Di hari kedua, Raja Salman melakukan kunjungan ke gedung wakil rakyat, DPR RI di Senayan, Jakarta. Gedung yang juga dikunjungi Raja Faisal pada kunjungan kehormatan 1970.

Ketika itu, juru kamera VIVA, Purna Karyanto berkesempatan mengabadikan kedatangan Raja Salman di Gedung DPR. Namun, yang menjadi sorotan Kami ialah tentang sosok pengawal pribadi alias bodyguard botak yang selalu setia menjaga nyawa Raja Salman, yakni Brigadir Jenderal Abdul Aziz Al-Faghm.

Sebab, jenderal militer Kerajaan Arab Saudi ini bukan orang sembarangan. Dia cukup terkenal di dunia karena sejumlah kemampuan yang dimilikinya. Apalagi Brigjen Al-Faghm baru pertama kali berada di Gedung DPR RI.

Nah, di edisi kali ini, Selasa 2 Maret 2021, VIVA Militer, akan menampilkan kembali peristiwa bersejarah detik-detik kehadiran Abdul Aziz Al-Faghm di Gedung DPR, dalam segmen sejarah hari ini. Berikut kisahnya:

Saat tiba di Gedung DPR RI Pada Kamis 2 Maret 2017, Brigjen Al-Faghm tampak lebih waspada dari biasanya. Maklumlah, situasi di dalam gedung sangat padat dipenuhi orang yang menyambut.

Al-Faghm tak mengawal raja seorang diri, tapi bersama dua anak buahnya. Sejak awal memasuki gedung, Al-Faghm sama sekali tak memberi peluang bagi siapa pun untuk berada dekat dengan raja.

Dia memposisikan dirinya mengawal raja dari belakang dengan jarak cuma satu tapak saja. Sementara dua anak buahnya dibagi dia dua titik, satu orang berada di depan raja dan satu lainnya di belakang Al-Faghm.

Walaupun kondisi sangat aman, apalagi hampir semua area lintasan yang dilalui raja menuju podium telah dijaga ketat pasukan TNI dari Paspampres. Hanya saja sorot mata tajam Al-Faghm tak henti menatapi situasi di sekeliling raja. Setiap orang yang mendekati raja tak lepas dari pengawasannya.

Raja Salman tak lama berada di tempat itu, usai menyampaikan pidatonya. Raja dan rombongan bergerak pergi. Saat raja mulai turun dari podium dan berjalan di lintasan khusus, situasi sedikit berbeda.

Perjalanan raja menuju pintu keluar gedung tak selancar saat beliau masuk. Hal itu dikarenakan banyak orang yang ingin menyalami raja dan berfoto. Baik laki-laki maupun wanita.

Dalam kondisi itu, Al-Faghm juga terlihat lebih waspada. Posisinya tak lagi di belakang raja, tapi melekat di samping kanan raja. Apalagi saat seorang wanita cantik nekat mencegat raja dan mengajak berselfie ria.

Al-Faghm tidak dapat menghentikan aksi wanita itu. Bahkan dia hanya diam saat tubuh besarnya terjepit di antara para wanita itu. Akhirnya Raja Salman berhasil keluar dengan selamat.

Al-Faghm bukan pengawal biasa, dia bisa menerbangkan pesawat, menyelam di lautan dan mampu menjinakkan bom. Mengabdi sejak zaman Raja Abdullah, meneruskan pengabdian sang ayah yang 30 tahun menjaga nyawa raja.

Tonton videonya di bawah ini:

Baca: Sosok Putra Cilacap Komandan Hantu Laut, Pasukan Elite Rahasia TNI