4 Tanaman Hias Pemurni Udara, Bantu Cegah Asma hingga Kanker

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Tanaman hias sempat menjadi tren di Indonesia pada 2020. Masyarakat membeli berbagai jenis tanaman hias dan menggunakannya untuk mendekorasi ruangan agar tampak lebih alami dan segar.

Namun, nyatanya tanaman hias tidak hanya berfungsi sebagai pajangan saja. Beberapa jenis tanaman hias justru mampu menyaring udara agar lebih bersih.

Hal ini tentu bermanfaat ketika seseorang telah seharian berada di luar dan tidak mendapatkan udara yang bersih karena polusi jalanan. Dengan adanya tanaman hias, Anda bisa menyaring udara kotor tersebut dan kembali menghirup udara bersih yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Selain itu, beberapa benda yang ada di rumah juga bisa memicu kualitas udara yang buruk, seperti polusi dan debu yang menumpuk sehingga memicu penyakit, seperti asma.

Sebuah studi Nasa tahun 1989 mengemukakan bahwa ada beberapa tanaman hias yang bisa membuat udara lebih bersih karena menyerap racun-racun berbahaya terutama di ruangan tertutup dengan aliran udara yang sedikit.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut sejumlah tanaman hias yang bisa menjadi referensi Anda untuk membersihkan udara di rumah.

1. Pakis Lemon Button

Pakis lemon button. (dok. Foto CHUTTERSNAP/Unsplash)
Pakis lemon button. (dok. Foto CHUTTERSNAP/Unsplash)

Tanaman hias yang satu ini memiliki keunikan tersendiri pada bentuknya. Pakis Lemon Button berbentuk seperti kancing dengan lebar bulat berukuran kecil dan berwarna hijau keemasan. Pakis Lemon Button biasanya ditanam dengan pot gantung.

Tanaman pakis ini dianggap bagus untuk menghilangkan polutan di udara, termasuk formaldehida, xylene dan toluene yang bisa menyebabkan sakit kepala, kesulitan bernapas dan pertumbuhan sel kanker.

Selain itu, jenis pakis ini juga bisa meningkatkan kelembaban dalam ruangan sehingga cocok untuk memerangi kekeringan ketika musim dingin.

2. Peace Lily

Tanaman Hias Peace Lily (Shutterstock)
Tanaman Hias Peace Lily (Shutterstock)

Bunga Peace Lily memiliki warna putih yang indah dan kerap menjadi bunga penghias ruangan. Selain itu, terdapat berbagai manfaat lain yang membuat Peace Lily banyak disukai dan ditanam di rumah.

Studi NASA menunjukkan bahwa bunga Lily dapat menyaring benzena, formaldehida, trikloroetilen (TCE), xylene, toluene dan amonia dari udara dalam ruangan. Racun-racun tersebut bisa menyebabkan sakit kepala, gangguan pernapasan, hingga meningkatkan risiko kanker.

Peace Lily juga mampu menghilangkan jamur di udara yang bisa memperburuk alergi dan gejala asma. Sebaiknya, letakkan di tempat yang kerap berjamur, seperti kamar mandi.

3. Lidah Mertua

Ilustrasi tanaman lidah mertua. (unsplash.com/@thirdwheelphoto)
Ilustrasi tanaman lidah mertua. (unsplash.com/@thirdwheelphoto)

Bukan hanya namanya yang unik, lidah mertua juga termasuk tanaman yang menarik sebagai penghias ruangan.

Selain itu, lidah mertua mampu memberikan aliran udara yang sehat karena menyerap polutan lain. Mulai dari CO2, formaldehid, benzene, xylene, dan toluene yang dikenal sebagai polusi penyebab kanker.

Lidah mertua juga bisa menjadi obat holistik untuk mengobati rasa sakit dan iritasi dengan cara mengoleskannya langsung ke kulit.

4. Palem Bambu

Palem Areca. (dok. Severin Candrian/Unsplash)
Palem Areca. (dok. Severin Candrian/Unsplash)

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan tanaman yang satu ini karena banyak ditemui di area pekarangan rumah atau tempat umum. Hal ini karena Palem Bambu mudah tumbuh di area yang lembab dengan cahaya matahari yang tidak langsung menyorot.

Palem bambu merupakan salah satu tanaman pemurni udara yang paling kuat. Hal ini karena kemampuannya untuk menghilangkan formaldehida dari lingkungan dalam ruangan.

Meski begitu, beberapa tanaman pemurni udara di atas justru beracun bagi hewan peliharaan, seperti kucing, anjing, bahkan anak-anak. Anda bisa meletakkannya di tempat yang jauh dari jangkauan hewan dan anak-anak di rumah.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel