4 Tahun Tangan Prajurit Kostrad TNI Membeku Digigit Si Ganas Tabuhan

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Upaya pihak militer Tentara Nasional Indonesia untuk bisa menyembuhkan salah satu prajurit TNI Angkatan Darat yang mengalami kelumpuhan akibat sengatan tawon akhirnya mulai menunjukkan peningkatan yang luar berarti.

Sejak dievakuasi dan ditangani tim dokter Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada akhir Maret 2021, kondisi Kopka Ade Casmita terus membaik. Bahkan, kini dia sudah bisa menggerakkan kakinya.

Meski begitu ada beberapa bagian tubuhnya yang masih membutuhkan perawatan medis dan terapi dari tim ahli RSPAD. Seperti salah satu tangannya.

Jadi ternyata, bagian tubuh Kopka Ade yang cukup parah terdampak sengatan tawon adalah bagian tangan kanannya. Tangan kanannya membeku dalam posisi menekuk dan dengan jari terkepal.

Tangan kanan Kopka Ade sudah lama membeku, sekitar empat tahun lalu dia sudah tak bisa mengendalikan sebelah tangannya itu.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa sempat menemui secara khusus Kopka Ade di ruang perawatan. Dalam pertemuan itu, Kopka Ade mendapatkan suntikan semangat agar segera pulih dan bisa menggerakkan tangan kanannya.

"Beberapa hari lagi saya ke sini, harus bisa menggunakan tangan kanan buat tos sama saya. Harus bisa, harus bisa, harus bisa," kata Jenderal TNI Andika kepada Kopka Ade yang terbaring lemah.

Kopka Ade menderita stroke dan lumpuh setelah dikeroyok tawon jenis Ndas alias Tawon Vespa yang masuk klasifikasi tinggi atau Tabuhan Jadi, ketika itu dia masih bertugas di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 10/Brajamusti, Komandan Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Dia disengat tawon di lokasi latihan peluncuran peluru kendali alias rudal terbaru TNI jenis Astros di wilayah Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.

Saat itu sebagai ahli elektronika dan komunikasi, dia memasang repeater di menara milik Telkom berketinggian 70 meter. Ketika memanjat naik ke atas menara, secara tak sengaja dia menemukan markas Tawon Ndas.

Karena dinilai bisa membahayakan, Kopka Ade pun meraih sarang tawon dan menjatuhkannya. Namun, tak disadarinya 8 tawon marah dan mengeroyoknya. Kopka Ade disengat beberapa kali. Beruntung Kopka Ade tidak sampai jatuh dari menara.

Sepulang dari lokasi latihan, Kopka Ade mulai merasakan efek dari sengatan tawon berbahaya itu. Dan puncaknya tubuhnya mendadak lumpuh saat bangun tidur.

Baca: Militer Malaysia Nekat Pakai Sukhoi Ikut AS Terbang di Muka Indonesia