4 Taktik Jitu Mikel Arteta yang Bikin Arsenal Sempurna di Liga Inggris

Bola.com, Jakarta - Arsenal tampil sempurna di tiga laga awal Liga Inggris 2022/2023. Tidak ada tim yang bisa melakukan hal serupa, sehingga puncak klasemen dengan mudah dikuasai Arsenal.

Arsenal tercatat sudah menang tiga kali, dengan begitu sudah mengoleksi sembilan poin. The Gunners sudah mencetak sembilan gol dan baru kebobolan dua gol.

Rentetan hasil positif itu adalah pengaruh dari taktik jitu Mikel Arteta yang berjalan lancar. Keinginannya untuk mendapatkan sejumlah pemain agar sistemnya berjalan, terbukti ampuh.

Sejak awal musim, Arsenal di tangan Arteta menjelma bak tim baru. Mereka bisa sangat dominan di fase bertahan dan menyerang.

Yuk simak ulasan menarik tentang taktik jitu dari seorang Mikel Arteta yang berhasil membuat Arsenal sulit dihentikan.

Peran Alami Oleksandr Zinchenko

Arsenal nyaris membuka keunggulan di menit ke-8. Tendangan dari pemain anyar Oleksandr Zinchenko dapat dimentahkan dengan mudah oleh Vincente Guaita. (AFP/Justin Tallis)
Arsenal nyaris membuka keunggulan di menit ke-8. Tendangan dari pemain anyar Oleksandr Zinchenko dapat dimentahkan dengan mudah oleh Vincente Guaita. (AFP/Justin Tallis)

Satu lagi pemain yang didatangkan dari Man City, yaitu Zinchenko. Pemain berusia 25 tahun ini memainkan peran alaminya saat bergabung dengan Arsenal.

Selama di Man City, ia lebih sering dimanfaatkan sebagai inverted full-back. Hal yang sama tampak di Arsenal.

Arteta melakukannya sejak pramusim. Zinchenko sejauh ini memberikan penampilan terbaiknya di lapangan dengan fasih memainkan peran inverted full back.

Set Piece Presisi

Pemain Arsenal Martin Odegaard (kiri), berduel memperebutkan bola dengan pemain Brighton Danny Welbeck dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates, Sabtu (9/4/2022) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)
Pemain Arsenal Martin Odegaard (kiri), berduel memperebutkan bola dengan pemain Brighton Danny Welbeck dalam pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Emirates, Sabtu (9/4/2022) malam WIB. (AP Photo/Ian Walton)

Satu nama di skuad kepelatihan Arsenal yang layak dapat apresiasi adalah Nicolas Jover. Ya, pelatih ini spesialisasinya di set-piece.

Gol pembuka Arsenal ke gawang Crystal Palace bisa jadi sampelnya. Skema tendangan sudut dimainkan dengan sangat rapi, sampai akhirnya berhasil membobol gawang lawan.

Di laga melawan Bournemouth, skema-skema bola mati itu juga berjalan. Namun, hasilnya tidak ada yang masuk.

Ben White Jadi Bek Kanan

Wilfred Zaha juga berkali-kali melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Arsenal. Hanya saja, barisan pertahanan Arsenal yang dikomandoi oleh Ben White masih terlalu tangguh untuk dilewati. (AFP/Justin Tallis)
Wilfred Zaha juga berkali-kali melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti Arsenal. Hanya saja, barisan pertahanan Arsenal yang dikomandoi oleh Ben White masih terlalu tangguh untuk dilewati. (AFP/Justin Tallis)

Salah satu yang paling tampak adalah keputusan Arteta menurunkan White sebagai bek kanan saat laga kontrak Crystal Palace. Padahal, White adalah pemain yang condong bermain sebagai bek tengah.

Namun, perubahan itu diambil untuk bisa memberikan keuntungan dari segi taktikal. Keberadaan White di sisi kanan sukses meredam upaya-upaya penetrasi dari Wilfried Zaha.

Walaupun harus diakui, kemampuan menyerangnya belum mencapai rata-rata bek sayap pada umumnya. Tidak ada eksplosivitas yang dilancarkan. Tetapi, posisi naturalnya sebagai bek tengah memberikan keunggulan saat bermain sejajar dengan bek tengah.

Kemampuan Individu Gabriel Jesus

Striker Arsenal Gabriel Jesus merayakan gol ke gawang Leicester pada pekan kedua Liga Inggris 2022/2023 (AFP)
Striker Arsenal Gabriel Jesus merayakan gol ke gawang Leicester pada pekan kedua Liga Inggris 2022/2023 (AFP)

Kepindahan Jesus dari Man City mengundang tanda tanya besar di antara benak banyak orang. Sebab, Jesus punya karier yang tidak buruk-buruk amat.

Keberadaan Jesus dimanfaatkan Arteta untuk mengelaborasi taktiknya. Pemain timnas Brasil itu diberikan lisensi untuk meliuk-liuk dan menciptakan celah di pertahanan lawan.

Gol pembuka Arsenal di laga lawan Bournemouth itu berawal dari kemampuan dribelnya yang berhasil melewati setidaknya tiga pemain. Ia juga merangsek ke kotak penalti dan melepas tembakan.

Apa yang dilakukan Jesus adalah kekurangan Arsenal di musim lalu. Mereka tidak punya pemain yang berani dan berkualitas memberikan ancaman seperti yang dilakukan Jesus.

Disadur dari: Bola.net (Abdi Rafi Akmal, published 26/8/2022)

Tengok Persaingan Tim Favoritmu Saat Ini